-->

Notification

×

Indeks Berita

Sumbangan Tanah Dan Air Senusantara Untuk IKN

2022-03-16 | 22.31 WIB Last Updated 2022-03-16T15:33:18Z
IKN akan dihuni 70 persen oleh hutan
Penajam Pasar Utara/Kaltim
 (WartaMerdeka) – "Pada hari ini Senin 14 Maret 2022 kita hadir bersama-sama di sini dalam rangka sebuah cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan kita segera mulai yaitu pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujar Presiden Jokowi, di Titik Nol IKN, Penajam Passe Utara, Kalimantan Timur.

Selain menanam pohon, seluruh Gubernur dari 34 Provinsi juga membawa tanah dan air dari daerahnya untuk kemudian diserahkan kepada Kepala Negara. Jokowi menjelaskan, simbolisasi penyatuan tanah dan air dari seluruh provinsi di Indonesia sebagai sebuah bentuk kebinekaan yang dimiliki Indonesia. Selain itu, juga merupakan lambang persatuan erat seluruh bangsa Indonesia.

Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menanam berbagai tanaman endemik Indonesia bersama Ketua MPR, para Menteri dan 34 Gubernur se-Indonesia serta 15 Tokoh Masyarakat Kalimantan Timur.

Jokowi menanam Meranti merah (Shorea lepsura), yang merupakan salah satu spesies meranti cepat tumbuh dan banyak ditemui di Kalimantan. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, kayu meranti juga memiliki perakaran yang kuat.

Sementara Ibu Iriana Joko Widodo menanam pohon Kamper (Dryobalanops aromatica), Menteri LHK Siti Nurbaya menanam Pakoba (Syzyqium luzonense), selanjutnya  para Gubernur se-Indonesia menanam jenis endemik dan terkenal dari daerahnya masing-masing.

Area penanaman di Titik Nol IKN, rencananya dikembangkan menjadi Kebun Raya Rimba Botanika, sebagai miniatur ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. Kebun Raya ini akan berfungsi sebagai jalur ekologi dan pendidikan di seluruh kawasan serta jalur rekreasi.

Usai penanaman, Menteri Siti menyampaikan, IKN menggunakan konsep Green City dan Forest City, yang prinsip utamanya mendesain sesuai kondisi alam., karena seluruh prosesnya merefleksikan rendah emisi karbon dan dalam utilitas kotanya menerapkan sirkular ekonomi. “Konsep forest city pastinya menerapkan kaidah konservasi dan memperhatikan koridor satwa, serta memanfaatkan sumber daya lahan dan air secara terpadu,” papar Siti.

Setiap provinsi sumbang air dan tanah di IKN
Cakupan Green City IKN 70% arealnya adalah hutan. KLHK tengah membangun persemaian Mentawir dekat kawasan inti IKN seluas 120 hektar, dengan area persemaian dan bangunan sekitar 32,5 hektar. Persemaian memakai konsep KPBU (Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha), yaitu kerjasama patungan antara KLHK, Kementerian PUPR dan swasta, dapat memproduksi bibit 15 – 20 juta per tahun (dh).

×
Berita Terbaru Update