"RMX CUP OPEN GRASSTRACK" - Subang 31 Agustus & 1 September 2019

Subang  (WartaMerdeka) - Dalam memperingati HUT RI ke 74, Janitraloka menyelenggarakan Open Grassrack, dengan berbagai kelas yang dipertandingkan.

Kelas yng diperlombakan, antara lain :
Bebek std Lokal Subang
Bebek Modif Lokal Sudang
Bebek std Open*
Bebek Modif Open*
FFA Open*
Bebek Modif PURWASUKAINDRA
Bebek std Pemula
Bebek Modif Pemula
FFA Lokal Subang
Bebek std PURWASUKAINDRA
FFA Pemula
Matic Open
Mini Moto 12th (Wajib Akte)
Adventure 30 + non Pembalap
FFA Pembinaan 15th (Wajib Akte)

Catatan :
*Juara Umum

Biaya Pendaftaran
Sabtu    Minggu
250k     300k

Sabtu-Minggu  Telp : 0838-6120-0465 / 0838-1643-3630
31 Agustus - 1 September 2019
Share:

Gatotkaca Curi Perhatian Pengunjung Licensing Expo China Indonesia Mandiri

Gatotkaca ikuti  Intelectual Property di Licencing Expo China
Jakarta (WartaMerdeka) - Tim asal Indonesia berangkat sebagai bagian dari fasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui program KATAPEL. Mereka adalah lima IP terpilih pada KATAPEL batch 1 yaitu Hey Blo!, Komik Ga Jelas, Tahilalats, Garudayana dan Educa Studio, serta lima lainnya yakni Mintchan, Gugug!, Ghfosty’s Comic, Manguni Squad dan Satria Dewa Gatotkaca. 

Sepuluh  IP (Intellectual Property) karya anak bangsa yang dipamerkan pada Licensing Expo China 2019 di Shanghai, 24-26 Juli 2019, banyak mencuri perhatian pengunjung. Ajang ini merupakan kesempatan bagi mereka sebagai generasi mileneal untuk bertemu dengan para Brand Owners, Potential Investors, dan juga License Buyers.

Di hari pertama, seluruh jenama berkesempatan ikut matchmaking yang mempertemukan kreator IP, brand owners dan berbagai pihak. Para peserta Indonesia juga mendapat kesempatan presentasi IP mereka. Selain mengikut gelaran Licensing Expo China 2019, sepuluh jenama ini juga sempat mampir ke kantor Moonton, perusahaan pembuat game Mobile Legend, untuk melihat potensi kerjasama yang bisa dijalin.


Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak menuturkan, “kami ingin IP karya anak bangsa bisa berkembang seluas dan sejauh mungkin, sehingga kelak ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Semoga kelak, berbagai jenama buatan anak bangsa bisa dinikmati dalam skala yang lebih luas, seperti misalnya game, film animasi, sehingga IP kita bisa bukan hanya tuan rumah di negeri sendiri namun juga salah satu pemain utama di level Asia Tenggara, bahkan Asia. Potensi kita masih sangat besar” (29/7).


“Kehadiran sepuluh jenama Indonesia di pameran Licensing Expo China ini adalah upaya untuk mulai menata jalan ke pasar global bagi karya IP Indonesia. Acara ini mendorong kita untuk membuat kegiatan serupa yang dapat memajukan Indonesia menjadi market hub regional untuk karya IP. Menduniakan IP lokal sejalan dengan core dari ekonomi kreatif Indonesia yang berbasis IP. Melalui penjualan license Indonesia akan mendapat devisa masuk berupa royalti. Ini mungkin bukan hal yang baru tetapi merupakan hal yang harus didorong pertumbuhannya,” jelas Joshua Simanjuntak (ma).
Share:

Natuna Miliki Banyak Potensi Strategis

Kemenko Kemaritiman, pengembangan Natuna sebagai daerah terdepan
Natuna/Kepri (WartaMerdeka) - Kunjungqn yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan di Kabupaten Natuna secara langsung. Permasalahan tersebut terkait isu perbatasan, pertahanan keamanan, keselamatan navigasi, dan integrasi pembangunan. Hasil dari pengamatan selama kunjungan kerja dibahas bersama dengan Pemerintahan Kabupaten Natuna untuk menentukan beberapa prioritas yang akan menjadi program jangka pendek, menengah, dan panjang yang akan segera direalisasikan melalui koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Purbaya Yudhi Sadewa, kunjungan kerja dan Rapat Koordinasi Teknis dengan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Pemerintahan Kabupaten Natuna, Ranai (23/7).


Deputi Purbaya menyampaikan, “pengembangan Natuna harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi agar fasilitas-fasilitas yang dibangun dapat memberi manfaat yang maksimal bagi perekonomian dan masyarakat Natuna.” Bupati Natuna Hamid Rizal menyebut, daerahnya sebagai salah satu pulau terdepan di utara Indonesia, 90 persen luas wilayahnya adalah laut dengan potensi di dalamnya sangat besar. “Potensi Natuna sangat besar namun belum optimal dirasakan secara langsung masyarakat Natuna melalui pembangunan," ucap Hamid.


Menanggapinya, Deputi Purbaya mengatakan atas dasar fakta geostrategik dan potensi sumber daya alam di Natuna tersebut pemerintah canangkan lima pilar pembangunan Natuna. “Lima pilar pembangunan Natuna tersebut adalah (1) Kelautan dan Perikanan; (2) Pariwisata; (3) Jasa Industri Migas; (4) Lingkungan Laut; dan (5) Pertahanan dan Keamanan. Inilah yang harus diimplementasikan secara terintegrasi, paralel, berimbang, dan saling melegkapi," ujarnya.


Rakor mengidentifikasi beberapa permasalahan yang belum tuntas seperti perundingan batas zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia – Vietnam, _illegal fishing_ yang masih marak, rencana pengembangan maritime domain awareness (MDA), perimbangan keuangan pusat daerah, dukungan transportasi laut dan udara, BBM di Natuna, dan lain sebagainya (ma).
Share:

Biji Alpukat ATASI Cuci Darah


Jakarta, (WartaMerdeka) - Jika Ginjal Anda divonis untuk melakukan cuci darah, jangan buru buru cuci darah !!!
Mungkin cara alami yang ini dapat dicoba terlebih dahulu....

Cara mengkonsumsi BIJI ALPUKAT.
  1. Biji alpokat diiris kecil-kecil lalu jemur sampai kering (spt kerupuk )
  2. Lalu digiling sampai halus
  3. Ambil serbuknya, sedu seperti kita membuat kopia atau teh
  4. Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari
  5. Minumlah sampai kembali normal.
Biji alpukat merupakan bahan herbal yang memiliki manfaat, diantaranya adalah untuk menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menurunkan lemak pada darah. Ketiga manfaat tersebut sudah dibuktikan dalam penelitian yang menggunakan sampel berupa tikus.

*Semoga info ini cocok dan  bermanfaat*

Sumber : Warta WA Terkini
Foto : Istimewa

Sobat suka dengan artikel" di Warta Merdeka Indonesia silahkan Bookmark
Share:

Danau Toba semestnya Dikelola Putra Daerah secara Profesional

Para wisudawan Politeknik Pariwisata Medan
Medan (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan didepan 363 lulusan Politektik Pariwisata/Poltekpar Medan bahwa, generasi yang dipersiapkan memasuki persaingan di era digital tourism 4.0 ditandai dengaqn dominasi kaum millennials yang 100% sudah digital. “Kalianlah yang siap menghadapi persiangan di era Digital Tourism 4.0,” kata Arief Yahya dalam Wisuda ke-21 Poltekpar Medan di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Medan (18/7).


Arief Yahya menegaskan kepada para wisudawan dan wisudawati bahwa disiplin ilmu dan ketrampilan di bidang pariwisata memerupakan pilihan yang tetap atau on the track karena industri jasa memiliki tingkat pertumbuhan devisa yang luar biasa. Pariwisata Indonesia tumbuh signifikan pada Januari-Desember 2018 mencapai 12,58 persen atau jauh di atas pertumbuhan pariwisata di kawasan regional 7,4 persen dan pariwisata dunia tumbuh 5,6%.


Destinasi pariwisata Danau Toba nanti menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Di sana akan banyak berdiri hotel dan resort internasional. “Kalianlah (para lulusan Poltekpar Medan) yang nanti menjadi general manager (GM)-nya. Kalianlah yang akan memenangkan persaingan di era digital tourism 4.0,” tegas Arief Yahya.


Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga sepakat dengan yang diucapkan Menpar. Karena putra daerah harus mampu bersaing dan menguasai segala aset yang ada di daerahnya, termasuk dalam hal ini keberadaan Danau Toba yang telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang harus dikembangkan.


Sementra Direktur Poltekpar Medan Dr Anwari Masatip S.Sos,MM menyatakan, “berdasarkan dari hasil tracer study lulusannya sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan ke depan” (ma).


Foto: Humas Poltekpar Medan
Share: