-->

Notification

×

Indeks Berita

Lawan Omicron, Pemerintah Ajak Masyarakat Tidak Panik

2022-02-08 | 12.40 WIB Last Updated 2022-02-08T05:41:43Z
Anggaran Pemerintah tetap diberi prioritas untuk penanganan pandemi
Jakarta (WartaMerdeka) – “Menurut data yang ada, penularan Omicron memang lebih cepat tetapi dampak terhadap rumah sakit dan kematian keseluruhan relatif masih kecil dibandingkan Delta,” ucap Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan saat jumpa pers virtual (7/2).

Saat ini, mayoritas dari pasien yang dirawat berat, kritis, atau meninggal dunia adalah para lansia, kelompok komorbid parah, dan yang belum divaksin. Luhut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan.

“Kita harus banyak jaga imun, tetap bahagia, dan harus segera divaksin. Ini merupakan kunci perlindungan yang ada,” pesan Luhut. Pemerintah akan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan, obat-obatan, dan menaikkan jumlah tempat tidur di rumah sakit. Fasilitas isolasi terpusat akan diaktifkan, khususnya untuk merawat pasien OTG dan gejala ringan, mendorong penyediaan fasilitas penginapan bagi para nakes, mendistribusikan pasien berat dan kritis ke rumah sakit, dan mendorong secara masif penggunaan telemedicine untuk masyarakat bergejala ringan.

“Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak panik, langkah-langkah strategis telah diambil untuk mempersiapkan gelombang ini. Masyarakat dapat tetap beraktivitas sesuai aturan prokes dan ketentuan PPKM yang ditetapkan,” jelas Luhut.

“Berdasarkan Level asesmen saat ini, kami sampaikan bahwa Aglomerasi Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya naik ke Level 3, hal ini terjadi bukan hanya akibat tingginya kasus, tetapi juga karena rendahnya tracing,” tambahnya. Bali juga naik ke level 3 salah satunya disebabkan oleh rawat inap yang meningkat. Hal detail terkait keputusan ini dapat dilihat dalam Inmendagri yang akan keluar hari ini.

Penyesuaian aturan Level 3 yang diambil, di antaranya untuk Industri Orientasi Ekspor dan Domestik dapat terus beroperasi 100 persen, jika memiliki IOMKI, minimal 75% karyawan dosis kedua dan menggunakan Peduli Lindungi. Untuk kegiatan supermarket beroperasi hinga pukul 21.00 dengan maksimal pengunjung 60%. Pasar Rakyat beroperasi sampai pukul 20.00 dan maksimal pengunjung 60%.

Mall akan buka sampai pukul 21.00 maksimal 60%, memperbolehkan pengunjung anak kurang dari 12 tahun minimal vaksin dosis pertama. Tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan dapat dibuka, maksimal 35% kapasitas dengan wajib bukti vaksinasi dosis lengkap untuk anak di bawah 12 tahun. Warteg, lapak jajan, restoran dan kafe dapat buka hingga 21.00 dengan maksimal pengunjung 60%.

Bioskop akan tetap dibuka dengan anak di bawah usia 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat telah menerima vaksin dosis pertama. Untuk tempat ibadah maksimal 50% kapasitas, fasilitas umum maksimal 25%, dan kegiatan seni budaya, olahraga dan sosial masyarakat maksimal 25%.

“Kami menyadari kepenatan, kejenuhan, dan kelelahan akibat pandemi yang melanda, namun sebagai warga negara yang baik kita tentunya harus menyadari bahwa keluar dari pandemi merupakan agenda kita bersama,” pesan Menko Luhut. Ia terus mengingatkan pula untuk mengambil vaksinasi lengkap dan tidak menyebarkan kabar buruk terkait pengambilan dosis ketiga. Langkah ini sangat penting untuk mencegah penularan dan penegakan protokol kesehatan juga tidak boleh diabaikan.

Kenaikan status PPKM di sejumlah daerah agar masyarakat tetap waspada
Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menjelaskan alokasi dana penanganan covid-19 dan penggunaan dana negara secara keseluruhan untuk program prioritas. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, ada tiga provinsi yang jumlah kasus yang melebihi kasus Delta kemarin.

“Tetapi, tidak usah panik akan angka tinggi yang ada, yang penting adalah yang masuk ke rumah sakit dan tingkat kematian yang masih di bawah rata-rata. Ini yang harus kita pahami bersama,” tegasnya. “Jangan lupa dan tidak pernah jenuh untuk mempertegas protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas kita,” ungkap Budi (ma).

×
Berita Terbaru Update