-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Tragedi Kanjuruhan Pelajaran Manis Perbaiki Sepak Bola Indonesia

2022-10-14 | 12.29 WIB Last Updated 2022-10-14T05:29:11Z
Tragedi Kanjuruhan harus jadi pemicu koreksi tata Kelola sepakbola
Jakarta (WartaMerdeka) – Tragedi Kanjuruhan harus menjadi titik tolak untuk memperbaiki sepak bola Indonesia menuju prestasi. Indonesia harus mengubah tata kelola, agar berujung pada naiknya peringkat Indonesia dari urutan ke-152 ke peringkat yang lebih tinggi.

Hal itu diungkapkan oleh Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, dalam Webinar yang membahas tragedi Kanjuruhan, di Jakarta (13/10). Diskusi dipandu oleh Anick HT dan Amelia Fitriani.

Denny JA menuturkan, organisasi sepak bola dunia FIFA telah mmbuat peringkat 20 negara berprestasi terbaik dalam sepak bola. Ini ini disusun berdasarkan hasil pertandingan diakui FIFA. Sistem peringkat FIFA dibuat mengikuti sistem Elo Rating pemain catur dunia. Per 6 Oktober 2022, tujuh negara dengan peringkat teratas FIFA adalah Brasil, Belgia, Argentina, Prancis, Inggris, Italia, Spanyol.
Banyaknya korban jadi perhatian masyarakat dunia
Sayangnya dalam data FIFA itu, Indonesia berada di peringkat 152, jauh di bawah. Jika dilihat di zona ASEAN, peringkat Indonesia berada di bawah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Peringkat Indonesia berada di atas Myanmar dan Singapura. Terkait tragedi Kanjuruhan, Denny menyebut, banyak korban Kanjuruhan mengalami pendarahan mata hingga trauma.

Dalam pendataan, korban Kanjuruhan tercatat mencapai 705 orang. Terdiri dari 130 korban meninggal dunia, dan 575 korban luka-luka. “Angka ini masih bisa berubah, karena dari yang luka itu ada yang lukanya serius,” ulas Denny. Kondisi parah itu terlihat pada korban Fabianca Cheendy Chairun Nisa, 14 tahun. Retina matanya sampai detik ini tidak ada warna putihnya (dh).

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update