-->

Notification

×

Indeks Berita

Pembuangan Sampah Ilegal Di Bekasi Dan Tangerang Ditindak KLHK

2022-04-03 | 21.52 WIB Last Updated 2022-04-06T01:41:48Z
Jumpa pers KLHK bersama pihak terkait soal sampah ilegal
Jakarta (WartaMerdeka) – Pemerintah serius terhadap upaya penegakan hukum pada pengelolaan sampah ilegal. Komitmen ini ditunjukkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) LHK dengan melakukan penindakan terhadap pelaku pengelolaan sampah ilegal di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang.

Setelah menetapkan ES (47th) pada 24 Februari 2022 sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, lalu penyidik Gakkum LHK pada  30 Maret 2022, telah menetapkan A (52 th) sebagai tersangka pengelolaan sampah ilegal di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Penyidik telah menahan ES dan A di Rutan Bareksrim di Mabes Polri. Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan, tersangka melakukan tindak pidana/kejahatan olah sampah ilegal. Jumlah sampah ilegal di lokasi ini diperkirakan 508.776 meter kubik. Sampah dibuang di bantaran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan luasan lebih kurang 3,6 hektar.

“Di samping penindakan terhadap pengelolaan sampah ilegal di Bekasi, penyidik Gakkum LHK saat ini sedang mendalami kasus pengelolaan sampah ilegal di kota Tangerang. Sampah tersebut diduga terkontaminasi limbah B3. Lokasi ini berada di Bantaran Sungai Cisadane. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, penyidik Gakkum LHK telah menetapkan T (43 th), MS (59 Th) dan G (52 th) sebagai tersangka,” tambah Rasio saat jumpa pers di Jakarta (1/4).

Rasio menyebut, penetapan tersangka dan penahanan terhadap kelima tersangka ini menunjukkan keseriusan dan komitmen Gakkum LHK untuk mencegah pencemaran dan perusakan lingkungan hidup akibat pengelolaan sampah ilegal. 

Rasio Ridho Sani, Dirjen Penegakkan Hukum LHK/KLHK 
“Jangan sampai terjadi seperti peristiwa meledak atau runtuhnya Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) di Leuwigajah Cimahi pada tahun 2005 yang telah menelan korban lebih dari 150 jiwa. Pembuangan sampah ilegal yang berada di bantaran sungai seperti ini tidak hanya mencemari tanah, air sungai, dan mengganggu kesehatan masyarakat, serta merugikan negara karena harus memulihkan lahan-lahan yang tercemar. Apalagi saat hujan, tumpukan sampah ilegal ini dapat mengalami longsoran. Hal ini tentu saja berbahaya bagi masyarakat serta lingkungan karena dapat masuk ke badan air sungai,” tegasnya (ma).

×
Berita Terbaru Update