-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Bulan Cinta Laut Ajak Masyarakat Peduli Sampah Laut

2022-10-28 | 09.05 WIB Last Updated 2022-10-28T02:05:16Z
Menteri KP Trenggono menjelaskan proses penanganan sampah ke Menko Luhut
Bali (WartaMerdeka) – Selama bulan penuh Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) dilaksanakan, maka menjadi langkah konkret penanganan sampah laut yang berkelanjutan. Karena melibatkan seluruh stakeholder, termasuk nelayan yang menangkap ikan di laut.

"Saya apresiasi sekali untuk Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono yang telah mengadakan Gernas BCL. Kita libatkan nelayan kita untuk ikut turut menjaga laut dari sampah yang ada," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan di Bali (27/10).

Dalam sebulan Gernas BCL yang diadakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di seluruh wilayah Indonesia, nelayan diajak untuk mengambil sampah plastik dari laut yang nantinya dapat ditukarkan per kilogramnya dengan harga setara dengan harga ikan per kilogramnya.

Gernas BCL ini diharapkan dapat dilakukan setiap tahun dalam kurun waktu satu bulan dengan harapan tercipta penangkapan ikan berkelanjutan, adanya kepedulian akan lingkungan laut dari sampah, serta terselenggaranya pengembangan konsep blue economy dan blue carbon di Indonesia.

MenKP Trenggono mengungkapkan, hingga kini sekitar 80% persen sampah laut Indonesia berasal dari darat, dimana 30 persen dari sampah tersebut dikategorikan sebagai sampah plastik. "Setiap tahunnya, 1.29 juta ton sampah plastik yang turut dipengaruhi oleh pasang surut ombak masuk ke perairan Indonesia dan berkontribusi terhadap akumulasi sampah lokal," papar Trenggono.

Menurut Trenggono, Gernas BCL merupakan langkah konkrit KKP dalam upaya untuk mengedukasi kesadaran nelayan dan masyarakat, serta mengkampayekan pentingnya menjaga laut agar tetap bersih sehingga ekosistem laut menjadi sehat.

Gernas BCL dilaksanakan di 14 kabupaten/kota di 14 provinsi secara serentak sejak 1-31 Oktober 2022. Selain di Kabupaten Badung, Bali kegiatan ini juga dilaksanakan di Kota Banda Aceh, Kota Medan, Kota Padang, Kota Tanjungpinang, Kota Serang, Kota Cirebon, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kubu Raya, Kota Balikpapan, Kota Kendari, Kota Manado, Kota Sorong, dan Kota Merauke.

Hingga hari ini, sambungnya, jumlah sampah yang telah terkumpul dari seluruh lokasi adalah sebesar 67,34 ton dengan jumlah nelayan yang terlibat adalah 1.477 orang. Dari hasil pencatatan, lokasi yang paling aktif adalah Kota Padang yang berhasil mengumpulkan 10.9 ton sampah.

"Sampah dari laut yang telah berhasil dikumpulkan oleh para nelayan ini selanjutnya akan dipilah sesuai dengan jenisnya dan ditimbang untuk menentukan besaran insentif yang akan diterima. Sampah selanjutnya akan dibawa ke tempat penampungan sampah atau proses daur ulang untuk dijadikan produk yang bernilai," terang Trenggono.
Kegiatan bersih sampah laut juga melibatkan TNI AL
Perlu diketahui, Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk pengurangan kebocoran sampah ke laut sebesar 70% sampai 2025, sebagaimana tertuang di Rencana Aksi Penanganan Sampah Laut (RAN-PSL) 2018-2025. Dalam 3 tahun terakhir ini, melalui sinergi berbagai pihak, Indonesia sudah berhasil melakukan pengurangan kebocoran sebesar 28,5% pada 2021. Masih perlu ditingkatkan adanya usaha pemerintah untuk mencapai target 70% dalam 3 tahun ke depan.

"Saya minta agar KKP dan TNI AL, bisa bersinergi mengerahkan seluruh armadanya yang berlayar untuk bisa mengumpulkan sampah. Jadi sebelum bersandar, kapal yang mau bersandar milik KKP dan TNI AL harus mengumpulkan sampah dahulu. Ini nantinya bisa membantu mempercepat target RAN-PSL kita," pesan Luhut dihadapan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dan Gubernur Bali Wayan Koster (ma).

Iklan

×
Berita Terbaru Update