-->

Notification

×

Indeks Berita

Peran Perempuan Di Hollywood Terlalu Dieksploitasi

2022-04-22 | 14.15 WIB Last Updated 2022-04-22T07:17:02Z
Artis Hollywood
Jakarta (WartaMerdeka) – Lebih dari 100 tahun sesudah wafatnya tokoh emansipasi perempuan RA Kartini, perlu dilihat bagaimana kondisi kaum perempuan. Ternyata potret perempuan di film-film Hollywood cenderung dieksploitasi dengan karakter pasif dan lebih menonjolkan atraksi seksual.

Hal ini disampaikan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, dalam Webinar di Jakarta (21/4) bertopik “Perempuan Sekarang Membaca Kartini.” Pandangan Denny tersebut berdasar temuan Cindy Sherman, tokoh feminis AS kelahiran 1954, yang meneliti film Hollywood.

Denny juga mengungkap pandangan berbagai tokoh perempuan, terkait isu emansipasi perempuan dalam ekspresi seni rupa. Selain Sherman, ada kumpulan seniwati Guerilla Girls, yang dibentuk di New York pada 1985. Kelompok perempuan ini melawan seksisme dan rasisme. Mereka meneliti tentang gambaran perempuan di lukisan dan karya seni rupa lain yang ditampilkan di museum.

Mereka menyimpulkan, stereotip perempuan yang ditampilkan di museum-museum seni adalah ketelanjangan. “Apakah perempuan harus berpose telanjang, untuk bisa dimasukkan di museum-museum seni?” tanya mereka.

Denny JA
Ada lagi Mary Beth Edelson (1933-2021), pelukis AS yang melukis ulang lukisan terkenal karya Leonardo da Vinci, “The Last Supper,” yang menggambarkan Yesus dengan 12 muridnya. Oleh Mary Beth, Yesus dan 12 murid laki-laki itu diubah menjadi tokoh-tokoh perempuan.

“Hal ini menunjukkan, perempuan juga harus berperan di ritual-ritual agama dan otoritas kependetaan di institusi-institusi agama. Bukan cuma di ranah politik, ekonomi, dan ruang publik lainnya,” jelas Denny (dh).

Foto: Istimewa

×
Berita Terbaru Update