Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Pemkot Depok Bantu Siswa Miskin Sekolah Gratis di Swasta

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)  Kota Depok, M.Thamrin (foto. Dok. Diskominfo Kota Depok) 
Depok, (WartaMerdeka) - Siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri dikarenakan melampaui kuota penerimaan tidak perlu khawatir. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan membantu membiayai siswa miskin untuk mendapat pendidikan di sekolah swasta melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di semester I tahun ajaran 2018/2019, dana BOS APBD yang diberikan ke 160 SMP swasta akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa miskin, sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta,” tutur Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin kepada depok.go.id belum lama ini.

Dikatakan Thamrin, untuk jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan untuk siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp 3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan ditransfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp 1,5 juta.

“Untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Kemudian, bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas,  Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok ada 272 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 26 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Jadi, bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas, sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” tandasnya.  (SSM)
Share:

Tanggulangi sampah, Pemkot Depok lakukan upaya maksimal

Kepala DLHK Kota Depok, Betty Suryahati (ft. Diskominfo) 
Balaikota, (WartaMerdeka)- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok cukup serius dalam menanggulangi permasalahan sampah. Keseriusan ini dibuktikan dengan upaya maksimal yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok agar bisa menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Kami punya 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang bisa dioptimalkan. Nantinya UPS ini yang bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair, serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, di Balai Kota, Senin (09/07/18).

Selain itu, lanjutnya, untuk mencegah adanya pembuang sampah liar, pihaknya juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. DLHK juga telah memiliki Tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda.

“Tim Buser dan Tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ucapnya.

Untuk jangka panjang, kata Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar), agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkan dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Provinsi Jabar, saat ini proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedang berlangsung. Kalau tidak ada halangan, insya Allah tahun ini, Pemkot bisa memulai pembuangan sampah ke Nambo,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menangani longsor sampah yang terjadi di Kali Pesanggrahan, Pasir Putih, yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan Kali Pesanggrahan yang mendangkal, akibat longsoran sampah TPA Cipayung. Saat ini kita masih menunggu proses yang sedang berjalan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto.

Sedangkan untuk menunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipayung memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja di lingkungan TPA seminggu sekali, yaitu setiap hari Rabu. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ucap Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung, Kurnia Permitasari. (SSM) 
Share:

Masyarakat Sekitar Hutan TN Kerinci Seblat Mendukung Penuh Keberadaannya

Sungai Penuh/Jambi (WartaMerdeka) - Pentingnya keberadaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai benteng konservasi alam, disadari sepenuhnya oleh masyarakat sekitarnya. Hal ini terbukti dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan di kawasan TNKS. 


Dukungan masyarakat ini disampaikan oleh Walikota Sungai Penuh, H.Asafri Jaya Bakri, kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat bertemu anggota IV BPK RI, Prof. Rizal Djalil, dan Wakil Walikota Sungai Penuh, H. Zulhelmi, serta rombongan Dipo Ilham Jalil (06/07). 

H. Asafri juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan kota Sungai Penuh, khususnya berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pengelolaan kawasan hutan, dimana 51 % kawasan hutan di Sungai Penuh, diharapkan dapat memberi manfaat kepada masyarakat. 

Lebih lanjut H. Asafri menyatakan keinginan untuk membangun sendiri Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), namun ada keterbatasan terkait syarat penyediaan lahan seluas 10 hektar. "Saat ini Pemerintah Kota Sungai Penuh belum memperoleh lahan seluas itu. Diharapkan melalui kehadiran Ibu Siti Nurbaya dapat mempermudah pembangunan TPST ini", tuturnya. 

Pada kesempatan ini, Prof. Rizal Djalil mengajak masyarakat dan kepala OPD, untuk menyusun dan menyampaikan rencana peningkatan PAM, energi listrik solar cel dan infrastrukur di kota Sungai Penuh, serta pengelolaan hutan. 

“Memang ini bukan hanya persoalan di kota Sungai Penuh saja, namun inisiatif membuat TPST sendiri merupakan inisiatif yang sangat bagus. Dari sisi regulasi hal ini dimungkinkan, dan Pemerintah Pusat siap memfasilitasi untuk pembangunan TPST. Pengelolaan sampah yang baik dilain tempat mungkin bisa dipelajari dari kota kota lain", ujar Menteri Siti (dm). 

Foto: Dok.KLHK 
Share:

Kopi Pahit ATASI Buta Karena Diabetes


Bekasi, (WartaMerdeka) - Ada pengalaman ayah saya ketika  pulang habis Lebaran hari kedua tahun 2017, dari Tangerang ke Bekasi.

Di jalan tiba" ia minta saya membantu melihat jalan. Karena mata kanannya mendadak kabur atau tidak bisa lihat...

Keesokan harinya, saya mengantarkan ayah ke RSUD Kota Bekasi. Dari hasil Lab, ternyata Gula Darah ayah saya sampai 500. Mungkin karena kemarin banyak makan dan minum yang manis".

Lama ayah tidak dapat menyetir mobil sendiri, karena penglihatan mata kanannya sudah kabur parah.

Sampai suatu hari ayah bertemu dengan temannya, yang seorang Peneliti di Jakarta, lalu ia menceritakan awal mulanya, mengapa penglihatan mata kanannya menurun drastis...

Teman ayah menyarankan untuk konsumsi "Kopi Hitam Pahit" yang banyak dijual di pasar tradisional.

Alhamdulillah.. Setelah 2 minggu konsumsi "Kopi Pahit" mata ayah saya berangsur baik, dan kini ayah saya sudah bisa menyetir mobil kembali, tanpa harus ada yang menemani di sebelahnya...

Cara Terapi Kopi Hitam Pahit (tanpa gula):

Minumlah kopi secukupnya saja, tidak berlebihan.

Dan yang lebih penting, kopi dikonsumsi tanpa gula, sebanyak dua kali sehari, secangkir setelah sarapan dan secangkir setelah makan malam jam 19-an.

Kopi Hitam Pahit memberikan manfaat bagi tubuh, terutama bagi penderita diabetes, karena mengandung:
60 persen Nutrisi.
20 persen Vitamin
10 persen Kalori
10 persen Mineral.

Manfaat meminum Kopi Pahit bagi Kesehatan Tubuh:

- Meningkatkan daya ingat
- Membantu otak tetap aktif
- Mencegah dimensia dini
- Meningkatkan kecerdasan, kafein merupakan simultan psikoaktif yang bereaksi dengan tubuh dan dapat meningkatkan mood, energi dan fungsi kognitif seseorang
- Membantu membersihkan "isi perut", jadi akan sering buang air kecil
- Membuang racun dan bakteri dalam tubuh yang ada di perut keluar bersama urine
- Membantu menurunkan berat badan, karena dapat membakar lemak
- Dapat meningkatkan metabolisme tubuh
- Mengatasi penyakit jantung, mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular
- Sebagai antioksidan, secangkir kopi mengandung vitamin B2, B3 dan B5 serta mangan, magnesium dan kalium

*Semoga info ini cocok dan  bermanfaat*

Sumber : Sate Jawa

Foto : Istimewa
Share:

Menggali Sejarah Depok

Walikota Depok, KH. DR. M. Idris saat membuka Sarasehan, menggali sejarah Depok (19/4/2018)
Balaikota, (WartaMerdeka) - Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok menggelar Saresehan untuk menggali sejarah Kota Depok, di aula Teratai, gedung Balaikota Depok. (19/4/2018).

Sambutan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Periwisata (Kadisporyata) Kota Depok, Wijayanto selaku ketua panitia penyelenggara saresehan, bahwa materi saresehan bersumber dari Peraturan Daerah (Perda) No.1/1999 tentang Hari Jadi dan Lambang Kota Depok. 

Menurutnya, sejak Kota Depok berdiri 19 tahun silam, saresehan yang digagas oleh Disporyata ini adalah kali pertama dilaksanakan, dan ini merupakan bukti bahwa masyarakat Depok tidak melupakan sejarahnya. Jadi, pelaksanaan saresehan ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Depok ke 19 tahun.

Sementara Walikota Depok, KH. DR. M. Idris memberikan sambutan pembukaan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Disporyata, yakni Saresehan menggali sejarah Kota. Ia pun mengatakan penggalian sejarah, harus lengkap dan didasari dengan bukti sejarah yang akurat dan diakui, agar generasi penerus dapat mempelajari dan menjadikan sebagai penyemangat untuk berkarya, berbakti demi kemajuan Depok yang kita cintai. (SM)
Share:

Hari Jadi ke 19 Kota Depok mengudara di Radio

Kadis Kominfo kota Depok, Sidik Mulyono selaku ketua Panitia HUT ke 19 Kota Depok, saat talkshow di sebuah radio swasta di ciputat, Jumat (6/4/2018)
Depok, (WartaMerdeka) - Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Depok yang diperingati pada 27 April mendatang, dipastikan akan berlangsung meriah. Terlebih, sebelum acara dimulai, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah menggelar sosialisasi ke berbagai media, termasuk lewat program talkshow di radio.

“Kami pilih talkshow lewat radio karena dinilai lebih efektif untuk mempercepat penyebaran informasi terkait HUT Kota Depok kepada masyarakat,” tutur Ketua Panitia HUT ke-19 Kota Depok, Sidik Mulyono, usai melakukan talkshow di salah satu radio swasta di Ciputat, Jumat (06/04/2018).

Dalam talkshow tersebut, lanjut Sidik, dibeberkan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam memeriahkan hari jadi kota yang memiliki visi unggul, nyaman, dan religius ini. Diantaranya diadakannya berbagai festival, gelar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tasyakuran, ziarah ke taman makam pahlawan, upacara peringatan HUT Kota Depok, hingga aneka lomba yang melibatkan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Semua rangkaian kegiatan kami jabarkan dalam talkshow ini, supaya informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh masyarakat. Kami ingin HUT kali ini lebih semarak lagi dengan melibatkan seluruh stakeholder dan masyarakat,” terangnya.

Dirinya menambahkan, guna menambahkan semarak HUT Kota Depok, pihaknya juga telah mengirim surat ke para pengelola pusat perbelanjaan untuk mengadakan great sale atau potongan harga. Dirinya berharap, seluruh stakeholder dan masyarakat dapat bersama-sama berpatisipasi guna menyukseskan peringatan HUT Kota Depok ke-19.

“Mudah-mudahan semua rangkaian acara peringatan HUT Kota Depok 2018 dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tandasnya.

Berikut rangkaian acara menyambut HUT ke-19 Kota Depok mulai tanggal 08-30 April 2018 .

Tanggal 08 April 2018 akan digelar Depok festival yang terdiri dari babak penyisihan lomba nyanyi solo Depok terbaik dan sarasehan sejarah Kota Depok di Balai Kota.

Tanggal 20-21 April 2018, akan digelar Festival Seni Islami di Balai rakyat Kecamatan Sukmajaya.

Tanggal 25, akan diadakan Lomba foto pariwista khusus ASN, lomba membaca cerita Betawi dengan logat Betawi dan tasyakuran.
Tanggal 26 April 2018, akan diadakan ziarah ke makam pahlawan dan dilanjutkan Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka HUT ke-19 Kota Depok

Tanggal 27 April 2018, akan dilaksanakan Upacara Peringatan HUT Kota Depok dirangkai dengan penyerahan hadiah pemenang lomba
Tanggal 27-29 April 2018, akan digelar produk UMKM di lapangan Balai Kota Depok.
Tanggal 28 April 2018, akan ada Karnaval Budaya sepanjang jalan Margonda Raya dan pemecahan Rekor Muri Lengseran dengan jumlah peserta terbanyak.

Tanggal 29 April 2018, akan ada Depok Band Festival dan sugguhan musik Jokotole di D’Mall.
Tanggal 30 April 2018, akan ada Final lomba menyanyi solo depok terbaik dan konser taman musik Depok. (SSM)
Share:

Aksi Gemmes, warga Bojongsari bersama Pemkot Jaga Kebersihan Situ

Walikota Depok, M. Idris bersama Dandim 0508/Depok, Letkol (inf) Iskandarmanto dan warga masyarakat lakukan gerakan bersih Situ Bojongsari, minggu (1/4/2018)
Bojongsari, (WartaMerdeka) - Keberadaan Situ- situ yang ada di Kota Depok nampaknya mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan segenap forkompimda lainnya, hal itu terlihat jelas pada gelar aksi bersih situ Bojongsari, pada minggu, (1/4/2018). Dimana Walikota Depok, Dandim 0508/Depok, satgas Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), camat Bojongsari, Lurah berserta segenap masyarakat termasuk komunitas Gerakan Masyarakat Membersihkan Situ (Gemmes) bahu membahu membersihkan Situ Bojongsari.

Dalam aksi bersih situ tersebut, semua peserta gerakan bersih Situ, mengangkat gulma air yang tumbuh di Situ Bojongsari.

Ketua RW 014, Kecamatan Bojongsari, Daud Sulaiman mengatakan, Gemmes merupakan upaya masyarakat untuk melestarikan situ. Terlebih, keberadaan situ telah memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.

“Kami mengerahkan 100 warga untuk membersihkan Situ Bojongsari. Kerja bakti ini didukung pemerintah dengan datangnya Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Tak hanya itu Dandim 0508/Depok, Letkol Inf. Iskandarmanto, juga ikut membantu kami,” katanya kepada Depokini.

Lebih lanjut, ucapnya, tak hanya membersihkan situ, ada sejumlah aksi lainnya yaitu penanaman 100 pohon buah, serta penyebaran 20 ribu bibit ikan di Situ Bojongsari. Diharapkan dengan semua upaya tersebut,  keberadaan situ akan terus terjaga kelestariannya.

Sementara itu, Dandim 0508 Kota Depok Letkol Inf. Iskandarmanto menuturkan, pihaknya menyiapkan 100 personel  dan beberapa perahu karet untuk membersihkan situ dari tanaman eceng gondok. Menurutnya, dengan ikut melakukan aksi bersih-bersih situ, sebagai bukti kepedulian TNI kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan juga dengan rencana penghijauan yang dilakukan Kodim 0508/Depok yaitu penanaman 19 ribu pohon buah di situ-situ yang ada di Kota Depok. Langkah ini juga merupakan fungsi 3 pilar untuk selalu menjalin sinergitas untuk melayani masyarakat,”

Di tempat yang sama, Wali Kota Depok, Mohammad Idris menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, TNI dan masyarakat patut diberi apresiasi. Sebab, mereka telah bersama-sama untuk menjaga kebersihan, serta kelangsungan situ.

“Dengan muncul kesadaran tentu ini sangat baik, karena pelestarian situ bukan hanya tugas pemerintah tapi semua pihak,” pungkasnya bersemangat. (SSM)
Share:

Pemkot Depok dan warga Gotong Royong perbaiki rumah Marsanih

Walikota letakan batu pertama rehab rumah tal layak huni, milik ibu marsanih,pada senin, (2/4/2018)
Sawangan, (WartaMerdeka) - Marsanih (65 tahun) warga RT. 01/RW. 06, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, kini bisa tersenyum sumringah, berkat bantuan Walikota Depok Mohammad Idris dan juga warga
Warga RT01 RW06, Keluarahan Bedahan, Sawangan, rumahnya yang dulu tidak layak huni, kini mendapat bantuan rehab secara cuma-cuma.

Rumah ibu Marsanih yang seluas 3 x 9 meter tersebut sudah mulai diperbaiki atau di rehab, sejak jumat lalu (30/3/2018) dan direncanakan rampung pada tanggal 27 april 2018 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Depok yang ke 19.

Dalam aksi peduli yang dilakukan warga Bedahan ini, Walikota Depok  Muhammad Idris terlihat sangat tersentuh dengan kondisi Marsanih. Sambil meninjau langsung lokasi perbaikan, dirinya juga memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp. 2 juta. Menurut M. Idris apa yang sudah dilakukan warga Bedahan sangat bagus, karenanya hal itu membuktikan bahwa hidup rasa kepedulian masyarakat, utamanya tentang lingkungan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Walikota Depok, Mohammad Idris melakukan peletakan batu pertama.

Walikota Depok, M. Idris mengatakan aksi peduli ini sebagai bukti partisipasi keswadayaan masyarakat yang memang secara keseluruhan Pemerintah Depok belum bisa mengcover Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk merehab ataupun membangunnya.

Lalu lanjut kata M.Idris, saat ini pemkot depok sedang membenahi regulasinya dari sisi nominal maupun dari mekanisme untuk pelaksanaan RTLH .

Lebih lanjut, Pa Kyai, demikian biasa Walikota Depok ini di sapa, berpesan partisipasi masyarakat yang peduli terhadap sesama untuk saling membantu serta gotong royong harus terus ditingkatkan.

“Hal ini dapat ditularkan atau dilakukan di wilayah kecamatan lain di Kota Depok” pungkas Idris sungguh sungguh. (SSM)
Share:

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengudara di atas Jogja

Yogyakarta (WartaMerdeka) - Pameran Dirgantara atau Jogja Air Show/JAS membuat decak kagum masyatakat Yogya dan sekitarnya (17-18/2). Termasuk juga Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, turut melihatnya.

Dua hari menjelang JAS, panitia memohon doa restu melalui audiensi dengan Gubernur DIY, yang dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga M.M, didampingi Ketua Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta dan Ketua Panitia Mayor Pnb Iwan Setiawan.

JAS menampilkan beberapa kegiatan seperti Gantole, demo udara terjun payung, pemecahan rekor Remote Control, Para layang (Watu Gupit, Parang kusumo), Aeromodelling, Terjun payung, Microlight, Terbang layang, Paramotor.

Danlanud menyiapkan Joy flight khusus untuk Ngarsodalem Gubernur DIY Sri Sultan HB X. dengan pesawat Grop, juga untuk Wakil Gubernur Sri Paduka Pakualam IX dengan berpakaian overall. Rute joy flight lewat Jalur utara melihat gunung merapi kearah selatan menuju pantai Depok, dilanjut jalur kearah barat menuju Kabupaten Kulonprogo dan kembali ke Lanud Adisutjipto.

Selain itu, Danlanud menyampaikan bahwa akan ada kombinasi berbagai atrakasi kedirgantaraan, pemecahan rekor muri Nasional Paramotor sebanyak 50 terbang bersama dari seluruh penjuru Tanah Air dengan menghadirkan 24 penerbang dari Fasida.

"Kami mendukung penuh serta akan membantu secara optimal terhadap pelaksanaan JAS nanti. Beliau berharap Prioritaskan selalu aspek safety yaitu keamanan dalam setiap kegiatan. Sehingga diharapakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar," pesan Sri Sultan (fm) | Foto: istimewa | Sumber
Share:

HPN 2018 Undang Wartawan Se-Indonesia Terbitkan Buku ‘Wartawan JugaPenyair’

Koordinator Bidang Sastra HPN 2018 ‘Syarifuddin Arifin’ (nomor dua dari kanan)

bersama para penyair Sumatra Barat.

Koordinator Bidang Sastra HPN 2018 ‘Syarifuddin Arifin’ (nomor dua dari kanan) bersama para penyair Sumatra Barat.
Padang (WartaMerdeka.id) – Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2018 yang diselenggarakan di Kota Padang pada hari Jumat 9 Februari 2018 akan meluncurkan buku puisi wartawan se-Indonesia.

Untuk itu, sejak tanggal 27 Desember 2017, Panitia Bidang Sastranya telah membuka penerimaan naskah puisi bertema ‘Metafora Minangkabau di Mata Jurnalis (alam sebagai sumber kearifan budaya)’, dan ‘Wartawan Juga Penyair (puisi penyampai ide yang tak terungkapkan)’, dan penerimaan naskah akan ditutup pada tanggal 13 Januari 2018. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat ini direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo.


“Kami mengundang para penulis puisi / penyair yang kesehariannya bergerak di bidang kewartawanan, baik: reporter, kontributor, penyiar, fotografer, dan atau redaktur budaya, untuk ikut menerbitkan puisinya di buku antologi puisi ini,” kata Syarifuddin Arifin, Sastrawan Nasional yang dipercaya menjadi Koordinator Bidang Sastra di perhelatan HPN 2018, ketika diwawancarai, Kamis 28/12/2017.


“Calon peserta adalah wartawan yang dibuktikan dengan KTA dari organisasi kewartawanan di daerah masing-masing, atau rekomendasi dari Pimpinan Redaksi tempatnya bekerja dan mengirim 3 (tiga) judul puisinya dengan tema tersebut. Panjang puisi per judul tidak lebih 30 baris,” jelas Syarifuddin.

Lebih rinci Syarifuddin menyampaikan, calon peserta juga diminta untuk melampirkan biodata tentang kewartawanan dan kepenyairan serta foto wajah terbarunya. Naskah puisi dan berkas pendukung ini ditulis dengan jenis huruf Times New Roman dalam ukuran 12 pt, dilampirkan pada attachment dan dikirim ke alamat surel syrf_arifin@yahoo.com. Juga bisa dikirim atau diantar langsung ke Kantor Sekretariat PWI Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan No. 8A, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat – 25900. Kepada calon peserta tidak dipungut biaya.

HPN 2018 ini turut diprakarsai oleh masyarakat pers nasional yang terdiri dari Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

“Peluncuran buku puisi dan pertunjukan baca puisi "Wartawan Juga Penyair" akan dilaksanakan pada tanggal 7 - 8 Februari 2017 di Padang,” kata Syarifuddin menutup wawancara. (M. Fadhli) | Foto : Istimewa
Share:

TMMD Kodim Aceh Utara Akan Bedah Rumah Masyarakat Miskin

Lhokseumawe, (WartaMerdeka) – Kodim 0103 Aceh Utara melalui program TMMD(TNI Manunggal Membangun Desa) akan turun membantu masyarakat, mulai dari membedah rumah tidak layak huni hingga membuka jalan. Hal ini dikatakan Dandim ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Jum’at (22/09)

“Ya kita akan bedah rumah milik Ibu Nurhayati (45) di dusun Darusalam dan Bapak Razali Arahman (51) dusun Tumpuk Mesjid desa Alue Dua Kecamatan Nisam Antara yang menjadi skala prioritas karena kondisinya sudah tidak layak untuk di tempati,” tuturnya.
Kegiatan bedah rumah ini merupakan bagian dari kegiatan TMMD Reguler ke 100 sebagai wujud kepedulian TNI kepada masyarakat yang kurang mampu serta salah satu upaya membantu Pemda dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara, pungkas Dandim
Foto : Kodim 0103 Aceh Utara
Share:

Lagu ‘Republik Sulap’ Amir Roez Mantan Vokalis Elpamas Setajam Lagu‘Pak Tua’

PADANG  (WartaMerdeka) - Amir Roez, penyanyi yang pernah menjadi vokalis grup musik Elpamas, merilis album bertajuk 'The Album AmirRoez', featuring dengan musisi pelopor reggae di Indonesia, Tony Q Rastafara. Album yang dirilis bulan September 2017 ini, konsep dan proses produksinya dikerjakan dalam waktu satu tahun, dan digarap di tiga studio; DSS Studio, Gana Studio, dan 9 Pro Studio.

The Album AmirRoez yang mengusung tema sosial kehidupan dan semangat untuk meraih kesempatan menang dalam hidup ini, berisi lima lagu; Blue Jeans Boetoet (karya Tony Q Rastafara), Ada Hati Ada Cinta, Ada Rindu Ada Pulang (karya Yono Slalu), The Winner (karya Oetje F. Tekol), Jangan Berpaling (karya Amir Roez), dan Republik Sulap (karya Tony Q Rastafara).

Lirik lagu Republik Sulap mengingatkan kita pada lagu Pak Tua milik Elpamas, yang begitu tajam mengkritik pemerintahan. Lagu ini jadi satu kekuatan tersendiri bagi The Album AmirRoez.
"Semua lagu di dalam mini album ini adalah lagu baru yang belum pernah direkam. Tantangan mewujudkannya adalah waktu juga biaya dan keraguan. Tapi karena tanggungjawab moral sebagai musisi, maka 'harus' jadilah mini album ini. The Album AmirRoez ini mengandalkan lagu Blue Jeans Boetoet, lagu yang memuat pesan bahwa segala sesuatu itu akan tiba waktunya menjadi usang atau tua, tapi tetap berguna. Dengan berjalannya waktu, maka kita mesti sadar pada perputaran nasib," kata Amir Roez, ketika diwawancarai, Sabtu 16/9/2017.

Untuk menghasilkan karya yang makin berkualitas, album lagu ini didukung oleh para musisi yang sudah lama berkiprah di dunia musik, seperti; Noldy B Pamungkas (gitaris Erwin Gutawa Orchestra), Mahir Blues (gitar), Brig. Nuryadin (gitar), Masri A Piliang (gitaris New Rollies), Oetje F Tekol (bassis The Rollies), Tony Q Rastafara (bass), Edi Daromi (keyboardis band Iwan Fals), Amir Roez (keyboard), Darsyah (drum), Indra F Hakim (drum), Ossa Prima (drum), dan Krisna Waluyo Suryowidjoyo (Harmonika).

"Saya sengaja bersama Tony Q Rastafara dalam menggarap album ini, karena adalah sahabat seperjuangan saya dalam bermusik dan juga dalam kehidupan. Saya berteman dengannya sudah lebih dari 34 tahun, he he. Jadi ada semacam kesamaan pandangan dalam hidup, termasuk dalam bermusik. Saya selalu ingin semangat untuk berkarya. Kalaupun jatuh, bangun lagi. Tak ingin menyerah, karena hidup ini indah. Dan album ini merupakan bentuk pengendapan pemikiran dan kepasrahan, sebuah proses bagi saya agar menjadi lebih dewasa dalam bermusik," tambah Amir Roez.

Keberadaan Amir Roez di blantika musik Indonesia sudah mengukir sejarah panjang. Bermula jadi vokalis di album Anak Jalanan dan Kembang-kembang Metropolitan (1984), vokalis album Suara Persaudaraan (garapan James F. Sundah and Friends). Juga menjadi vokalis beberapa soundtrack film; Anak-Anak Malam (Rano Karno - 1985), Macan Kampus (Rano Karno - 1987), Catatan si Boy II (1988), Kristal-Kristal Cinta (1990), Catatan si Boy IV (duet Rita Effendi - 1990). Juga pernah album duet dengan Neno Warisman (1990).
Amir Roez juga pernah menjadi vokalis pada grup musik; Rit Band, Dimensi Band, Sinema Band, Big City Blues, Elpamas, dan juga vokalis pada beberapa album garapan musisi ternama di Indonesia. Amir Roez juga pernah menulis lagu untuk beberapa penyanyi, dan juga mengisi beberapa jingle iklan produk bermerek di Indonesia. Saat ini Amir Roez juga masih aktif sebagai pelatih vokal dan juri nasional tingkat SMA untuk kategori solo vokal di FLS2N, kerjasama dengan Kemendikbud.

The Album AmirRoez merupakan album solo ke dua bagi Amir Roez, setelah 28 tahun yang lalu merilis album solo pertamanya, Goyang Dunia (1989). Kegiatan promo untuk The Album AmirRoez ini selain melalui panggung, juga melalui pemutaran di stasiun radio pada beberapa kota di Indonesia. Dan album ini dipasarkan secara digital lewat manajemen Salam Damai Production, juga melalui penjualan langsung dengan menghubungi 082123709450.

“Halo pecinta musik Indonesia, mari selalu jadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri budaya yang kaya ini. Salam damai selalu,” sapa Amir Roez menutup wawancara.
Videoklip lagu andalan di The Album AmirRoez yang berjudul ‘Blue Jeans Boetoet’ sudah tersedia di link Youtube berikut ini; https://youtu.be/dRYpebt6IdU .
(MUHAMMAD FADHLI)

Foto; Poster Amir Roez. (Dok. Pribadi)
Share:

Kategori: Daerah

Daerah terpencil adalah sebuah wilayah, yang mendapat giliran terakhir untuk akses ke inovasi teknologi.

Wilayah sendiri adalah satu tempat yang memiliki batas Timur Selatan Barat dan Utara.

Yang membuat daerah terpencil menjadi terisolasi, karena akses jalan yang relatif sulit untuk dijangkau.
Dengan demikian biaya pengiriman pun sangat tinggi. Distribusi ke tempat terpencil sangat rumit.
Mencapai ibu kota negara berkembang bukan suatu masalah, namun bagaimana menjangkau daerah terpencil yang tidak bisa dicapai melalui jalan atau terisolasi oleh hujan lebat selama berbulan-bulan?
Tidak ada kurir, pos atau agen pengiriman dan tempat penjualan teknologi di daerah seperti ini.
Semakin terpencil tempat tujuan, akan semakin mahal harga sebuah produk karena biaya transportasi yang tinggi.
Masyarakat di pedalaman justru yang membutuhkan prasarana dasar seperti listrik dan air bersih.
Lebih prihatinnya lagi, kadang di sebuah wilayah terpencil, tidak memiliki akses jalan yang memadai.
Sehingga warga di wilayah terpencil, sulit menjangkau dunia luar, yang berakibat ketertinggalan informasi yang aktual.
Pemerintah dengan segenap jajarannya sedang giat-giatnya membuka jalan di desa-desa terpencil.
Semoga ke depan, Indonesia tidak lagi membatasi orang untuk menjangkau pelosok Tanah Air.
Share: