2018-07-13

enun Ikat Sumba yang sangat Mempesona


Waingapu/Sumba Timur (WartaMerdeka) - Keindahan serta beragam hasil kreasi tenun ikat khas Sumba, tersaji di Festival Tenun Ikat Sumba. Festival ini dibuka Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana di Lapangan Palawan, Waingapu, Sumba Timur (12/7). berbalut pakaian khas Sumba. Acara ini berlangsung hingga 14 Juli. 

Menurut Pitana, Sumba sangat kaya akan _nature, culture,_ juga _manmade._ “Karena itulah keputusan menjadi pariwisata sebagai _leading sector_ sangat tepat. Sumba memiliki alam dan budaya yang bisa dijual. Dan ini bisa menambah PAD. Karena jumlahnya sangat jelas,” kata Pitana. Dan untuk kain tenun ikat Sumba, Pitana hanya menyebut satu kata, “Wonderful,” jawabnya singkat. 

Pitana lantas menjelaskan ucapannya tersebut. Menurutnya, kain tenun Sumba sangat indah. “Apalagi setelah saya mengetahui seperti apa proses pembuatannya. Bagaimana kain-kain dengan pewarna alami. Sangat luar biasa,” kata Pitana. 

Saat mengunjungi stan penjual kain, Pitana sempat melihat sebuah kain tenun yang sudah berusia 80 tahun. Meski berusia tua, kain itu masih terlihat bagus. Warnanya pun tidak luntur. Ia tersimpan rapi dalam kotak yang terbuat dari anyaman bambu. Asal tahu saja, usia kotak itu sama tuanya dengan kain tersebut. 

Kain tua ini berasal dari Kampung Lambangapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Masa pembuatannya memakan waktu bertahun-tahun. “Ini kain tenun sesungguhnya. Dibuat dari kapas yang dihelai. Setelah itu baru dipintal menjadi kain,” tutur Pilamandalore, anak dari pembuat kain tenun itu. 

Sayangnya, pria berusia 60 ini tidak ingat dengan pasti tahun pembuatan kain tersebut. “Usia kain ini sudah sekitar 80 sampai 90 tahun. Sedangkan saya 60 tahun. Jujur saya tidak ingat. Tapi inilah kain tenun sesungguhnya. Ini dibuat dengan cara dipintal,” terangnya. 

Menurut Pila, penawaran tertinggi untuk kain ini adalah Rp45 juta. “Tapi tidak saya lepas. Karena nilainya sangat tinggi. Jika pun harus dilepas, maka harga yang pantas adalah Rp125 juta,” jelas Pila yang bertekad mempertahankan kain tersebut. 
“Kalau pun harus dijual, saya ingin dengan harga yang pantas. Karena nilai kain ini sangat tinggi. Tidak akan kami lepas begitu saja,” paparnya. 

Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti turut senang dengan bergulirnya event ini. 
“Festival Tenun Ikat Sumba ini adalah rangkaian dari kegiatan Parade 1001 Kuda Sandelwood. Acaranya menarik, karena kekayaan budaya Sumba benar-benar disajikan. Acara ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan,” puji Esthy (pn).  - Foto: Dok.Kemenpar 

Jaringan - IndonesiaMandiri.web.id

Share:

Manfaat Danau Terintegrasi Dukung Kesejahteraan Masyarakat


Jakarta (WartaMerdeka) - Besarnya potensi danau yang dimiliki Indonesia, sekitar 840 danau besar dan 735 danau kecil, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah danau terbanyak di Asia. Keberadaan danau merupakan sumber air yang penting bagi kehidupan masyarakat, baik untuk kehidupan sehari-hari, kegiatan perekonomian, serta fungsi ekologis yang dimilikinya. 


Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/PDASHL-KLHK, I.B. Putera Parthama, menyampaikan pengelolaan danau terintegrasi sangat penting bagi Indonesia, mengingat fungsi danau dan pemanfaatan ekosistem danau yang banyak dilakukan. 



"Ada urgensi yang sangat besar disini, karena Indonesia memiliki potensi danau sangat besar, dan fungsinya sebagai daerah tangkapan air, habitat keanekaragaman hayati, tambak, wisata, hingga fungsi sosial sebagai tempat tumbuh budaya dan kearifan lokal", tuturnya saat membuka Workshop on Integrated Lake Basin Management di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta (12/07). 



Dijelaskan Putra, pengelolaan danau perlu memperhatikan hal-hal antara lain, tipologi danau, indikator kesehatan danau, aktivitas pemanfaatan danau, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Terkait hal ini, Putra meyakini, banyak pihak dapat berkontribusi terhadap upaya konservasi danau dan rehabilitasi ekosistem sekitar danau. 



"Strategi pengelolaan danau dapat dilakukan dengan memperhatikan karakteristik danau, identifikasi potensi danau sebagai sumber ekonomi, didukung penegakan hukum, kemitraan, serta pelibatan masyarakat dan komunitas dalam upaya konservasi dan rehabilitasi", tambahnya. 



Workshop ini juga dihadiri narasumber dari International Lake Environment Committeee Foundation (ILEC), Prof. Masahisa Nakamura dan Ms. Kiyoko Takemoto. ILEC adalah lembaga non pemerintah internasional yang berkedudukan di Jepang, dan sangat berpengalaman dalam pengelolaan danau di Jepang, khususnya Danau Biwa, serta beberapa danau di berbagai negara. 



Prof. Mashira menyampaikan informasi mengenai rencana The 17th World Lake Conference (WLC17), yang akan dilaksanakan di Ibaraki, Jepang (15-19/10) yang akan dihadiri oleh para pengelola danau dari berbagai negara. Dan Menteri LHK, Siti Nurbaya, direncanakan menjadi salah satu keynote speaker saat Opening Ceremony WLC17 (dm). - Foto: Dok.KLHK 

Jaringan- IndonesiaMandiri.web.id
Share:

2018-07-12

Kunjungan Commander Task Force 76 US Navy ke Pangkoarmada I

Jakarta (WartaMerdeka) - Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono menerima kunjungan kehormatan Commander Task Force 76 US Navy RDML Bradley Cooper di Ruang VIP Mako Koarmada I (11/7). Laksda Yudo 

berharap kunjungam ini kian memperat hubungan kerjasama antar kedua Angkatan Laut khususnya Koarmada I dengan US Navy. 

Selain itu, dalam waktu dekat kedua Angkatan Laut akan melaksanakan Latihan Bersama yaitu CARAT 2018 dimana Koarmada I bertindak selaku tuan rumah/penyelenggara dengan melibatkan  beberapa kekuatan dari kedua Angkatan Laut yaitu Unsur Kapal Perang, Marinir dan Staf. Harapannya agar seluruh kegiatan dari mulai tahap persiapan sampai dengan tahap pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diprogramkan. 

Kunjungan kehormatan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan Staff Talks antara TNI Angkatan Laut dengan US Navy dan USMC yang didelegasikan ke CTF 76 dan III MEF. Foto: Dispen Armada I 

Jaringan - IndonesiaMandiri.web.id
Share:

2018-07-11

Tanggulangi sampah, Pemkot Depok lakukan upaya maksimal

Kepala DLHK Kota Depok, Betty Suryahati (ft. Diskominfo) 
Balaikota, (WartaMerdeka)- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok cukup serius dalam menanggulangi permasalahan sampah. Keseriusan ini dibuktikan dengan upaya maksimal yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok agar bisa menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

“Kami punya 32 Unit Pengolah Sampah (UPS) yang bisa dioptimalkan. Nantinya UPS ini yang bekerja untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun cair, serta mengolah sampah plastik untuk dijadikan barang bernilai ekonomis,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati, di Balai Kota, Senin (09/07/18).

Selain itu, lanjutnya, untuk mencegah adanya pembuang sampah liar, pihaknya juga intens melakukan monitoring dengan menurunkan Tim Buru Sergap (Buser) Kebersihan di beberapa lokasi. DLHK juga telah memiliki Tim Jaga Gonda yang bertugas melakukan monitoring kebersihan, khusus di Jalan Margonda.

“Tim Buser dan Tim Jaga Gonda kami rutin melakukan monitoring di lokasi yang rawan akan pembuang sampah liar. Kami juga telah memberikan sanksi tegas terhadap mereka yang tertangkap basah membuang sampah dengan melakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ucapnya.

Untuk jangka panjang, kata Etty, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar), agar pengoperasian TPA Nambo segera direalisasikan. Diharapkan dengan beroperasinya TPA Nambo, dapat mengurangi volume sampah sebesar 1200 ton yang setiap harinya masuk ke TPA Cipayung.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Provinsi Jabar, saat ini proses pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sedang berlangsung. Kalau tidak ada halangan, insya Allah tahun ini, Pemkot bisa memulai pembuangan sampah ke Nambo,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menangani longsor sampah yang terjadi di Kali Pesanggrahan, Pasir Putih, yang lokasinya bersebelahan dengan TPA Cipayung, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok telah berkomunikasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWSCC mengenai masalah pengerukan Kali Pesanggrahan yang mendangkal, akibat longsoran sampah TPA Cipayung. Saat ini kita masih menunggu proses yang sedang berjalan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Manto.

Sedangkan untuk menunjang kesehatan warga, Pemkot Depok melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cipayung memiliki program pengobatan gratis untuk pekerja dan warga di sekitar TPA Cipayung. Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi warga dengan sarana dan prasarana air bersih, untuk kepentingan masyarakat luas.

“Kami bekerja sama dengan UPT Kebersihan untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga dan pekerja di lingkungan TPA seminggu sekali, yaitu setiap hari Rabu. Pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis,” ucap Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung, Kurnia Permitasari. (SSM) 
Share:

2018-07-10

Masyarakat Sekitar Hutan TN Kerinci Seblat Mendukung Penuh Keberadaannya

Sungai Penuh/Jambi (WartaMerdeka) - Pentingnya keberadaan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sebagai benteng konservasi alam, disadari sepenuhnya oleh masyarakat sekitarnya. Hal ini terbukti dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan di kawasan TNKS. 


Dukungan masyarakat ini disampaikan oleh Walikota Sungai Penuh, H.Asafri Jaya Bakri, kepada Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat bertemu anggota IV BPK RI, Prof. Rizal Djalil, dan Wakil Walikota Sungai Penuh, H. Zulhelmi, serta rombongan Dipo Ilham Jalil (06/07). 

H. Asafri juga mengungkapkan kelebihan dan kekurangan kota Sungai Penuh, khususnya berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pengelolaan kawasan hutan, dimana 51 % kawasan hutan di Sungai Penuh, diharapkan dapat memberi manfaat kepada masyarakat. 

Lebih lanjut H. Asafri menyatakan keinginan untuk membangun sendiri Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), namun ada keterbatasan terkait syarat penyediaan lahan seluas 10 hektar. "Saat ini Pemerintah Kota Sungai Penuh belum memperoleh lahan seluas itu. Diharapkan melalui kehadiran Ibu Siti Nurbaya dapat mempermudah pembangunan TPST ini", tuturnya. 

Pada kesempatan ini, Prof. Rizal Djalil mengajak masyarakat dan kepala OPD, untuk menyusun dan menyampaikan rencana peningkatan PAM, energi listrik solar cel dan infrastrukur di kota Sungai Penuh, serta pengelolaan hutan. 

“Memang ini bukan hanya persoalan di kota Sungai Penuh saja, namun inisiatif membuat TPST sendiri merupakan inisiatif yang sangat bagus. Dari sisi regulasi hal ini dimungkinkan, dan Pemerintah Pusat siap memfasilitasi untuk pembangunan TPST. Pengelolaan sampah yang baik dilain tempat mungkin bisa dipelajari dari kota kota lain", ujar Menteri Siti (dm). 

Foto: Dok.KLHK 
Share:

Menteri Pariwisata Berdayakan UMKM di Mandalika

Lombok/NTB (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus/KEK Mandalika menjadi sentral koordinasi yang bertujuan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini disampaikan Arief Yahya saat kunjungan kerja meninjau KEK Mandalika, Lombok, yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Prioritas (06/07). 


Diharapkan sektor UMKM diberdayakan, salah satunya dengan pemberian modal, untuk mendukung Mandalika menjadi destinasi kelas dunia. “Kita harapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pariwisata akan lebih cepat tumbuh dan berkembang," ujar Menpar Arief. 

Selain meninjau kios-kios UMKM di Mandalika, Menpar juga berkomitmen memfasilitasi para pedagang untuk mendapatkan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat khusus pariwisata dari sejumlah bank BUMN. Kawasan bisnis UMKM ini nantinya akan diberi nama The Bazaar Mandalika yang menjual berbagai produk UMKM sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap warga sekitar khususnya. 

Kedatangannya Menpar merupakan kelanjutan kunker pada 17 November 2017 saat Menpar meninjau perkembangan pembangunan UMKM ITDC atas arahan Presiden agar Destinasi Wisata memiliki fasilitas untuk menampung UMKM yang layak dan berkualitas. 

Arief juga mengunjungi Pasar Pancingan di Desa Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah. Dalam kunjungan ke Destinasi Digital pertama kali ini, Menpar berinteraksi dengan para pedagang dan para pengunjung pasar Pancingan (pn/ab). Foto: Dok.Kemenpar - Sumber - IM
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar