-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Kasau Hadiri Latgabma Super Garuda Shield

2022-08-05 | 14.47 WIB Last Updated 2022-08-05T07:51:28Z
Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo bersama Petinggi militer asing
Baturaja/Sumsel (WartaMerdeka) - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, menghadiri pembukaan latihan gabungan bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2022 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan (3/8)

Pembukaan latihan ditandai penyematan baret dan tanda peserta oleh Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Commanding General U.S. Army Pacific Command General Charles A. Flynn, kepada perwakilan peserta latihan.

Sebanyak 13 negara berpartisipasi dalam latihan bersama tersebut, yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Korea Selatan, India, Timor Leste, Kanada dan Prancis.

Latgabma SGS 2022 berlangsung dari 1-14 Agustus, di tiga lokasi berbeda, yakni Puslatpur Baturaja, Puslatpur Marinir Dabo Singkep, dan Puslatpur Amborawang.

Yang berbeda Latgabma kini dibanding Garuda Shield tahun lalu, dimana sebelumnya hanya TNI AD. Sekarang melibatkan tiga matra, yakni TNI AD, AU, dan AL.

Personel yang terlibat, sebanyak 5.069 orang, terdiri dari pasukan tiga matra yaitu TNI AD 1.995 personel, TNI AL 704 personel dan TNI AU 756 personel.

Sementara US Army mengirim 1.337 personel, Australia 91 personel, Jepang 110 personel, Singapura 52 personel, Malaysia 3 personel, Inggris 2 personel, Papua Nugini 5 personel, Timor Leste 4 personel, India 2 personel, Kanada 3 personel, Prancis 2 personel dan Korea Selatan 3 personel.
Kasau cek kesiapan prajurit peserta latihan
SGS 2022 merupakan latihan bersama tahunan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM). Latihan dirancang untuk memperkuat interoperabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerja sama dari pengalaman beberapa dekade, serta menciptakan komunikasi antarpersonel negara peserta latihan dalam suatu operasi bersama.

Ajang latihan juga untuk mendorong kerja sama regional atau internasional, termasuk untuk peningkatan kekuatan militer bagi negara-negara peserta latihan (bp).

Iklan

×
Berita Terbaru Update