-->

Notification

×

Indeks Berita

Waspadai Serangan Perang Modern

2022-02-04 | 21.33 WIB Last Updated 2022-02-04T14:35:21Z
Perang teknologi informasi miliki dampak yang sangat besar bagi kedaulatan bangsa
Jakarta (WartaMerdeka) – Bentuk serangan udara di zaman sekarang sudah mengalami perubahan dibandingkan di masa-masa dulu. Dulu, serangan udara itu dari luar, seperti bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki menjelang berakhirnya Perang Dunia II pada 1945.

Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, memaparkan hal tersebut dalam Webinar Obrolan Hati Pena #24 di Jakarta (3/2). Diskusi yang diselenggarakan oleh SATUPENA itu dipandu oleh Swary Utami Dewi dan Anick HT.

Diskusi ini diadakan berkaitan dengan isu kesepakatan Flight Information Region (Fir) antara Indonesia dan Singapura. Sebagai nara sumber adalah Chappy Hakim, pendiri dan Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia, yang juga mantan Kepala Staf TNI-AU.

Denny melanjutkan, pada perkembangan berikutnya ada serangan yang berasal dari dalam pesawat. Seperti pembajakan pesawat komersial AS dalam aksi teroris 11 September 2001. Pesawat yang dibajak itu lalu ditubrukkan ke gedung Pentagon dan World Trade Center di New York.  

Indonesia perlu waspadai ancaman Perang Modern
Bicara “serangan udara” atau “Perang Modern” dalam arti luas, Denny menyebut, pada 2016 ada lagi bentuk serangan  lainnya, yang tidak menggunakan pesawat terbang. Tetapi menggunakan media sosial dan ribuan akun, untuk mempengaruhi opini publik suatu negara. “Serangan ini dilakukan oleh agen intelijen negara asing, dengan menggunakan teknologi informasi,” ujar Denny.

Menurut laporan BBC, badan intelijen AS menuduh Rusia telah mencampuri pemilihan Presiden AS pada 2016, dengan menggunakan perangkat teknologi informasi. Rusia membantah tuduhan itu. Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS saat itu, dengan mengalahkan Hillary Clinton (lw).

Foto: Istimewa

×
Berita Terbaru Update