-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

BMPT Terminator Evolusi Kendaraan Tempur Rusia

2022-09-21 | 17.35 WIB Last Updated 2022-09-21T10:36:34Z
Ranpur Rusia terus mengalami evolusi
Jakarta (WartaMerdeka) – Menyikapi kemajuan teknologi dan perkembangan akan kebutuhan, Rusia terus melakukan proses peremajaan maupun pembuatan baru kendaraan tempur, mengganti teknologi era Uni Soviet dengan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan serta melihat perkembangan yang terjadi di dunia Barat.

Tidak hanya itu, Rusia kembangkan teknologi persenjataan sebagai peralihan dari teknologi era Uni Soviet ke era baru Rusia.

Standarisasi

Modernisasi dalam jajaran Angkatan Darat Rusia dalam era baru sejalan dengan proses standarisasi dalam tubuh Angkatan Bersenjata, termasuk untuk pengembangan platform tempur universal dan kendaraan tempur.

Standarisasi melingkupi aspek operasional, alat-peralatan, termasuk penerapan/penggunaan teknologi dalam pertempuran. Untuk kendaraan antara lain, satu chassis dapat digunakan untuk berbagai modul dan peralatan khusus tanpa harus melakukan perubahan serius pada rancang-bangun maupun platform itu sendiri.

Penerapan yang telah dilakukan antara lain pada proyek yang telah dikembangkan dilapangan untuk peralatan tempur berat yang mencapai bobot 60 ton, seperti pada proyek tank ARMATA. Hasilnya berupa tank tempur utama maupun kendaraan tempur infanteri yang dikembangkanoleh enjinering teknologi Angkatan Darat Russia. Kedua jenis kendraan tempur beroda rantai tersebut; tank tempur Infanteri (IFV) ARMATA T-15 (Universal combat platform atau BMP-T-15) dan Tank Tempur Utama ARMATA T-14, keduanya merupakan buah karya UralVagonZavod

Corporation (UVZ - Rostec) – biasa juga ditulis dengan Uralvagonzavod. T-14 kemungkinan akan menggantikan Tank T-72M3 dan T-90.

Tank baru tersebut memiliki kubah yang tidak di awaki, awak kendaraan berada dalam kapsul khusus yang terlindung dari ancaman tembakan lawan. Posisi kapsul awak berada pada badan tank pada posisi di depan kubah. Setelah lulus uji dan digunakan dalam Parade Hari Kemenangan, pihak Kementrian Pertahanan berencana untuk membeli sebanyak 2.300 unit T-14 ARMATA MBT.

Phase berikutnya berupa kendaraan tempur dengan bobot hingga 25 ton yang hasilnya berupa kendaraan tempur beroda ban 8x8 VPK 7829 BOOMERANG – beroda ban dan IFV/APC KURGANETS-25 – beroda rantai. Kedua jenis kendaraan tersebut memiliki kompartemen mesin dibagian depan kendaraan. Penumpang kendaraan akan terlindung dari serangan langsung pihak musuh. Penempatan kompartemen penumpang dibelakang kendaraan untuk memudahkan keluar-masuknya personel dari dan ke kendaraan. Kemungkinan keduanya akan menggantikan BMP dan BTR-80.

Untuk BOOMERANG telah dilakukan uji pada batch pertama sebanyak enam unit. Sementara itu untuk kendaraan taktis, dikabarkan bahwa kontraktor VPK LLC telah mendapat order untuk membuat kendaraan taktis GAZ TIGR menjadi semi-mandiri - tanpa pengemudi (driverless), dilengkapi dengan senjata remote control kaliber 30mm, pengenalan dan penjejakan target dilakukan secara otomatis juga melalui kendali jarak jauh.

Selain itu ada juga self-propelled artillery (SPA) 2S35 KOALITSIYA-SV yang dapat menggantikan 2S19 MSTA-S SPA.

Yang ketiga berupa kendaraan tempur ringan disebut sebagai TYPHOON MRAP – Mine-Resistant Ambush Protected (AFV family). Dibuat sebagai platform multi-fungsi, beroda ban 4x4 (K4386) dan versi 6x6 (Kamaz 63969). Memiliki kemampuan lintas-medan, termasuk mengarung air sedalam dua meter, dengan daya jelajah di jalan raya secepat 100 km/jam. Susunan tempat duduk di dalam kabin belakang dengan sistem berbanjar menyamping, dengan tempat duduk yang dirancang secara ergonomis – terutama untuk punggung manusia dan dapat melindungi personel dari efek ledakan seperti dari ranjau darat dan IED.

Kendaraan didukung dengan sarana computer untuk memudahkan pengoperasiannya, dan terdapat layar LCD pada kompartemen penumpang untuk menyajikan informasi teknis kendaraan maupun tangkapan gambar dari kamera yang berada diluar kendaraan – walau dalam situasi disekitar kendaraan berkabut.

Standarisasi berikutnya berupa kebutuhan untuk kendaraan tempur modern dengan sistem modul. Terdapat sepuluh jenis yang berbeda; dua-, tiga-, dan empat-exle untuk truck KAMAZ yang baru – KAMAZ MUSTANG. KAMAZ sendiri membuat kendaraan lapis baja sendiri yang disebut sebagai VYSTREL dengan bahan dasar chassis truck.

Dalam program kendaraan ini, terdapat juga kendaraan taktis baru untuk menggantikan GAZ-66 yang melegenda. Setiap jenisnya dibuat dengan sistem komponen yang dapat saling dipertukarkan, sehingga apabila terjadi masalah teknis dilapangan dapat dengan mudah dilakukan perbaikkannya. Selain itu ditawarkan juga platform untuk rangkaian sistem senjata, misalkan penggantian unit empat-axle pada sistem senjata anti serangan udara (PSU) PANTSIR yang berbobot 24 ton.

Tujuan dari standarisasi antara lain untuk menekan biaya pemeliharaan serta meningkatkan efisiensi, dimana satu chassis platform dapat digunakan dalam berbagai jenis kendaraan tempur dalam unit-unit tempur dalam satu divisi.

Sebagai contoh; Sistem senjata misil Pertahanan Serangan Udara (PSU) lapis baja dengan chassis truck KAMAZ juga dapat digunakan pada chassis crawler atau unit senjata lainnya.

Pengembangan BMPT

Kendaraan tempur BMPT Terminator – disebut Terminator bukan merupakan penamaan resmi, tetapi untuk alasan publikasi dari rancang bangunnya – merupakan kendaraan pendukung tempur yang utamanya ditujukan untuk dioperasikan diwilayah urban. BMPT sendiri mereupakan kependekan dari “Boyevaya Mashina Podderzhki Tankov” (Tank Support combat vehicle).

Pengembangan kendaraan tempur dilakukan berdasarkan pengalaman pertempuran di Afghanistan dan Perang Chechen yang pertama. Dari beberapa prototype yang dibuat selama pengembangan – diantaranya Object 193A, Object 745, Object 781, Object 782 (masih pada era Uni Soviet), dan Object 199. Akhrnya dipilih prototype Object 199 “Ramka” yang dipublikasikan pada musim panas tahun 2000.

Pada awal 2005 dalam jumlah terbatas prototype diserahkan kepada Angkatan Darat Rusia guna di uji dan evaluasi, setelah masuk tahap produksi terbatas, Ranpur diberi nama BMPT yang selanjutnya setelah berbagai tahap pengembangan/penyempurnaan disebut sebagai BMPT-72 “Terminator 2”. Hingga tahun 2013, pengguna BMPT hanyalah Angkatan Darat Kazakhstan.

Dibangun menggunakan dasar tank T-72 tanpa kubah aslinya. Kubah baru dirancang untuk mengakomodasi beberapa jenis persenjataan, dari senapan mesin berat hingga auto-cannon dan misil. Badan kendaraan di tambah dengan superstructure sehingga dapat lebih luas untuk menampung awak kendaraan.

Ragam persenjataan ditujukan untuk menghadapi sasaran dari target ringan (soft target) sampai dengan yang kelas berat (hard target) termasuk heavily armored target. Namun BMPT ini bukanlah pengganti tank – tank substitute – yang dapat beroperasi diluar kawasan urban. Kelebihan lain dari Tank, BMPT memiliki senjata yang sudut elevasinya dapat mengarah ke berbagai posisi target, seperti atap bangunan dan struktur tinggi lainnya.

Sebelum final pada TERMINATOR, awalnya terdapat dua prototype pilihan yaitu; Object 781 dan Object 782, keduanya dikembangkan oleh Chelyabinsk yang di ketuai oleh V.L. Vershinsky, dengan menggunakan bahan dasar chassis tank T-72B. Alasan pemilihan tersebut diambil dari pengalaman pengoperasian seri BMP-1 dan seri BMD dalam peperangan di Afghanistan yang mampu melindungi diri dari serangan senjata anti-tank portable seperti RPG dan yang sejenis.

Namun terdapat kekurangan dalaam sudut elevasi persenjataan – yang disempurnakan dalamBMP-2. Sehingga pihak lawan melakukan serangan dari ketinggian. Kedua prototype tersebut sekarang disimpan dalam Museum Tank Kubinka.

Object 781 menggunakan dual-turret, disetiap turret dilengkapi senjata aauto-cannon 2A72 caliber 30mm, sejenis dengan 2A42 yang biasa dipasang pada pesawat helikpter serbu dan IFV. Dan senjata lain berupa senapan mesin PKT caliber 7,62mm, serta misil (diperkirakan 9M133 Konkurs).

Sedangkan Object 782 menggunakan satu kubah dipersenjatai dengan low-recoil gun 2A70 kaliber 100mm dan auto-cannon 2A72 kaliber 30mm yang saling terhubung satu-sama-lain – mirip dengan senjata pada BMP-3. Dilengkapi juga dengan dua unit pelontar granad caliber 40mm – satu pada kubah dan satu pada badan kendaraan. Pilihan jatuh pada Object 781, namun karena perubahan situasi politik Uni Soviet menjadi Russia, program tersebut akhirnya tidak dilanjutkan.

Program kendaraan tempur baru akhirnya muncul lagi di awal era 2000an dengan proyek barunyang disebut sebagai Object 199 dengan sebutan “RAMKA”, yang dikemudian hari dikenal sebagai BMPT Terminator, dan mock-up nya diperlihatkan ke public pada tahun 2001, dan proyek secara dinyatakan resmi pada tahun 2002.

Rancangan awalnya dipersenjatai dengan satu unit auto-cannon 2A42 kaliber 30mm dan empat ATGM 9M133 KORNET, dengan dua pelontar granad AG-17 serta satu pucuk senapan mesin PKTM caliber 7,62mm. Perkembangan selanjutnya, untk auto-cannon menjadi dua pucuk dan misil KORNET diganti dengan ATGM 9M120 ATAKA. Versi awal dari Terminator disebut sebagai BMP-T, dan versi barunya BMPT-72.

Persenjataan
2 unit autocannon 2A42 kaliber 30mm:

Auto-cannon 2A42 memiliki jarak tembak efektif 4000 meter, distabilkan dengan dua planes, memiliki kemampuan penembakan rata-rata dari yang terrendah 200 butir munisi per menit hingga 800 butir munisi per menit, rotasi kubah 360 derajat, elevasi dari -5 derajat hingga +45 derajat.

4 unit peluncur misil 9M120 ATAKA:

Senjata berikutnya berupa misil anti-tank 9M120 ATAKA 130mm – kode industry B07S1 – yang dapat menembus lapisan baja homogeneous dilapisi ERA dengan tedalaman penembusan 800 mm menggunakan munisi jenis HEAT – High-Explisive Anti-Tank. Misil ini dipandu oleh semi-otomatis sinar laser dengan sudut elevasi yang fleksibel, sekitar -10 derajat hingga +25 derajat. Flight velocity 550 meter/detik, jarak jangkau maksimum 5800 meter. Dikendalikan melalui perangkat kendali VIAM 461112.001 yang berada di dalam kompartemen awak.

1 unit senapan mesin coaxial PKTM caliber 7,62mm:

Senapan mesin PKTM caliber 7,62mm memiliki jarak tembak 1500 meter, dengan kecepatan proyektil tinggal laras 850 meter/detik, penembakan rata-rata 700-800 butir proyektil per menit. Sudut elevasi sama dengan sudut elevasi pada auto-cannon, karena memiliki dudukan (oscillating platform) yang sama.

2 unit pelontar granad AG-17D:

Pelontar granad yang digunakan pada BMPT berupa dua unit AG-17D Plamya caliber 30mm. Kemempuan pelontaran rata-rata 400 butir per menit dengan kecepata tinggal laras yang rendah, sekitar 185 meter/detik, jangkauan lontar dari 7 meter hingga 1700 meter. Sudut tembak untuk pelontar granad di bagian kanan dari 5 derajat ke kiri hingga 27 derajat ke kanan, dan pada pelontar di bagian kiri memiliki sudut tembak dari 27 derajat ke kiri dan 5 derajat ke kanan, dilengkapi dengan horizontal stabilization. Sudut depresi pelontar granad -5,5 derajat, dan sudut elevasinya +20 derajat – tanpa vertical stabilization.
BMPT Terminator miliki banyak keunggulan di kelasnya

Data Platform

TERMINATOR menggunakan sistem propulsi kendaraan tempur diantaranya; mesin diesel multi-bahan bakar V-84MS, 4-stroke 12-silinder dengan pendingin cairan, supercharger type gear-driven centrifugal menghasilkan kekuatan 840 hp, atau; mesin diesel turbocharger multi-bahan bakar V-92S2, 4-stroke 12-silinder dengan pendingin cairan berkekuatan 1.000 hp. Transmisi; 7 gigi maju dan satu gigi mundur.

Mekanikal power train BMPT-72 terdiri dari unit gear transmisi, dua final gear-boxes, dan satu coaxial final drive.

Untuk penghasil tenaga listrik, digunakan generator diesel DGU 5-P27.5-VM1 yang dapat menghasilkan daya listrik sebesar 5kW, atau DGU 8-P27.5-VM-1 yang dapat menghasilkan daya listrik sebesar 8kW. Posisi generator berada pada kompartemen berlapis baja yang dipasang pada pelat sebelah kiri diatas posisi roda rantai.

Spesifikasi BMPT

Ukuran: Panjang 7,20 meter, Lebar 3,37 meter, Tinggi 3,80 meter. Bobot tempur: 48 ton. Awak: 5 personel (Pengemudi, Danran, Petugas senjata, 2 operator). Suspensi: Torsion bar disetiap sisi, termasuk enam roda jalan, setiap sisi masing-masing satu roda penegang dibagian depan dan satu roda penggerak dibagian belakang, dan tiga roda lincir dibagian atas roda jalan. Shock absorber dipasang pada roda jalan ke-1, ke-2 dan ke-6.

Pada bagian atas sebelah depan suspensi dilindungi pelat tahan peluru, dan bagian belakangnya dengan slat armor. Alat armor juga disebut sebagai bar armor, cage armor, dan standoff armor – merupakan jenis pelindung lapis baja yang tahan terhadap hantaman proyektil jenis HEAT – High-Explosive Anti-Tank, ataupun hantaman RPG. Slat armor juga cukup efektif terhadap hantaman misil – tidak sepenuhnya melindungi, tetapi dapat mengurangi efek yang ditimbulkan setidaknya hingga 50%.

Kecepatan platform rata-rata di jalan raya: 60 km/jam, jarak tempuh 550 km, dengan tambahan tanki bahan bakar eksternal. Total produksi sampai dengan 2021 diperkirakan 15 unit.

Spesifikasi BMPT-72

Ukuran: Panjang 7,20 meter, Lebar 3,33 meter, Tinggi 3,60 meter. Bobot tempur: 44 ton. Ada yang memberitakan bahwa BMPT-72 menggunakan chasis tank tempur T-90. Awak: 3 personel (Pengemudi, Danran, Petugas senjata). Suspensi: Torsion bar di setiap sisi, termasuk enam roda jalan, setiap sisi masing-masing satu roda penegang dibagian depan dan satu roda penggerak dibagian belakang, dan tiga roda lincir dibagian atas roda jalan. Shock absorber dipasang pada roda jalan ke-1, ke-2 dan ke-6. Pada bagian atas sebelah depan suspensi dilindungi pelat tahan peluru, dan bagian belakangnya dengan slat armor.

Varian ini menggunakan mesin penggerak dengan dua alternative; pertama atau aslinya berupa mesin diesel B84MC berkekuatan 850 hp, atau mesin diesel B92C2 dengan kekuatan 1.000 hp. Kedua jenis mesin tersebut berupa mesin diesel 12 silinder model-V, berbahan bakar multi-fuel, liquid cooler. Mesin diesel B92C2 merupakan jenis turbo supercharger, selain bertenaga tinggi juga lebih efisien. Mesin terhubung dengan transmisi yang bekerja secara hidaulis dengan tujuh gigi maju dan satu gigi mundur. Untukmemperpanjang waktu operasinya, BMPT-72 memiliki auxiliary power unit.

Kecepatan rata-rata di jalan raya: 60 km/jam, jarak tempuh 500 km dengan tambahan tanki bahan bakar eksternal. Jumlah produksi: tidak ada informasi akurat.

Untuk varian Terminator-3 yang menggunakan chassis T-15 ARMATA, suspensinya berupa: Torsion disetiap sisi, termasuk tujuh roda jalan, setiap sisi masing-masing satu roda penegang dibagian depan dan satu roda penggerak dibagian belakang, dan enam roda lincir dibagian atas roda jalan. Diperkirakan Terminator-3 dipersenjatai dengan cannon 2A91 kaliber 57mm – AU220M Baikal – integrasi dengan UAV.

Bahan Lapis baja pada kendaraan: Lapis baja dasar, Pada bagian depan dan kaca (glasic) dilapisi Explosive Reactive Armor (ERA), dan pada bagian belakang berlupa slat armor.

Kubah nir-awak BMPT-72 atau Terminator 2 sepenuhnya menerapkan teknologi electromechanical yang sangat stabil, dengan profil yang lebih rendah dan perlindungan yang lebih baik. Senjata utamanya dua autocannon 2A42 kaliber 30mm, satu senapan mesin coaxial PKTM caliber 7,62mm, 2 unit peluncur misil anti-tank ATAKA-T – Misil 9M1201 dapat dipersenjatai dengan dua jenis hulu ledak; hollow-charge, dan high-explosive concrete-piercing.

BMPT-72 memiliki sistem computer untuk kendali penembakan dengan multichannel sighting system dan sistem gelar senjata dengan tingkat akurasi yang tinggi. Bekal munis dalam kubah berupa 850 butir munisi 30mm dan 2.100 butir munisi 7,62mm. Kubah dapat berputar 360 derajat, dengan sudur elevasi senjata misil dari -5 derajat hingga +25 derajat, untuk senjata cannon dan senapan mesin dari -5 derajat hingga +45 derajat. Jarak tembak misil 6.000 meter, jarak tembak cannon 2.500 meter untuk menghadapi kendaraan lapis baja ringan dan 4.000 meter untuk menghadapi kendaraan taktis ringan serta pasukan.

Kendaraan memiliki peindung tabir untuk melindungi diri dari penandaan laser target-designator dan laser rangefinder. Enam pelontar granad asap dipasang pada setiap sisi kubah.

BMPT-72 diawaki oleh tiga personel saja, tidak seperti varian BMP-T yang diawaki oleh lima personel. Ruang pengemudi berada di tengah bagian depan hull, Danran dan petugas/operator senjata berada dibelakang pengemudi. Pada posisi Danran terdapat panoramic sight, sementara pada operator senjata dilengkapi periscope untuk siang hari dengan bidang pandang 360 derajat.

Badan dan kubah kendaraan dibuat dari baja tahan peluru dan di integrasikan dengan sistem proteksi mutakhir dengan explosive reactive armor (ERA) pada bagian depan kubah, modul tambahan ERA pada pelat kaca, dan appliqué ERA pada bagian sisi body kendaraan serta kubah. Bagian belakang kubah dan kendaraan dipasangi slat armor untuk meningkatkan sistem proteksi termasuk terhadap serangan senjata RPG. Unit peluncur misil dilindungi dengan tameng berupa plat tahan peluru untuk melindungi sistem peluncur dari ancaman pecahan proyektil munisi artileri maupun tembakan senjata kaliber kecil.

Ada yang menarik pada varian BMPT-72, dibagian depan kendaraan- dalam posisi agak rendah - dipasangi dozer blade yang fungsinya untuk membersihkan rintangan dan untuk mempersiapkan posisi penembakan. Pengoperasian dozer blade hanya akan memakan waktu paling lama dua menit. Sehingga dengan adanya dozer blade apabila terdapat rintangan pada jalur yang akan dilalui, tidak pelu lagi memanggil dukungan unit Zeni tempur. Untuk melalui genangan air, tanpa persiapan dapat mengarung kedalaman 1,20 meter, atau dengan persiapan dalam waktu yang singkat (sekitar 15 menit) dapat mengarung kedalaman air 1,80 meter. Bila dipasangi sistem snorkel, BMPT-72 dapat mengarungi air dengan kedalaman maksimum 5 meter.

Perangkat kendali penembakan pada BMPT-72 merupakan versi yang mutakhir, dapat digunakan sebagai observasi rintangan, lokasi target dan pendeteksian pada posisi platform dalam perjalanan, baik pada siang maupun malam hari. Selain itu juga terdapat laser rangefinder.

Danran dan petugas/operator senjata dapat mendeteksi target dalam jarak 5.000 meter melalui kanal pembidik, dan 3.500 meter melalui kanal thermal. Komputer digital dikendaraan dilengkapi dengan set sensor cuaca dan topographi.

Pengerahan

Setelah melalui proses yang panjang, pada Nopember 2021 Kementrian Pertahanan Russia akhirnya memutuskan untuk mengadopsi kendaraan tempur BMPT “Terminator”. Unit BMPT di atur dalam dua Resimen Tank dari Divisi Panzer (TD) ke-90. Selanjutnya juga akan ditempatkan pada Resimen Senjata Bermotor.

BMPT Terminator telah melalui rangkaian uji yang panjang, baik untuk peperangan kota, peperangan di perbukitan, dan uji tempur sebagai kendaraan tempur anti-tank. Dalam taktik dan strategi tempur, BMPT disandingkan dengan Tank dengan fungsi utama untuk melumpuhkan prajurit dan persenjataan lawan, sehingga Tank akan terfokus dalam menghadapi target lapis baja lawan.
Ranpur ini sudah diuji coba di berbagai medan
Ada pandangan yang skeptis tentang BMPT ini, selain harganya lebih mahal dari Tank, persenjataannya juga dianggap berkaliber kecil. Namun bila dilihat dari segi peruntukannya, BMPT memang bukan dikelaskan sebagai tank tempur selayaknya T-90 atau T-14 Armata, tetapi lebih ditujukan sebagai kendaraan tempur untuk urban warfare, dan dalam pengerahannya akan berdampingan dengan Tank.

Selain memiliki daya gempur yang tinggi, BMPT juga dapat difungsikan sebagai pengintai, atau sebagai pertahanan titik (point defence) dalam sistem pertahanan. Terlebih lagi dalam menghadapi ancaman lawan yang juga menggunakan drone, seperti halnya yang terjadi dalam peperangan di Ukraina saat ini. Sebagai pertahanan titik, BMPT akan berada pada lapis ke-tiga dari sistem pertahanan, sehingga ia akan berada di wilayah urban. Dalam menghadapi ancaman drone, BMPT akan mendapat dukungan dari sistem pertahanan terluar (Outer defence) dan pertahanan wilayah (area defence). Dengan demikian drone yang lolos ke daerah pertahanan wilayah biasanya sudah dikacau frekuensinya, sehingga dalam meluncurkan misil yang dibawanya akan salah sasaran, dan tidak mustahil justru menghantam gedung atau sarana sipil (non combat). Dan, dapat dicerna bahwa jarang drone yang kembali kepada operatornya, karena frekuensinya di kacau, mengakibatkan drone jatuh atau mendarat ditempat yang tidak seharusnya.

Menurut berita yang diperoleh dari kalangan intelijen Barat (Western intelligence inputs), pihak Russia dalam peperangan di Ukraina telah mengerahkan kendaraan tempur BMPT “terminator” dan versi barunya BMPT-72. Dan, menurut bulletin intelijen yang dirilis oleh British Ministry of Defence – dalam peertempuran yang sedang berlangsung di Ukraina, Russia telah mengerahkan Kompi BMP-T Terminator ke jalur Severodonetsk dari serangan ke Donbas.

Berita lainnya dari sumber yang sama mengatakan bahwa kekuatan unit BMPT Terminator yang penampilannya mirip dengan Central Grouping of Force (CGF) – hanya Angkatan Darat Russia yang menerjunkan formasi kendaraan tempur seperti itu. CGF menurut bulletin British MoD, mengalami kerugian besar saat gagal menembus wilayah timur Kyiv pada saat awal-awal invasi.

Kemungkinnan data-data intelijen tersebut dapat ditinjau keabsahannya, mengingat dalam strategi serangan tidak mungkin BMPT diturunkan pada tahap awal, mengingat karakteristik dan peruntukkannya. BMPT bukanlah sebagai kendaraan tempur pendobrak, tetapi sebagai kendaraan tempur pendukung. Biasanya dalam pengerahan di wilayah pertempuran, kendaraan tempr pendukung akan berada pada posisi di lini belakang wilayah pertempuran atau di wilayah FEBA – Forward End Battle Area (M.ALI Haroen).

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update