-->

Notification

×

Indeks Berita

Kreatif, Mahasiswa Poltekpar Bali Ciptakan Akuntansi Desa Wisata

2022-04-08 | 11.06 WIB Last Updated 2022-04-08T04:11:06Z
Para mahasiswa Poltekpar Bali terima penghargaan atas temuannya
Jakarta (WartaMerdeka) – Mahasiswa Program Studi Manajemen Akuntansi Hospitality (MAH) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali berhasil ciptakan sistem informasi akuntansi pengelolaan desa wisata.

Sistem informasi akuntansi ini menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi masyarakat desa dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran kas (cashflow) sehingga mampu menghasilkan laporan keuangan yang baik dan terstruktur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi hasil karya mahasiswa Poltekpar Bali dalam mendukung kemajuan desa wisata. Karena, kini desa wisata menjadi prioritas Kemenparekraf untuk menghadirkan pariwisata berkualitas, berkelas dunia, dan berkelanjutan lingkungan.

Hal ini juga menunjukkan komitmen Poltekpar dalam menghasilkan SDM pariwisata dengan kemampuan dan kompetensi terbaik. “SDM yang unggul dan berkualitas serta dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor parekraf di Indonesia merupakan kunci utama mewujudkan pemulihan ekonomi kita,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Desa Wisata Pinge di Kabupaten Tabanan dan Taro di Kabupaten Gianyar menjadi sasaran awal pengaplikasian sistem informasi akuntansi yang dikemas dalam Program Aplikasi Manajemen. Terpilihnya Pinge karena desa tersebut resmi berbadan hukum (SK Bupati Tabanan Nomor 337 Tahun 2004).

Aplikasi sistem informasi akuntansi di Desa Wisata Pinge dilakukan mahasiswa Prodi MAH kelas A 2018. Saat itu para mahasiswa mengidentifikasi sistem informasi akuntansi desa wisata yang masih belum sesuai standar. Jadi, para mahasiswa itu menciptakan program berbasis Microsoft Excel, sehingga memudahkan masyarakat desa membuat siklus akuntansi di Desa Wisata Pinge. Baik penerimaan maupun pengeluaran kas, yang nantinya akan menghasilkan laporan keuangan.

Kelebihan metode berbasis Microsoft Excel adalah sistemnya tak memakai internet dan dapat mencegah terjadinya manipulasi dan penyimpangan karena telah disiapkan formulir pendukung. Sementara untuk di Taro, dilakukan mahasiswa Prodi MAH kelas B 2018.

Ditemukan dalam pengelolaannya Desa Wisata Taro masih belum efektif dalam hal pencatatan keuangan sehingga rentan terjadi kecurangan (fraud). Oleh karena itu, dikembangkan sebuah sistem informasi akuntansi penjualan digital/Point of Sales for Transactions (POST) berbasis website di Desa Wisata Taro.

Menparekraf Sandiaga Uno
Program ini mampu menghadirkan transparansi keuangan dan memperkuat kapasitas perangkat Desa Wisata Taro dalam mengontrol serta mengatur pendapatan Desa Wisata Taro dari objek wisata dan homestay. Program ini dirasa sangat membantu pengelola Desa Wisata Taro sehingga dapat membuktikan diri sebagai desa wisata mandiri.

“Diharapkan mahasiswa Poltekpar Bali nantinya juga dapat menjadi solusi sebagai kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk kebangkitan ekonomi dan memberikan solusi terhadap permasalahan lapangan pekerjaan,” papar Menparekraf.

Direktur Poltekpar Bali, Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes menyampaikan pelaksanaan APM (program aplikasi manajemen) merupakan salah satu program yang bertujuan membantu desa wisata dan mahasiswa dalam menerapkan ilmu atau teori yang diterima di dalam kelas.

“Saya harapkan Desa Wisata Pinge dan Desa Wisata Taro dapat merasakan manfaat dari hasil produk APM, utamanya Prodi MAH Kelas A dan B 2018 karena hal ini juga merupakan pembuktian bagi mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan yang diterima di kelas," terang Putu Puja (ma).

×
Berita Terbaru Update