-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Indonesia Patok Datangkan 7,4 Juta Wisman Pada 2023

2023-01-15 | 17.10 WIB Last Updated 2023-01-15T10:10:52Z
Menparekraf Sandiaga Uno (kaos biru) bersama Dirjen Imigrasi Silmy Kasim (baju putih) dialog dengan wisman
Jakarta (WartaMerdeka) – “Saya menaruh kepercayaan yang sangat tinggi bahwa dengan semangat baru Dirjen Imigrasi dan jajaran akan mampu untuk melakukan transformasi dari segi pelayanan yang lebih baik dan inovasi baru agar peningkatan kunjungan serta lama tinggalnya wisatawan mancanegara di Indonesia bisa kita optimalkan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Bandara Internasional Soekarno–Hatta, dan diskusi dengan Dirjen Imigrasi (12/1).

Sandiaga memuji langkah Dirjen Imigrasi Silmy Karim dan jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang terus berupaya memaksimalkan pelayanan imigrasi yang prima melalui berbagai transformasi ke depan guna memudahkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Berbagai inisiasi dan transformasi keimigrasian misalnya visa, pelayanan cepat di bandara adalah bentuk dukungan nyata untuk mewujudkan target wisman yang jumlahnya naik dua kali lipat di 2023 dibandingkan tahun 2022 yakni sebanyak 3,5 juta - 7,4 juta.

Direktur Jendral Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim mengaku dalam waktu dekat pihaknya berencana meluncurkan Golden Visa, diperuntukkan bagi special talent digital, investor, atau pelaku industri yang sekiranya dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi Indonesia ke depan.

“Dan ini akan memudahkan para turis ataupun investor ketika di Indonesia. Ini yang didorong supaya kita menghasilkan pelayanan yang cepat dan user friendly. Kira-kira Golden Visa ini dalam waktu dekat akan kita luncurkan,” jelas Silmy.
Wisman banyak diberi kemudahan baru untuk ke Indonesia
Menparekraf juga memuji rencana perluasan skema e-VoA (Electronic Visa On Arrival). e-VoA yang diluncurkan Kemenkumham pada November 2022, sebagai inovasi yang memungkinkan dan mempermudah wisatawan mancanegara (wisman) melakukan pembayaran VoA sebelum tiba di Indonesia.

“Dengan e-VoA yang lebih teramplifikasi secara luas dan mereka tidak perlu lagi mengantri dua kali, sehingga bisa langsung ke counter imigrasi. Ini akan lebih memudahkan para wisatawan mancanegara,” papar Sandiaga.

Dalam diskusi yang dipimpin Menparekraf tersebut, juga dibuat kesepakatan untuk melakukan pertemuan secara rutin antar stakeholders terkait membahas berbagai perkembangan dan upaya pelayanan untuk mencapai target 7,4 juta wisman di 2023 (dh).

Iklan

×
Berita Terbaru Update