Tampilkan postingan dengan label ATHG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ATHG. Tampilkan semua postingan

TNI AL Lumpuhkan Musuh yang Kuasai Pulau Jawa

Mendarat Menyerang Menang
Surabaya (WartaMerdeka) - Tepat di pagi buta (13 Juli 2019) ribuan prajurit TNI Angkatan Laut berhasil melumpuhkan musuh dan merebut kembali wilayah ujung timur Pulau Jawa yang sebelumnya berhasil dikuasai oleh musuh.

Saat Indonesia dengan kekuatan militernya terkonsentrasi akan ancaman di wilayah bagian Utara dan melaksanakan kampanye militer, tiba -tiba negara sekutu di Selatan Indonesia yang sedang melaksanakan latihan militer, mendaratkan satu Divisi pasukannya di wilayah Banyuwangi untuk menginvasi wilayah NKRI.

Negara tersebut berhasil menguasai obyek vital dan telekomunikasi di wilayah tersebut serta menempatkan radarnya di wilayah Pulau Sapudi. Divisi militer musuh itu, bukan saja menguasai Banyuwangi tetapi juga bergerak ke wilayah Jember dan Bondowoso. 

Saat Menggempur tak henti-henti
Invasi ini mengakibatkan eksodus besar-besaran khususnya warga sipil di wilayah Banyuwangi ke kota-kota sekitarnya, dan mengancam seluruh industri yang berada di pesisir pantai Jawa Timur karena memang sasaran utama pengerahan kekuatan itu untuk menguasai Sumber Daya Alam Indonesia.

Atas instruksi Presiden RI, Panglima TNI memerintahkan TNI AL untuk mengerahkan semua kekuatannya. Dengan kekuatan penuh, pasukan TNI AL akhirnya bergerak dari Pangkalan Komando Armada II Surabaya, menuju perairan Laut Jawa pada 10 Juli 2019. Peperangan laut pun tak terelakkan. Kapal perang TNI AL dan semua unsur di dalamnya terlibat pertempuran sengit. Tanpa ampun, rudal-rudal dimuntahkan oleh KRI, menghujani sasaran lawan baik dari permukaan maupun dari dalam laut saat Operasi Laut Gabungan tersebut.

Tepat pukul 03.00 WIB yang ditetapkan sebagai jam “J”, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si selaku Pangkogasgabfib membacakan taklimat untuk mendaratkan pasukan pendarat di wilayah pantai yang dikuasai musuh, didukung dengan bantuan tembakan, hingga akhirnya tumpuan pantai berhasil dikuasai.

Pertempuran tersebut merupakan puncak manuver lapangan saat Latihan Armada Jaya XXXVII 2019, yang dipusatkan di Pantai Banongan, Jawa Timur, Sabtu (13/7/2019).

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengungkapkan, latihan sekala besar yang melibatkan 8.493 personel, berbagai jenis Kapal Perang (KRI) dan berbagai pesawat udara TNI AL ini, bertujuan meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan staf komando tugas gabungan.
"Latihan ini untuk menguji hasil pembinaan latihan secara bertingkat dan berlanjut, serta menyiapkan unsur-unsur dan prajurit TNI AL," katanya.

Selain melaksanakan latihan operasi militer, TNI AL juga menggelar Bakti Sosial serta pengobatan gratis bagi masyarakat di wilayah Kampung Sumberejo, Asembagus, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Satuan Tugas Dukungan Teritorial (Satgas Dukter) TNI AL yang juga masuk dalam skenario latihan Armada Jaya XXXVII tahun 2019.

Foto :  Penerangan Koarmada II
Share:

Terciduk 41 Anggota DPRD Malang yang jadi Tersangka dan Asal Parpolnya

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan
Jakarta, (WartaMerdeka) - KPK menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka penerima suap. Rombongan wakil rakyat tersebut merupakan gelombang lanjutan, setelah sebelumnya sudah 19 rekannya yang dijerat KPK.

"Penetapan 22 anggota DPRD Kota Malang tersebut merupakan tahap ketiga. Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/9).

Mereka diduga menerima uang suap dengan kisaran Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton, yang juga telah menjadi tersangka. Uang tersebut diduga diberikan Anton terkait pengesahan RAPBD-P kota Malang tahun 2015.


Rombongan Jamaah Tersangka anggota DPRD Kota Malang, gunakan rompi orange
Berikut identitas 41 anggota DPRD kota Malang yang jadi tersangka termasuk asal partai politik (parpol)nya :

PDIP :
1. M Arief Wicaksono
2. Suprapto
3. Abdul Hakim
4. Tri Yudiani
5. Arief Hermanto
6. Teguh Mulyono
7. Diana Yanti
8. Hadi Susanto
9. Erni Farida

Golkar :
10. Bambang Sumarto
11. Rahayu Sugiarti
12. Sukarno
13. Choeroel Anwar
14. Ribut Harianto

PKB :
15. Zainuddin
16. Sahrawi
17. Imam Fauzi
18. Abdulrachman
19. Mulyanto

Partai Gerindra :
20. Salamet
21. Suparno Hadiwibowo
22. Een Ambarsari
23. Teguh Puji Wahyono

Partai Demokrat :
24. Wiwik Hendri Astuti
25. Sulik Lestyowati
26. Hery Subiantono
27. Indra Tjahyono
28. Sony Yudiarto

PKS :
29. Imam Ghozali
30. Bambang Triyoso
31. Sugianto
32. Afdhal Fauza
33. Choirul Amri

PAN :
34. Mohan Katelu
35. Syaiful Rusdi
36. Harun Prasojo

PPP :
37. Asia Iriani
38. Syamsul Fajrih
39. Heri Pudji Utami

Partai Hanura :
40. Ya'qud Ananda Gudban

Partai NasDem :
41. Mohammad Fadli.
(MasGatot)
Share:

Simulasi Sat Gultor TNI dalam Penanggulangan Ancaman Teror Saat Asian Games


Jakarta (WartaMerdeka) - Antisipasi adanya gangguan keamanan jelang, saat dan setelah Asian Games di Jakarta dan di Palembang, Satuan Penanggulangan Teror (Sat Gultor) melakukan latihan dan langkah pengamanan. 

Hal tersebut dikatakan Komandan Jenderal/Danjen Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Eko Margiyono selaku Direktur Latihan di hadapan awak media usai menyaksikan Latihan Simulasi Penanggulangan Teror  di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (1/8). 

Mayjen TNI Eko Margiyono menyampaikan bahwa Latihan Simulasi Penanggulangan Teror melibatkan 520 personel gabungan terdiri dari Sat-81 Kopassus, Denjaka TNI AL, dan Sat Bravo 90 TNI AU. “Simulasi tersebut dilakukan pada tiga titik yaitu Venue Lapangan Basket, Aquatik dan Hotel Sultan. Latihan yang sama juga dilaksanakan di Palembang yang juga menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games,” jelasnya. 

“Sedangkan Alutsista yang digunakan dalam latihan baru sebagian seperti dua Heli Bell dan satu Heli Panther dari Puspenerbal serta masih banyak perlengkapan lain yang tidak didemonstrasikan pada saat latihan tadi,” ungkap Danjen Kopassus. 

Mayjen TNI Eko Margiono menggarisbawahi terdapat beberapa titik-titik pengamanan dalam penyelenggaraan Asian Games. “Titi-titik yang menjadi konsentrasi diantaranya venue-venue yang ada di Gelora Bung Karno, tempat penampungan atlet di Kemayoran dan proses perjalanan atlet dari tempat penginapan menuju venue. Begitu juga halnya dengan Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan,” ucapnya. 

Danjen Kopassus menambahkan bahwa berkaitan dengan pengamanan, TNI sangat intensif bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak Polri. Dalam hal ini Kepolisian Daerah dan Komando Kewilayahan, khususnya provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. “Sedangkan Satuan Gultor akan diturunkan apabila eskalasi ancaman dinilai lebih seperti halnya sudah mengancam jiwa atlet, tentunya atas perintah pimpinan TNI dan negara RI,” tuturnya (rm/ar). Foto: PuspenTNI - Sumber: Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Tokoh Adat Papua Tegas Menolak Negara Republik Federal Papua Barat


Abepura/Papua (WartaMerdeka) - Tokoh adat atas nama masyarakat adat Papua menolak kegiatan segelintir orang yang melakukan aksi pengumuman Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) melalui selebaran. Aksi mereka sebelumnya juga disebarkan melalui media sosial untuk mengundang simpati massa. 

Ondoafi dan juga Kepala Badan Peradilan Adat Jayapura Boaz Enoch kepada wartawan menghimbau kepada masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh aktivitas yang berpotensi mengakibatkan tindakan kriminal semisal NRFPB (31/7). “Mari kita bangun Papua ini. Jangan mudah melakukan aktivitas merugikan," 
kata Enoch. 

Menurutnya, aktivitas itu merugikan banyak orang, termasuk anak-anak sekolah. Tanah Papua, katanya, merupakan tanah yang diberkati Tuhan untuk memberi makan pada dunia. Tanah ini juga telah dimerdekakan oleh Tuhan. 
"Maka jauhkan hal-hal yang tidak menguntungkan," jelasnya. 

Ia juga meminta oknum yang mengatasnamakan NRFPB tidak melibatkan mahasiswa. Sebab mereka adalah generasi masa depan Papua untuk membangun negeri ini. 

Boaz juga meminta kepada TNI-Polri untuk tidak membiarkan oknum-oknum pengacau. Bila perlu mengamankan mereka dan menindak sesuai hukum yang berlaku di NKRI. 

Di tempat yang sama, Orgenes Kaway, Perwakilan Dewan Adat Suku Sentani mengatakan, sedang mempersiapkan HUT ke-73 kemerdekaan RI 17 Agustus. Oleh karena itu, jangan lagi memecah-belah keutuhan NKRI. Ia menyebut, Papua sudah diberikan hak melalui UU Nomor 21:2001 tentang Otsus untuk membangun Papua. “Kalau mau mendirikan negara sendiri kan mustahil," bela Orgenes. 

Soal OPM, katanya, sudah terhenti sejak 1961 setelah integrasi melalui Pepera. Sebagai orang adat, dirinya mengimbau siapa pun agar bekerja sesuai profesinya. Jangan ada lagi kelompok-kelompok untuk memecah-belah persatuan. 


"Merdeka kan bicara sejahtera. Saran saya kepada seluruh generasi, sadarlah. Selama kita ada, kita diberi kewenangan untuk bangun tanah Papua ini. Kemerdekaan apa yang mereka tuntut. Nyatanya, setiap warga negara di Papua ini memiliki hak sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan Papua justru mendapatkan banyak keistimewaan yang patut kita syukuri," tambahnya (bp). Foto: Istimewa - Sumber: Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Latihan Kesiapsiagaan Operasi Jala Krida 18 Antisipasi Terorisme di Laut

Surabaya (WartaMerdeka) - Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Erwin S. Aldedharma selaku Komandan Satgas Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Jala Krida-18, memimpin manouver lapangan/manlap kesiapsiagaan penanggulangan tindak pidana terorisme di laut yang berlangsung di kawasan pesisir laut Megamas, Manado (19/7).

Selain memiliki tugas pokok untuk melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP), TNI juga mengemban tugas melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), salah satunya adalah penanggulangan terorisme. Pada manouver lapangan penanggulangan terorisme kali ini, melibatkan empat KRI antara lain KRI Multatuli – 561, KRI Diponegoro – 365, KRI Badik – 623, dan KRI Sultan Nuku – 373, serta melibatkan unsur lain yaitu dua Sea Rider Satkopaska Koarmada II, KAL Patola – 1827, KAL Tedung Naga – 1825 dari jajaran Lantamal VIII Manado.

Dalam latihan pengendalian anti teror tersebut disimulasikan, Pangkoarmada II menerima direktif Panglima TNI bahwa telah terjadi pembajakan oleh sekelompok teroris yang bernama kelompok Farel, yang telah berhasil menguasai kapal tanker MT. Pancalima sedang berlayar dari Bitung menuju Tahuna, yang saat itu diperankan oleh KRI Multatuli – 561.

Taklimat rencana operasi selanjutnya menjadi perintah operasi oleh Panglima TNI dengan sandi Satgas Jala Krida 18, ditindak lanjuti oleh Pangkoarmada II dengan melaksanakan briefing awal untuk siapkan rencana penindakan dan pembentukan Satgas, serta menunjuk Laksma TNI Erwin S. Aldedharma, selaku Komandan Satgas.

Dalam skenario tersebut, kelompok pembajak bersenjata tersebut menyandera 24 Anak Buah Kapal (ABK) dan meminta beberapa tuntutan antara lain mendatangkan pihak otoritas Manado, pembebasan salah satu rekan mereka yang ditahan di lapas Manado serta permintaan negosiator untuk berkomunikasi dengan kelompok mereka. Kelompok pembajak mengancam akan mengintimidasi dengan cara menyakiti salah satu ABK jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Kemudian Kaskoarmada II beserta staf menghadiri penyampaian keputusan Pangkoarmada II dan melaksanakan uji rencana operasi Jala Krida 18 serta melaksanaka gelar pasukan oleh unsur-unsur Koarmada II yaitu KRI DPN – 365, KRI SNU – 373, KRI BDK – 623, KAL TDN, KAL PTL, 2 Sea Rider, Pesawat Cassa – U 6216, Panther AS565, dan 2 tim Detasemen anti teror dari Satkopaska Koarmada II.

Berbekal informasi posisi terakhir MT Pancalima dari pesawat Cassa – U 6216 yang melaksanakan Surveillance, maka Dansatgas yang saat itu onboard di atas KRI DPN – 365 memerintahkan seluruh jajaran untuk melaksanakan penyekatan terhadap kapal target dan menerbangkan Heli Panther AS – 565 untuk mengelabui kelompok pembajak. Kemudian Rigid Hulled Inflateble Boat (RHIB) meluncur dari KRI DPN – 365 dengan membawa 1 tim pasukan Visit Board Search and Seizure (VBSS) yang terdiri dari prajurit pilhan KRI DPN – 365 untuk melaksanakan pengelabuhan, sehingga 2 Sea Rider Satkopaska Koarmada II dapat melaksanakan infiltrasi ke kapal target.

Setelah berhasil masuk ke kapal target, pasukan anti teror Satkopaska Koarmada II malakukan pertempuran jarak dekat dengan kelompok pembajak tersebut,  dengan cepat dapat melumpuhkannya dan melaksanakan sterilisasi terhadap kapal tersebut. Usai berhasil mengambil alih kapal dan mengamankan seluruh kelompok pembajak, pasukan anti teror Satkopaska Koarmada II mengevakuasi korban untuk dibawa menuju ambulan (rm). Foto: Dispen Armada II
Share:

Manggala Agni Dumai Sigap Padamkam Karhutla


Dumai/Riau (WartaMerdeka) - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyatakan, sejak dua hari lalu, Manggala Agni Daops Dumai, Provinsi Riau telah melakukan pemadaman di beberapa wilayah. "Manggala Agni yang sedang bertugas patroli terpadu turut bergabung melakukan pemadaman bersama dengan TNI, POLRI, dan juga Masyarakat Peduli Api/MPA,” tambah Raffles (17/7). 

Daops Dumai melakukan pemadaman di Dusun Sejati Kepenghuluan Rantau Bais KecamatanTanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, yang tergabung dalam Tim Patroli Terpadu Posko Desa Rantau Bais bersama TNI, POLRI, MPA, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Tim terus berupaya memadamkan kebakaran yang terjadi di lahan masyarakat ini. 

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dari Kementeian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK tersebut terus melakukan pemadaman di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai Kota Dumai. Manggala Agni, tim Patroli Terpadu Posko Desa Guntung Pelintung, Personil Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, beserta masyarakat setempat bahu membahu lakukan pemadaman yang terjadi di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Sungai Dumai. 

Selain itu, di Dusun Lidah Tanah Desa Sungai Daun Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops Dumai dan juga Manggala Agni yang tergabung dalam Tim Patroli Terpadu Posko Desa Sei Daun, Desa Segajah Makmur, dan Posko Desa Balam Sempurna. TNI, POLRI, Masyarakat Peduli Api, serta masyarakat setempat juga berpartisipasi untuk menanggulangi kebakaran ini. 

Tim Patroli Terpadu Posko Desa Basilam Baru dan Posko Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai saat ini juga masih melakukan pemadaman di wilayah Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan. Luas terbakar ± 50 ha dan diupayakan pemadaman. Akses menuju lokasi kebakaran cukup jauh dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat Manggala Agni menjangkau lokasi untuk menanggulangi api. Tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran menjadi kendala dalam upaya pemadaman ini. Mengatasi kendala itu, Manggala Agni berupaya membuat embung di lahan gambut sebagai sumber air. 

Pemadaman dari darat juga didukung oleh patrol dan pemadaman dari udara. Helly PKDAS 412 KLHK saat ini terus melaksanakan patroli udara secara intensif untuk memantau lokasi-lokasi rawan dan pengecekan titik hotspot di wilayah provinsi Riau. Patroli udara dilakukan di wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Pelalawan. Sementara lima unit helly Satgas Udara Provinsi Riau lainnya melakukan water bombing di wilayah Kota Dumai, Siak dan Rokan Hilir. 

Tak hanya di Wilayah Riau, di Sumatera Selatan juga dilakukan pemadaman di Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni bersama-sama dengan TNI, POLRI, dan MPA yang tergabung dalam Tim Patroli Terpadu Posko Desa Pedamaran VI Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Luas yang terbakar mencapai ± 100 ha. Pemadaman dilakukan melalui darat, didukung pemadaman dari udara melalui upaya water bombing oleh tim Satgas Udara Provinsi Sumatera Selatan (rm). | Foto: Dok.KLHK | Sumber : JIM
Share:

Sumatera dan Kalimantan Menjadi Perhatian Ekstra Tentang Karhutla

Jakarta (WartaMerdeka) - Sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat tapak gencar dilakukan oleh Pemerintah, baik melalui kampanye simpatik dengan kunjungan sekolah, dan juga anjangsana kepada kelompok masyarakat atau perorangan. 

"Upaya pengendalian karhutla sebagai antisipasi musim kemarau di 2018, tidak hanya dilakukan di wilayah Sumatera, namun juga di wilayah Kalimantan secara intensif dilakukan kegiatan patroli terpadu, selain sosialisasi. Begitu pula halnya penguatan sinergitas terus dibangun oleh KLHK, bersama Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, pelaku usaha, dan masyarakat", tutur Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK. 

Ditambahkan Raffles, pelaksanaan patroli terpadu di Kalimantan Barat telah berlangsung sejak Maret, sedangkan di Kalimantan Tengah pada April, dan di Kalimantan Selatan sejak Mei, serta selanjutnya di Kalimantan Timur akan dilaksanakan pada Juni mendatang. 

Dalam rapat kerja Manggala Agni yang dilaksanakan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Kalimantan beberapa waktu lalu, Johny Santoso, Kepala Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan, juga menginformasikan, saat ini Balai PPIKHL telah mengaktifkan posko-posko pengendalian karhutla, di setiap markas Daops Satuan Manggala Agni, dan juga posko patroli terpadu. 

“Manggala Agni juga terlibat aktif dalam Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla tingkat provinsi dan kabupaten/kota, khususnya provinsi-provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan”, jelasnya. 

Upaya pencegahan lainnya juga terus ditingkatkan seperti deteksi dini, pengecekan lapangan/groundchek, dan pemadaman dini kebakaran hutan dan lahan. "Manggala Agni cepat merespon hasil pemantauan hotspot, atau pun laporan kejadian karhutla, agar kebakaran tidak membesar dan sampai berdampak pada munculnya asap", tutur Johny. 

Sementara itu, pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Selasa (22/05/2018) pukul 20.00 WIB, berdasarkan satelit NOAA-19 terpantau tiga hotspot, satu titik di Kalimantan Tengah dan dua titik di Kalimantan Barat, sedangkan berdasarkan Satelit TERRA-AQUA (NASA) juga terpantau tiga titik, masing-masing satu titik di Papua, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (bc/ab). 

Foto: Istimewa 
Share:

Jelang Asian Games, Pemerintah Siaga Terus Tanggulangi Karhutla

Ogan Ilir/Sumsel (WartaMerdeka) - Mendukung pernyataan Raffles, Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam, juga menekankan pentingnya tindakan yang tepat dalam pengendalian karhutla, terutama upaya pencegahan. "Pemerintah baik pusat maupun daerah, masyarakat, dan juga pihak swasta diharapkan dapat terlibat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan", tuturnya.

“Pelaksanaan Asian Games 2018 semakin dekat. Manggala Agni dan para pihak lainnya perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan, baik kesiapan personil maupun peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” jelas Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Hutan dan Kebakaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK, saat hadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya, Kabupatan Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (16/05).

Dengan dipimpin oleh Danrem 044/Garuda Dempo, Imam Budiman, selaku Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan, apel ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong penyelenggaraan Asian Games 2018 di Palembang.

“Sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla, serta deteksi dini kathutla terus dilakukan. Selain upaya-upaya pencegahan karhutla, penegakan hukum juga sangat penting untuk menimbulkan efek jera bagi setiap pihak yang terbukti melakukan pembakaran,” papar Danrem.

Dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Sumatera Selatan, telah disiapkan juga Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)-hujan buatan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Upaya ini untuk mendukung Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Sumatera Selatan, dalam penanganan karhutla pada musim kemarau.

Selain dihadiri Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kemenko Perekonomian, apel ini juga diikuti oleh kurang lebih 1.500 peserta yang berasal dari instansi Korem 044/ Garuda Dempo, Kodim 0402 OKI/OI 60, Polres Ogan Ilir /Brimob Polda Sumsel, Satpol PP, Bidang Pemadam Kebakaran Ogan Ilir, Perwakilan Dinas Sosial Ogan Ilir, Perwakilan Dinas kesehatan Ogan Ilir yang terdiri dari Dokter dan paramedis, BPBD Ogan Ilir, Masyarakat Peduli Api (MPA) wilayah Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumsel, Relawan Destana Kabupaten Ogan Komering Ilir, MPA Kabupaten Muara Enim, Perusahaan pemegang konsesi, Polhut Dinas Kehutanan Sumsel, dan Brigade Pengendalian Karhutla KLHK-Manggala Agni (bc/ab). Foto: Dok.KLHK
Share:

Mengantisipasi May Day Kolinlamil Dukung Polri Siagakan Penindak Huru Hara

Jakarta (WartaMerdeka) - Mengantisipasi hari buruh May Day 1 Mei, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil)  menyiagakan sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi, Pasukan Penindak Huru Hara (SSK1PHH).

Hal ini terlihat dari adanya latihan menghadapi rusuh massa di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara (27/4).

Panglima Kolinlamil Laksda TNI R. Achmad Rivai mengatakan bahwa penyiapan pasukan huru hara yang membantu Polri ini, merupakan kelanjutan dari kesepakatan atau Memorandum Of Understanding(MOU) TNI dan Polri yang ditandatangani bersamaan dengan digelarnya Rapim TNI pada Januari lalu di Mabes TNI, Cilangkap. Nota Kesepahaman yang berlaku untuk lima tahun itu mengatur perbantuan TNI untuk Polri dalam menghadapi unjuk rasa, mogok kerja, kerusuhan massa, konflik sosial dan mengamankan kegiatan masyarakat lainnya.

Hal ini sejalan pula dengan UU no.34 tahun 2004 pasal 7, bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, TNI bisa membantu Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kolinlamil yang memiliki pasukan PHH di bawah kendali Dandenmako Kolinlamil, dan dipimpin Kepala Satuan.

Lebih lanjut ditambahkan Dandenmako Kolinlamil Letkol Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, pasukan PHH Kolinlamil ini, merupakan gabungan yang terdiri dari kompi Denmako, Satlinlamil, dan unsur KRI. Seluruh personel sudah memiliki kemampuan dan keterampilan yang profesional dalam menanggulangi kegiatan huru-hara (ab).

Foto: PenKolinlamil
Share:

Koarmabar Tangkap Penyelundup 94 Ton Rotan di Perairan Pemangkat

Sambas (WartaMerdeka) - KRI Sembilang-850 salah satu unsur Satuan Patroli Lantamal XII yang tergabung dalam satuan tugas “Operasi Poros Sagara 2018” dibawah kendali Operasi (BKO) Guspurlabar-Koarmabar berhasil menangkap KM. Putri Setia GT. 51 Ton yang bermuatan Rotan selundupan seberat 94 ton, di perairan Pemangkat, Kalimantan Barat.
 
Saat itu KRI Sembilang-850 sedang patroli dan melalui Radar Sperry Marine dideteksi ada kontak kapal. Setelah ditelusuri, secara visual terlihat jelas kontak tersebut adalah sebuah kapal layar motor sarat muatan.
 
Komandan KRI Sembilang-850 Mayor Laut (P) Wida Adi Prasetya lalu jalankan Peran Tempur Bahaya Umum dan dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan. Selanjutnya diterjunkan tim pemeriksa untuk mengecek dan memeriksa dokumen, muatan beserta Abk kapal tersebut pada
posisi 01˚ 26’ 070” U - 108˚ 55’ 075” T tepatnya di Perairan Pemangkat Kalimantan Barat. 

Dan diketahui bahwa kapal tersebut bernama KM. Putri Setia GT.51 No. 71/IIc dengan Nahkoda "R" beserta enam ABK membawa muatan Rotan jenis Rotan Sega sejumlah 94,207 Ton, dari Pegatan Mendawai Kalimantan tengah menuju Sibu Malaysia. Namun setelah dilaksanakan pemeriksaan dokumen ditemukan tujuan pada SPB tidak sesuai yaitu berangkat dari Pegatan seharusnya tujuannya menuju ke Jambi.

Selain itu, terdapat beberapa kesalahan lainnya diantaranya adalah lima ABK kapal tidak memiliki buku pelaut, tiga orang tidak terdaftar di Buku Sijil, berlayar tanpa adanya KKM, tidak memiliki sertifikat Garis Muat kapal, tidak memiliki sertifikat susunan perwira, dan yang memberatkan adalah mengekspor produk kehutanan yaitu rotan jenis saga secara ilegal ke Malaysia serta Surat faktur angkutan hasil hutan bukan kayu dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah tidak berlaku lagi. KM. Putri Setia lalu dikawal KRI Sembilang-850 menuju Lantamal XII Pontianak guna dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut (ab). | Foto: DispenArmabar
Share:

Prajurit Satkorarmabar Harus Bermental Baja


Jakarta (WartaMerdeka) - Dansatkorarmabar menyampaikan kepada prajurit Satkorarmabar harus mampu bergerak cepat menyesuaikan kondisi yang terus berkembang dan menyikapi dinamika lingkungan strategis global, regional dan nasional. 

“Gelorakan kebanggaan prajurit pengawal samudera menghadapi tantangan penugasan”. Hal tersebut disampaikan Komandan Satuan Kapal Eskorta/Dansatkorta Komando Armada RI Kawasan Barat Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, saat memberikan Entry Briefing pengarahan awal kepada seluruh prajurit yang bertugas dijajaran Satkorarmabar, di geladak KRI Wiratno-379 Dermaga JICT II,Tanjung Priok, Jakarta Utara (23/3).


Lalu dalam pembinaan material, Kapal Perang merupakan sarana utama pendukung tugas pokok maupun tugas tugas lainnya, oleh karenanya Kapal Perang tampilannya harus membanggakan, kesiapan teknisnya harus dipertahankan, serta kebersihannya harus diutamakan. Tampilan kapal perang harus dapat dijadikan wahana membanggakan baik untuk misi dalam maupun luar negeri dalam mendukung peran universal AL dalam peran sebagai kekuatan militer, wahana diplomasi dan dalam penyelenggaraan penegakkan hukum. 



Disamping kesiapan alutsista, profesionalitas prajurit juga harus dalam kondisi prima. Teknologi informasi harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan naluri intelijen pendukung penyelenggaraan operasi seperti pemanfaatan Informasi AIS dan VMS 

Terkait ancaman narkoba, juga dalam acara ini diingatkan. “Oleh karena itu prajurit Satkorarmabar harus memiliki daya tangkal yang kuat melalui pembinaan spritual, mental maupun fisik yang terpola,” ujarnya. 



Makna "TANGGWA AJU MANGGALA YUDHA" jangan hanya dijadikan semboyan, namun harus menjadi motivasi dalam membangun jati diri prajurit Satkorarmabar yang tanggap, tanggon dan trenginas. 



“Setiap prajurit harus memiliki kesadaran akan kodrat sekaligus pilihan hidup sebagai prajurit matra laut melalui mengasah diri dengan berbagai pengetahuan yang mendukung profesi sebagai pelaut, memiliki karakter prajurit yang religi sekaligus Sapta Margais, melakukan pembinaan fisik yang prima serta pembinaan mental dan moral yang tangguh,” pesannya (ab) | Foto: DispenArmabar 
Share:

Koarmabar meningkatkan Profesionalisme prajurit dalam tindakan Perlawanan Ranjau


Jakarta (WartaMerdeka) - Dalam rangka peningkatan kemampuan dan keterampilan, serta profesionalisme prajurit dalam tindakan perlawanan ranjau, Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmabar melaksanakan latihan Penyapuan Ranjau (20/3). 

Latihan yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Dodi Agus Prasetyo selaku Komandan Satuan Kapal Ranjau Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatranarmabar) sekaligus sebagai Papelat dengan melibatkan seluruh prajurit Satran Koarmabar. 

Satuan Kapal Ranjau Koarmabar merupakan komando pelaksana pembinaan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur unsur organiknya dalam bidang peperangan ranjau dan peperangan anti udara dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur Koarmabar. 

Guna mendapatkan hasil yang maksimal, latihan yang dilaksanakan selama sembilan hari dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah teori berupa penyampaian materi baik tentang berbagai macam jenis ranjau, daerah penyebaran, prosedur penyebaran maupun prosedur tindakan perlawanan ranjau yang meliputi analisa data kontak bawah air dan  penyapuan ranjau. 

Pada tahap selanjutnya adalah praktik dan drill gelar Alat Penyapu Ranjau (APR) jenis Mekanik MSG 25 yang dilaksanakan di geladak KRI Pulau Rusa-726 dengan Komandan KRI Mayor Laut (P) Fitriana C Ardi yang sedang bersandar di dermaga Fasilitas Pemeliharaan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi. 

Dansatranarmabar menegaskan bahwa untuk mengasah profesionalisme harus dilaksanakan pembinaan secara terus menerus bertingkat dan berlanjut, sehingga ketrampilan prajurit dalam melaksanakan gelar peralatan peranjauan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel maupun materiil dalam setiap latihan (bp) | Foto: DispenArmabar 
Share:

Presidium Papua Barat Daya Tagih Janji Pemerintah

Sorong/Papua Barat (WartaMerdeka) - Presidium Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya mempertanyakan janji Pemerintah Pusat, untuk membentuk provinsi baru di Papua. Janji itu ada sejak masa Pemerintahan Presiden Megawati yang sampai kini belum juga terwujud.

Hal itu dikemukakan Ketua Presidium Josaphat Kambu dan Wakil Sekretaris John Pieter Bosawer, serta sejumlah anggota Presidium dalam pertemuan dengan Ketua Umum PBB Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra di Sorong (11/3).

Gagasan pembentukan beberapa provinsi di Papua telah mengemuka sejak masa pemerintahan Presiden BJ Habibie (1999), namun yang baru terbentuk adalah Provinsi Papua Barat. Sementara yang lain masih tertunda, bahkan tertinggal dengan provinsi baru di daerah lain, seperti Sulawesi Barat dan Kalimantan Utara.

Kepada Yusril, Josaphat mengatakan, rencana pembentukan Provinsi Papua Barat Daya adalah rencana paling sempurna dalam pemekaran Papua. Persetujuan dari Gubernur dan DPR Provinsi sudah lama diterbitkan, demikian pula rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Satu kota yakni Sorong dan enam kabupaten: Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Maybrat dan Kabupaten Tambraw akan menyatu dalam Provinsi Papua Barat Daya.

Yusril mengatakan, pemekaran Papua ke dalam beberapa provinsi dengan status otonomi khusus sangat penting untuk menjaga dan mempertahankan NKRI.  Dengan terbentuknya provinsi baru, penyelenggaraan urusan pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien, mengingat luasnya daerah di Papua.

Menurut Yusril, Papua Niugini (PNG) yang luasnya lebih kecil dibanding Papua, mempunyai 27 provinsi. Sementara Papua yang merupakan wilayah RI, hanya terdiri atas dua provinsi. Semua peraturan perundang-undangan yang memfasilitasi pemekaran telah cukup. Yang belum ada bagi pemekaran di Papua adalah kemauan politik Pemerintah Pusat dan DPR.


Presiden Megawati pernah menyiapkan RUU pembentukan Provinsi Papua Barat Daya, namun urung diajukan karena telah dekat Pemilu 2004. Di era Presiden SBY, upaya pembentukan provinsi ini terhenti karena moratorium. Sampai sekarang, di era Presiden Jokowi, aspirasi masyarakat Papua ini tetap tidak terujud (sa) | Foto: Istimewa
Share:

Kodam XVI/Pattimura Siap Perangi Narkoba

Ambon (WartaMerdeka) - Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Istilah narkoba sangat berkaitan dengan senyawa yang memberi efek kecanduan bagi para penggunanya. Bahaya narkoba tak hanya berpengaruh pada fisik saja tetapi bisa mengganggu mental atau jiwa pecandunya. 

Bahaya Narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi semua kalangan masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan. Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan bangsa. 

Oleh karenanya, peran serta Prajurit Kodam XVI/Pattimura sebagai aparatur negara harus mengambil sikap tegas, terutama dalam memutus rantai suplai barang haram tersebut. Kodam XVI/Pattimura sebagai wujud nyata dalam memberantas narkoba, sudah memerintahkan jajarannya untuk terus melakukan test urine dan razia serta sosialisasi tentang betapa bahayanya pengaruh yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi narkoba. 

Sebagai wujud dan komitmen untuk memerangi Narkoba, Kodam XVI/Pattimura juga telah memasang spanduk yang berisikan perang terhadap Narkoba di seluruh satuan jajarannya, melakukan penyuluhan/sosialisasi, dan secara terprogram maupun mendadak  melaksanakan tes urine kepada anggota di satuannya serta memberikan sanksi yang sangat keras tidak kenal kompromi (pidana dan pemecatan) kepada oknum anggota yang terbukti terlibat Narkoba (ab). | Foto: Pendam16 
Share: