-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

“Tuanku Ya Rakyat, Gubernur Cuma Mandat”

2022-10-05 | 14.48 WIB Last Updated 2022-10-05T08:01:50Z

Jakarta (WartaMerdeka) – Itulah tulisan di Bio Akun twitter Sang Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang begitu fenomenal disetiap aksi sidaknya dilapangan. Mungkin dikarenakan, Kesukaannya membaca buku-buku Soekarno, menjadikannya aktivis yang sering terlibat dalam gerakan-gerakan melawan Soeharto. 

Sebagai seorang Marhaenis sejati. Ia lalu didapuk menjadi pengawal Putri Sang Proklamator itu melewati berbagai prahara politik. Dari Peristiwa Kudatuli, lengsernya Soeharto, hingga PDI Perjuangan berhasil mengikuti pemilu pada 1999.

Tapi orang baru mengenal Ganjar saat dirinya menjadi Anggota DPR RI periode 2004-2009 dan 2009-2014. Di akhir periode kedua, Megawati menugaskannya maju di Pilgub Jateng 2013, Untuk memimpin Propinsi Jawa Tengah dengan 35 Kabupaten Kota, dengan populasi 37,31 juta jiwa per tahun 2022.

Begitu dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar langsung menggebrak dengan memberantas berbagai pungli di sejumlah sektor. Yang paling fenomenal adalah sidak di Jembatan Timbang Subah pada 27 April 2014. 

Beberapa Gebrakan Sang Gubernur, antara lain: 
1.  Memutus jual beli jabatan di Pemprov Jateng, dengan menerapkan sistem lelang jabatan yang didahului tes kompetensi. 
2. Membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Tengah, khusus untuk siswa miskin berprestasi. 
3. Menerapkan kurikulum pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah. Dan mendapat penghargaan KPK 2015-2017, serta 4 penghargaan terkait LHKPN ditahun 2020.
4. Beragam inovasi dan terbobosan Ganjar juga mengantarkan Jateng meraih juara perencanaan pembangunan terbaik dari Bappenas 2019 -2020.
5. Pemerintah pusat juga mempercayakan pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang. Baru 3 bulan diresmikan, sudah ada satu pabrik kaca internasional yang memastikan membangun pabrik di Batang. 
6. Program Ngopi Bareng, Yakni ngobrol di angkringan atau emperan rumah warga, dengan beragam kalangan. 
7. Merenovasi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Bandara yang sempat dicap terburuk se-Nusantara itu berubah menjadi megah dan membanggakan.
8. Membangun dua bandara baru Ngloram di Blora dan Jendral Sudirman di Purbalingga.
9. Jalan Tol Trans Jawa (Tol Brebes-Semarang-Solo) (Tol Semarang-Demak, Tol Bawen-Jogja, dan Tol Solo-Jogja)

Ganjar percaya, kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan yang baik adalah pilar kedamaian bangsa. Ia adalah pribadi bersahaja dan religius yang akrab dengan para pemuka agama. Rutinitas yang dilakukan, antara lain:
• Rutin menggelar Jateng Bershalawat
• Rajin mengunjungi para Kyai dan Habaib
• Membina hubungan baik dengan para Romo, Pendeta, pemuka agama Buddha, Hindu, Khong Hu Cu, hingga penganut aliran kepercayaan.

Itulah mengapa ia sangat keras menolak intoleransi dan radikalisme. Belum ada Gubernur lain, terutama di Jawa yang setegas Ganjar dalam perang melawan ideologi yang menolak Pancasila. Upaya melalui jalur pendidikan dan gerakan secara persuasif dikedepankan, seperti saat mengunjungi para eks narapidana terorisme, yang dulu membuat bom dan meneror Negara.

Karena hakikatnya setiap pemimpin adalah pelayan masyarakat. Yang bisa menjadi antara pusat dan daerah, jembatan antara rakyat dan birokrat, jembatan antar kalangan dan kelompok baik agama, sosial, hingga organisasi kemasayarakatan. 

Karena, Ganjar Sang Jembatan Perubahan !!!!
(FMawero)

Foto: Istimewa

Pernah tayang/diunggah di https://www.depokini.web.id/

Iklan

×
Berita Terbaru Update