-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Hadapi Krisis Global, Kerjasama Internasional Harus Lebih Mengemuka

2022-11-18 | 07.40 WIB Last Updated 2022-11-18T00:40:09Z
Pesan G20 tentang Kerjasama internasional harus berkelanjutan
Jakarta (WartaMerdeka) – Begitu banyak problem yang datang saat ini, yang melampaui otoritas negara nasional. Sehingga isu global governance, suatu kerjasama internasional yang jauh lebih kokoh, adalah sebuah keniscayaan untuk mengatasi masalah-masalah global yang datang.

Hal itu diungkapkan oleh Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA, dalam Webinar yang membahas G20 dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia. Webinar itu berlangsung di Jakarta (17/11).

Sebagai narasumber adalah Muhammad Akbar F Annahl, dari Researcher Center of Economic and Law Studies (CELIOS). Diskusi tentang ancaman politik identitas itu dipandu oleh Swary Utami Dewi dan Amelia Fitriani.

Menurut Denny, selama ini kepentingan nasional adalah motif paling kuat dalam hubungan internasional. “Sebuah negara akan mengambil perjanjian internasional atau menghindarinya berdasarkan hitungan seberapa jauh ia menguntungkan atau merugikan kepentingan nasional,” tuturnya.

Tetapi zaman sudah berubah. Ini era ketika dunia sudah saling terkoneksi. Banyak isu yang sudah melampaui batas-batas negara, sehingga kerja sama antarnegara menjadi keniscayaan. Denny memberi contoh. Pertama, masalah pandemi. Kedua, pencemaran lingkungan hidup. Ketiga, pengungsi politik.

Banyak pengungsi asal Suriah tersebar ke negara tetangga Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Turki, bahkan ke negara Eropa. Keempat, isu kejahatan internet (cybercrime). Kelima, fenomena perang dagang.

Tentang KTT G20 di Bali 2022, Denny menganggapnya menarik karena ada tiga hal besar yang melatarbelakanginya. Yaitu: akhir dari pandemi Covid-19, perang Rusia vs Ukraina, dan bayangan resesi ekonomi dunia 2023. Kata Denny, manfaat langsung dari KTT G20 ini adalah masukan devisa dari begitu banyak delegasi negara-negara G20, dan menghidupkan sektor hospitality. Juga menghidupkan konsumsi domestik.
Masalah pandemi menjadi isu global
Begitu banyak hal yang dilakukan untuk KTT G20 ini. “KTT ini mengoptimalkan peran UMKM yang meramaikan perhelatan ini, serta menyerap tenaga kerja. Ekonomi Bali juga tumbuh positif setelah minus di era Covid,” tambah Denny.

Denny menyatakan, “Kita berharap lebih dari G20 Bali karena kita butuh global governance, yakni manajemen proses-proses global di tengah absennya global government. Kita ingin G20 ini diperkuat lagi (lw).

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update