-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Konfederasi Asia Afrika, Solusi Sepakbola Dunia !!!!

2022-10-03 | 22.54 WIB Last Updated 2022-10-03T16:12:55Z

Jakarta (WartaMerdeka) – Tidak dapat dipungkiri beberapa negara yang berada dikawasan Asia Afrika, mempunyai andil besar dalam sejarah perhelatan sepak bola dunia. Tapi melihat peluang negara-negara dikawasan tersebut untuk ikut berlaga dipentas sepakbola dunia, sama halnya seperti Jauh Api dari Panggang, semua terlihat didominasi kawasan Eropa dan sekitarnya.

Sejak tahun 90-an, FIFA nyaris telah berhasil mengubah organisasi persepakbolaan di berbagai belahan dunia, menjadi gurita besar yang dikendalikan secara sentralistik dari markas FIFA di Zurich, Swis. Sadar atau tidak sadar, anggota FIFA seperti PSSI tidak hanya mengubah kiblatnya tetapi juga telah meninggalkan akar dan kultur sepak bola populis (rakyat).

Setelah era globalisasi menggurita, nyaris tak ada negara yang tak bermimpi untuk bergabung bersama Football International Federation Agencies (FIFA). FIFA kini telah berkembang menjadi organisasi yang sangat bergengsi dan kaya, tidak ubahnya Trans National Corporations (TNC;s). 

Dan menjadi Presiden atau Sekretaris Jenderal FIFA adalah kehormatan yang bisa memposisikan, siapapun sejajar dengan petinggi Wold Bank, PBB atau WTO atau chief executive officer (CEO) sebuah TNC’s. Menjadi pesepakbola yang bermain di dalam kompetisi yang dinaungi FIFA adalah, alamat uang mengalir terus ke dalam kantong. Ibarat pekerja yang punya majikan kaya dan berpengaruh.

Hegemoni FIFA terhadap persepakbolaan di berbagai belahan dunia, dapat dilihat dari beberapa aspek. FIFA telah menjadikan berbagai putaran kompetisi bergengsi di negara manapun sebagai sumber keuntungan ekonomi. 

Melalui putaran kompetesi dan raupan keuntungan dari hasil iklan, penjualan tiket, penjualan hak siaran, dan iuran atau setoran dari setiap pertandingan, FIFA membangun diri menjadi institusi ekonomi dengan keuntungan besar. 

Dalam putaran sejarah FIFA, kekuatan ekonomi FIFA ditopang oleh berbagai perusahaan raksasa seperti Adidas, Coca-cola, Sonny, Emirates, Hyundai-KIA Motors, Visa, dan perusahaan besar lainnya seperti Nike, JVC, MasterCart, Kodak, dan Philips. Belum lagi melalui penjualan hak siaran TV yang dikendalikan secara sentralistik oleh manajemen FIFA. 

Untuk mengukuhkan hegemoni dan kontrol atas sumberdaya ekonomi sepak bola dunia, FIFA menggunakan berbagai perangkat aturan seperti sponsorship guidelines dan media guidelines, selain statuta dan electoral code yang mengatur tatanan organisasi dan keaanggotaan FIFA.

Sudah saatnya, Negara-negara di kawasan Asia Afrika, untuk bisa menentukan nasib persepakbolaannya sendiri, yaitu dengan membentuk Konfederasi Sepak Bola Asia Afrika, yang beranggotakan, yaitu:
• Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dengan jumlah 47 Negara
• Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) dengan jumlah 56 Negara 

Apabila semua Negara tersebut bergabung, Totalnya menjadi 103 Negara anggota Konfederasi Sepakbola Asia Afrika atau disingkat menjadi (AAFC). Karena, sudah saatnya hegemoni FIFA dalam persepakbolaan dunia harus segera dihentikan.(FMawero)

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update