Kamis, 22 Februari 2018

Hari Pramuka / Pandu Sedunia
Jakarta, (WartaMerdeka) - “Seorang Pandu/Pramuka sejati dipandang oleh anak-anak & orang dewasa sebagai orang yang dapat dipercaya, seorang yang tidak akan mengecewakan waktu menjalankan kewajibannya bagaimanapun besarnya kesukaran yang dihadapi”

..."Lebih baik melihat suatu hal dari sisi baiknya daripada dari sisi buruknya.

Cara yang benar untuk memperoleh kebahagiaan ialah dgn membahagiakan orang lain. ya Lekatkanlah niat ini senantiasa dlm Janji/Satya Pramukamu....

Tuhan akan selalu menganugerahi pertolongan kpdmu dlm melaksanakan niatmu"...

(Cuplikan *Pesan Terakhir Lord Baden-Powell, Bapak Pandu/Pramuka Dunia*)

Semoga Pramuka kedepan betul betul menjadi Kawah Candra dimuka Generasi Penerus Bangsa.

“Jadi lah Pramuka yg berada dimana mana dan bermanfaat untuk siapa saja”, pesan Sylviana Murni Kepala Kwarda Pramuka DKI Jakarta (ab) | Foto: abri | Sumber
Bukti lagi bahwa NKRI Pancasila UUD'45 adalah Harga Mati
Malang Selatan, (WartaMerdeka) -  Komandan Korps Marinir Mayjen Bambang Suswantono meninjau prajuritnya yang sedang melaksanakan gladi bersih untuk Pengangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai warga kehormatan Korps Marinir TNI AL (21/2). Acara monumental ini akan dilaksanakan di Pantai Nganteb, Malang Selatan, Jawa Timur besok Kamis (22/2). 

Kegiatan akan diawali pengarahan Komandan Korps Marinir kepada seluruh panitia dan dilanjutkan dengan melihat secara langsung pelaksanaan gladi bersih upacara, demontrasi dari Pasukan Khusus Korps Marinir yang meliputi terjun statik laut, Heli Water Jump, RDO (Rubber Duck Operation) dan serangan kilat serta diakhiri dengan pengecekan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam kegiatan tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Si (Han), Komandan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr (Han), Dandenjaka Kolonel Marinir Bambang Wahyuono dan para pejabat teras dilingkungan Korps Marinir lainnya (ab) | Foto: DispenKormar  | Sumber
Gotongroyong Wanadri dan Indonesia Megajar Berdayakan Papua
Jakarta (WartaMerdeka) - Organisasi Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri akan menggelar Festival Puncak Papua (FPP) yang diadakan pada medio April-Mei 2018. Rencananya, festival diadakan di wilayah Kabupaten Bintang, Papua, dimulai dengan pagelaran seni dan budaya, hingga ekspedisi pendakian Puncak Mandala (4.760 mdpl) dan Puncak Yamin (4.500 mdpl).

“Sebagai implementasi dari tema kegiatan FPP, Kami juga akan melakukan kegiatan live in dengan fokus pelatihan guru, peningkatan mutu kesehatan, hingga pendataan lingkungan dan sosio-antropologi. Di samping itu akan dilakukan pelatihan seputar budidaya apotek hidup, manajemen keuangan desa hingga pendokumentasian dari seluruh kegiatan,” ujar Andi Angga Kusumah, Ketua Umum Wanadri kepada wartawan di Jakarta (20/2).

Andi menambahkan, Wanadri juga bekerjasama dengan organisasi nirlaba Indonesia Mengajar (IM) yang selama ini memiliki konsentrasi pada kegiatan peningkatan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Festival Puncak Papua, Dzaki Tirta mengatakan dimasukkannya dua kegiatan ekspedisi pendakian besar dalam rangkaian FPP dimaksudkan guna membuka ruang informasi yang seluas-luasnya terkait potensi kewilayahan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebab, hingga kini belum terdapat informasi yang detail perihal Puncak Yamin lantaran gunung ini belum pernah didaki.

“Ekspedi Puncak Yamin akan menjadi ekspedisi perintisan jalur pertama menuju Puncak Yamin dan menghabiskan waktu 16 hari untuk satu gunung ini sendiri. Selain itu,ekspedisi ini juga membawa semangat nasionalis untuk mengukuhkan nama Puncak Yamin yang diambil dari nama Pahlawan M. Yamin, yang mana di luar Indonesia kebayakan orang mengenal puncak ini dengan nama ‘Prins Henrik Top’,” tutur Dzaki.

Sementara itu, Haiva Mudzaliva, Direktur IM mengajak sebanyak mungkin orang untuk terlibat mendukung pendidikan di tanah Papua. "Kita semua punya mimpi yang besar untuk masa depan pendidikan di Papua dan optimisme untuk bisa mewujudkannya bersama-sama," tutur Haiva.

IM dan WANADRI sama-sama memiliki pengalaman bekerja di Pegunungan Bintang. IM juga telah mengirimkan tiga angkatan Pengajar Muda di kabupaten Pegunungan Bintang, sedangkan Wanadri adalah organisasi pencinta alam yang berhasil mengirimkan tim ekspedisi dari Indonesia yang pertama mencapai puncak Gunung Mandala (fm) | Foto: istimewa | Sumber

Rabu, 21 Februari 2018

Belajar dari “Kejujuran Diri Sendiri” Ibu DR. Susi Pudjiastuti
Bekasi (WartaMerdeka) – Berkaca dari Ibu Susi, banyak hal positif yang dapat kita ambil. Menteri yang memiliki Ijazah SMP, dan mengenyam pendidikan hingga 2 SMA ini, punya segudang Prestasi dengan level internasional, juga tidak luput aprisiasi dari aktor kawakan setingkat Leonardo DiCaprio.

Gaya hidupnya santai, tapi penuh tindakan konkrit yang positif, membuat para koruptor gerah melihat, dan merasakan sepak terjangnya. Koruptor di bidang perikanan saat ini, bak ikan terkurung di aquarium, yang dibatasi ruang geraknya.

Gerakan Ibu Susi ini akan membawa kita kembali ke kenyataan, yang tertulis dalam syair lagu Koes Plus yang sangat terkenal “Kolam Susu”. Ibu Susi pun menyatakan dalam suatu wawancara dengan Bapak Don Bosco Selamun di suatu Acara Televisi Swasta, bukan beliau yang membawa mimpi Bangsa Indonesia menuju pada eksistensi “Kolam Susu”, tetapi beliau hanya mengembalikan ke kenyataan yang ada di Nusantara ini, dengan bantuan semua pihak yang bekerjasama, yang beliau sebutkan satu persatu dengan lancar, hal ini menandakan beliau bukan orang yang suka meng-klaim bahwa dirinya sebagai seorang “Superman”, tapi kerjasama yang baik, akan menghasilkan output yang baik pula.

Cerminan kerjasama yang baik, mengingatkan kita dengan pola “Gotong Royong” yang sudah sejak zaman presiden Soekarno di canangkan, tetapi ditinggalkan demi individualisme, dam kepentingan kelompok tertentu. Ibu Susi mengembalikan makna “Gotong Royong” dengan benar, hasilnya pun menjadi terlihat positif, dimana outputnya, kuantitas dan kualitas ikan di perairan Indonesia naik drastis.

Sebagai seorang Menteri Kelautan dan Perikanan, beliau juga menjabat berbagai jabatan bergengsi, antara lain; Direktur Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), CEO pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek Susi Brand, lobster2nya diekspor ke luar negri.

Dari wawancara dengan bapak Don Bosco Selamun dengan Ibu Susi Pudjiastuti, yang menarik adalah pola pikirnya, sederhana tetapi selalu mengedepankan integritas, sehingga jelas bahwa Ibu Susi Pudjiastuti sudah menerapkan Budi Pekerti warisan Leluhur Nusantara.

Siapa bilang kalau kita menerapkan Pola Pikir Warisan Nusantara tidak dapat berhasil, karena banyak yang bilang bisnis itu kotor, sementara Ibu Susi mengedepankan “Kehormatan Harga Diri”

Buktinya ibu Susi telah membuktikan pada kita semua, beliau memiliki perusahaan yang tidak main-main asetnya. Dari sebelum dirinya diangkat menjadi menteri pun, Ibu Susi sudah menjabat sebagai CEO maskapai sewa ber-aset ratusan miliar rupiah PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air). dengan 46 pesawat propeler jenis Cessna Grand Caravan (harga Rp 20M/unit), Avanti (harga Rp 80M/unit) dan Porter. Selain itu, beliau juga menjabat, antara lain; sebagai CEO PT ASI Pudjiastuti Flying School, dan CEO PT ASI Geosurvei.

Saat ini, kita suka terbalik-balik dengan mengartikan “Kehormatan”, dimana sekarang ini arti Kehormatan adalah Berpakaian layaknya manusia bersih, tetapi berprilaku memalukan. Sementara Kehormatan yang dicerminkan oleh seorang Ibu Susi adalah, berpenampilan dan bergaya apa adanya tidak ditutup-tutupi, tetapi berprilaku “Jujur kepada Diri Sendiri”, yang menjadikan dirinya berprilaku @StandarTunggal.

Prilakunya sudah membuktikan hasilnya, Ibu Susi menerima segudang penghargaan yang tidak bisa dibeli pakai uang, antara lain:

Peter Benchley Ocean Awards
Leadership Seafood Champion Award
Leaders for a Living Planet Awards
Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, 2005
Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011
Award for Innovative Achievements, Extraordinary
Leadership and Significant Contributions to the Economy, by APEC, 2011
Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, by Governor of West Java, 2008
Young Entrepreneur of the Year”, by Ernst and Young Indonesia, 2005
dan masih banyak penghargaan lain
Terus menjaga Integritas, tidak dapat dielakan, seorang yang hanya lulusan SMP bisa mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari Universita Diponegoro, tentunya bukan diterima seperti hadiah ulang tahun, melainkan dirinya harus melalui segudang uji Komptensi dari tim penguji independen. (SSM) | Foto : Istimewa | Sumber
Kendaraan tempur lapis baja Singapura dari ST Kinetics
Jakarta, (WartaMerdeka) - Dalam pameran kedirgantaraan Singapura yang lalu (6-11/2),  ada yang menarik dihadirkan oleh perusahaan alutsista dari Singapura. Diantaranya pengadaan kendaraan tempur lapis baja buatan ST Kinetic, Singapura.  Menurut pihak ST Kinetics, kendaraan ini akan turut serta dalam ajang kompetisi pengadaan kendaraan tempur untuk Angkatan Darat Amerika Serikat, dimana ST Kinetics akan segera mengirimkan kendaraan contoh ke Amerika guna turut serta dalam kompetisi Service’s Mobile Protected Firepower.  Untuk hal ini pihak ST Kinetics bekerja sama dengan SAIC dan industri dari Belgia CMI Defence.

Kendaraan yang disebut sebagai NGAFV ini akan dilengkapi dengan kubah modular Cockerill 3105 dari CMI Group. Menurut rencana nantinya kegiatan yang akan dilakukan di Amerika akan mencakup uji penembakan di Nevada Automotive Test Center, Nevada.

Ranpur lapba (kendaraan tempur lapis baja) yang diberi sebutan NGAFV atau Next Generation Armored Fighting Vehicle ini dalam penawaran ke Amerika dipimpin oleh grup SAIC yang merupakan pihak integrator dari sistem Ranpur ini.  NGAFV dari ST Kinetics ini juga sudah di pesan oleh pihak Angkatan Bersenjata Singapura. Diperkirakan akan mulai di produksi pada awal 2019. Kubah modular 3105 dari Cockerill ini juga dipesan oleh TNI Angkatan Darat untuk melengkapi Ranpur Pandur II.

Next Generation Armored Fighting Vehicle dari ST Kinetics  dengan kubah modular 3015 dari CMI Group, kanan (CMI Defence) 
NGAFV yang dipesan oleh pihak Singapura terdiri dari berbagai varian, diantaranya untuk pengangkut personil yang dilengkapi dengan stasiun senjata remote control dengan senjata yang akan di pasang berupa kanon Orbital ATK Bushmaster 30mm dan senapan mesin coaxial.

Selain untuk Angkatan Darat Amerika Serikat, SAIC dan ST Kinetics juga berpartisipasi dalam persaingan pengadaan kendaraan tempur amphibi untuk Korps Marinir Amerika Serikat, dimana mereka menawarkan Ranpur beroda ban 8x8 Terrex 2, bersaing dengan BAE Systems yang menawarkan Iveco SuperAV (ah/ab) | Foto: istimewa | Sumber
Angkasa Pura II Layani 1,9 Juta Penumpang Di Imlek
Tangerang (WartaMerdeka) - PT Angkasa Pura II (Persero) selama liburan Tahun Baru Imlek 2018 berhasil melayani sekitar 1,9 juta penumpang di seluruh bandara yang dikelola. Jumlah tersebut mengalami kenaikan lebih dari 25% dibandingkan 2017 yang hanya mencapai 1,4 juta penumpang. Peningkatan ini didorong oleh masa liburan imlek yang cukup panjang yakni sejak 15 hingga 19 Februari 2018. Sehingga menimbulkan animo bepergian masyarakat yang cukup tinggi.

President Director AP II Muhammad Awaluddin menuturkan bahwa pihaknya turut mengapresiasi animo masyarakat yang cukup tinggi di masa liburan Imlek 2018, mengingat di tahun ini bandara milik Angkasa Pura II sudah mengoperasikan terminal baru, mampu mengakomodir jumlah penumpang yang tinggi dibandingkan hari biasa. Disamping itu, beberapa destinasi yang merupakan destinasi favorit pada masa liburan Imlek, merupakan bandara yang kami kelola seperti Pontianak, Kualanamu, Pangkal Pinang, Tanjungpinang dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun jumlah penumpang terbesar berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara utama AP II dengan jumlah penumpang sekitar 936,911 penumpang atau mengalami kenaikan sekitar 13% dibandingkan hari normal yang hanya mencapai 826,735 penumpang.


Sementara itu, untuk pergerakan pesawat mengalami peningkatan kurang lebih 15% menjadi 14.274 pergerakan di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 12.308 pergerakan. "Pelayanan tidak hanya menyangkut peningkatan fasilitas namun turut menciptakan suasana terminal yang bernuansa Imlek. Dengan memberikan pelayanan maksimal, ke depan diharapkan, seluruh Bandara Angkasa Pura II dapat lebih banyak melayani penumpang," jelas Awaluddin (fm) | Foto: istimewa | Sumber
195 Tokoh Luncurkan Seruan Moral Kebhinnekaan
Seratus sembilan puluh lima tokoh dari berbagai kelompok masyarakat hari Selasa (20/2) mengadakan pertemuan dan menyampaikan keprihatinan atas berbagai tindakan intoleran, diskriminasi, persekusi dan berbagai ancaman terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan; yang diyakini mengancam kebhinekaan Indonesia. Di antara 195 tokoh itu adalah Jerry Sumampouw dari Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Ketua Setara Institute Hendardi, Direktur Eksekutif ICRP (Indonesia Conference on Religion and Peace) Musdah Mulia dan Ray Rangkuti dari Lingkar Madani Indonesia.
Ketua Setara Institute Hendardi yang mengorganisir pertemuan di Jakarta itu mengatakan saat ini ada kecenderungan menguatnya fundamentalisme agama dalam beragam wujud; dan hal ini sedianya ditangani dengan cepat dan efektif agar tidak menguatkan politisasi identitas.
“Secara aktual, seruan moral kebhinnekaan ini juga ditujukan untuk mengingatkan semua pihak yang berkontes dalam 171 pilkada dan berkontes pada Pemilu 2019 untuk tidak menggunakan sentimen SARA dalam berkampanye, karena dampak dari itu adalah kohesi sosial kita yang terkoyak-koyak,” papar Hendardi.
Hendardi menambahkan salah satu indikator integritas pemilu adalah kampanye yang sehat, produktif, dan mencerdaskan. Juga tidak ada sentimen SARA, hoax, dan ujaran-ujaran kebencian, apalagi dengan cara mengkapitalisasi kekerasan dan benturan sosial. Pemerintah menurutnya harus bertindak cepat dan professional merespon setiap upaya memecah belah, dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Menurutnya pemilihan kepala daerah tahun ini dan pemilihan umum 2019 tidak boleh menggunakan politisasi agama, kampanye hitam, dan syiar kebencian berbasis sentimen SARA. Dan setiap elemen masyarakat perlu berperan lebih besar untuk menanamkan prinsip bahwa kebhinekaan adalah ruh negara dan bangsa Indonesia.
Direktur Eksekutif ICRP Musdah Mulia mengatakan prihatin dengan serangan-serangan fisik terhadap para pemuka agama. Ia menampik jika serangan itu dinilai dilakukan oleh orang dianggap gila. “Ini kesengajaan,” ujarnya tegas.
Musdah juga menyampaikan kekecewaannya kepada Badan Intelijen Negara (BIN) yang dengan cepat menyebut serangan-serangan fisik terhadap para tokoh agama sebagai kampanye hitam semata. Menurutnya BIN bukan sekedar kecolongan, tapi memang tidak bekerja optimal untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan itu.
“Mustinya BIN kan jauh-jauh hari memberikan prediksi. Udah tahu kan akan ada pilkada, mestinya udah siap dari dulu dong. Karena dengan melihat kasus di pilkada DKI, mestinya udah siap. Masak, kecolongan,” ujar Musdah.
Menanggapi serangan fisik terhadap sejumlah tokoh agama, Hendardi menganggap fenomena ini mirip kasus ninja dan dukun santet menjelang rezim Soeharto tumbang. “Polanya sama, namun kemasannya baru, untuk menciptakan ketidakstabilan negara,” ujarnya.
Ditemui secara terpisah, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Setyo Wasisto mengatakan Mabes Polri tambahnya telah mengirimkan pasukan tambahan ke beberapa daerah untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap beberapa tokoh agama, seperti yang terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta. Setyo menambahkan Polri serius untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut.
“Tim sekarang sudah berangkat ke Jawa Timur, Jogja untuk pendalaman kemudian Jawa Barat. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat, dengan adaya kejadian ini ada yang ikut numpang, memanfaatkan. Wah ini yang menyerang orang gila padahal tidak seperti itu,” tukas Setyo.
Aksi penyerangan terhadap tokoh agama dan tempat ibadah terjadi sejak akhir Januari lalu. Yang terbaru adalah serangan terhadap KH Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, di Paciran, Lamongan; yang diserang beberapa orang asing di kompleks pesantrennya pada hari Minggu lalu (18/2). Identitas pelaku masih belum diketahui.
Sebelumnya penganiayaan serupa terjadi terhadap ustad Prawoto, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, KH Umar Basri, di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Prawoto yang merupakan salah satu petinggi Persatuan Islam (Persis) kota Bandung meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.
Kasus lain adalah persekusi terhadap biksu Mulyanto Nurhalim di Tangerang, Banten, yang dituduh menjadikan rumah sebagai tempat ibadah. Disusul serangan terhadap jemaat Gereja St Lidwina di Sleman, Yogyakarta, yang mengakibatkan lima orang luka-luka, termasuk pastor Karl-Edmund Prier SK (Romo Prier) yang tengah memimpin ibadah, dan seorang anggota kepolisian yang berusaha menghentikan perbuatan pelaku. [fw/em]
Sumber / Copyright : voaindonesia.com

Selasa, 20 Februari 2018

Dengan Garudashop "Merchandise dan Produk Eksklusif" Garuda mudah diperoleh
Cengkareng (IndonesiaMandiri) – Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama JD.ID, perusahaan e-dagang yang terafiliasi dengan JD.com, toko online terbesar di Asia, melaksanakan penandatanganan kerjasama strategis melalui channel layanan terbaru dengan nama “GarudaShop” yang ada pada website JD.ID.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh President Director JD.ID, Zhang Li dan Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury bertempat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (13/2).

Kini seluruh penumpang Garuda Indonesia dengan mudah dapat membeli berbagai merchandise dan produk eksklusif Garuda Indonesia melalui kanal khusus GarudaShop di website JD.ID(www.jd.id). Sebelumnya merchandise dan produk esklusif tersebut hanya dapat dibeli oleh penumpang ketika terbang dengan Garuda Indonesia.

Pahala N. Mansury mengatakan bahwa kerjasama dengan JD.ID ini merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia mengembangkan bisnis “Non-core Penerbangannya” melalui peningkatan “Ancillary Revenue” yang terus tumbuh dan sangat potensial untuk dikembangkan. Garuda Indonesia menargetkan pendapatan dari Ancillary Revenue tahun ini sebesar USD 54 juta.    

Untuk pemegang Kartu kredit Garuda Indonesia - BNI dan Garuda Indonesia Citi Card juga akan diberikan program khusus untuk bertransaksi di Garudashop ini. “Sesuai visi Garuda Indonesia ke depan untuk menjadi IT-Based Airline, dan untuk mengoptimalkan seluruh channel distribusi dengan berfokus pada digital, maka kerjasama ini akan memberikan  nilai tambah digital experience bagi seluruh penumpang Garuda Indonesia. Kerjasama ini juga merupakan kerjasama dua korporasi besar megingat saat ini JD.ID merupakan salah satu perusahaan e-dagang terbesar dan terpercaya di Indonesia yang terus tumbuh dengan pesat,” jelas Pahala.

Sementara itu Zhang Li juga mengatakan, “Kemitraan strategis ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada para penumpang Garuda dan para pelanggan JD.ID secara lebih luas. Di JD.ID, para pelanggan selalu menjadi inspirasi kami untuk terus berinovasi dan memberikan sebuah pengalaman berbelanja online ke offline yang menarik dari ujung ke ujung, kami percaya apa yang kita mulai hari ini akan menjadi sebuah standar terbaru untuk industri layanan, baik di sektor penerbangan maupun e-dagang di Indonesia”

Layanan ”GarudaShop” pada website www.jd.id ini, nantinya akan menjual beberapa merchandise dan produk eksklusif Garuda Indonesia kepada public dan pelanggan, diantaranya produk untuk kebutuhan traveling, jam tangan, perhiasan, parfum, peralatan kecantikan, gadget, hingga merchandise menarik untuk anak-anak dengan harga menarik. Dengan adanya layanan “GarudaShop” di JD.ID tersebut, kini para pelanggan Garuda Indonesia dapat dengan mudah berbelanja kebutuhan untuk travelingnya secara online (fm) | Foto: Istimewa | Sumber

Senin, 19 Februari 2018

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengudara di atas Jogja
Yogyakarta (WartaMerdeka) - Pameran Dirgantara atau Jogja Air Show/JAS membuat decak kagum masyatakat Yogya dan sekitarnya (17-18/2). Termasuk juga Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, turut melihatnya.

Dua hari menjelang JAS, panitia memohon doa restu melalui audiensi dengan Gubernur DIY, yang dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga M.M, didampingi Ketua Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta dan Ketua Panitia Mayor Pnb Iwan Setiawan.

JAS menampilkan beberapa kegiatan seperti Gantole, demo udara terjun payung, pemecahan rekor Remote Control, Para layang (Watu Gupit, Parang kusumo), Aeromodelling, Terjun payung, Microlight, Terbang layang, Paramotor.

Danlanud menyiapkan Joy flight khusus untuk Ngarsodalem Gubernur DIY Sri Sultan HB X. dengan pesawat Grop, juga untuk Wakil Gubernur Sri Paduka Pakualam IX dengan berpakaian overall. Rute joy flight lewat Jalur utara melihat gunung merapi kearah selatan menuju pantai Depok, dilanjut jalur kearah barat menuju Kabupaten Kulonprogo dan kembali ke Lanud Adisutjipto.

Selain itu, Danlanud menyampaikan bahwa akan ada kombinasi berbagai atrakasi kedirgantaraan, pemecahan rekor muri Nasional Paramotor sebanyak 50 terbang bersama dari seluruh penjuru Tanah Air dengan menghadirkan 24 penerbang dari Fasida.

"Kami mendukung penuh serta akan membantu secara optimal terhadap pelaksanaan JAS nanti. Beliau berharap Prioritaskan selalu aspek safety yaitu keamanan dalam setiap kegiatan. Sehingga diharapakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar," pesan Sri Sultan (fm) | Foto: istimewa | Sumber
KENDARAAN TEMPUR INFANTERI - PUMA
Jakarta, (WartaMerdeka) - Kendaraan tempur yang dikenal dengan nama Puma, adalah produksi dari pabrikan Konsorsium Project Systems and Management (PSM), berpusat di Kassel, Jerman. Ini  merupakan pengembangan Ranpurlapba/Kendaraan Tempur Lapis Baja untuk infanteri beroda rantai Puma (AIFV) bagi Angkatan Darat Jerman dibawah program yang diotorisasi oleh Parlemen Federal Jerman pada 2002. Konsorsium industri PSM dimiliki oleh Krauss-Maffei Wegmann dan Rheinmettall Landsysteme. Program Puma awalnya dikenal sebagai Igel dan Neuer Schuetzenpanzer (NsPz).

Pengembangan Ranpur lapba infanteri PUMA
Mulanya, Bundestag Jerman menyetujui produksi awal dalam jumlah terbatas lima unit pada Desember 2004.  Prototip pertama dan sistem demonstrator diluncurkan Desember 2005 dan diserahkan pada Mei 2006.  Lima unit kendaraan pra-produksi diserahkan pada 2007 dan diuji coba oleh Angkatan Darat pada 2008. Lalu di Maret 2009, dua unit pra-seri Puma berhasil menyelesaikan pengujian di Pusat Pelatihan Angkatan Darat Jerman.

Setelah Puma mulai terlihat wujudnya, maka di Juni 2009, Parlemen Jerman menyetujui pembelian 405 unit Puma dan Kontrak senilai €3 milyar diberikan kepada PSM pada Juli 2009. Seri produksi pertama masuk dalam kedinasan pada 2010 dan penyerahan akhir direncanakan pada 2020. Puma akan menggantikan IFV Marder-1 yang sudah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman sejak 1971 dan memasuki masa pensiun.

Rancangan Badan Puma (hull)
Badan atau bodi kendaraan merupakan rancangan baru dan bukan derivatif dari sistem  lama.  Rheinmetall bertanggung jawab atas pengembangan dan perancangan chasis.  Puma diawaki oleh tiga orang (komandan, operator senjata dan pengemudi) serta membawa sampai delapan personil pasukan infanteri lengkap dengan peralatannya. Ranpur dengan konstruksi modular ini memungkinkan untuk diangkut dengan pesawat angkut sejenis Airbus A400M.

Persenjataan AIFV Puma. 
Kendaraan ini dipersenjatai dengan stasiun senjata yang dikendalikan dengan remote control yang dikembangkan oleh Kraus-Maffei Wegmann, senjata yang dipasang di stasiun tersebut berupa kanon dual feed Mauser 30mm MK 30-2. Rheinmetall bertanggung jawab untuk mengintegrasikan kanon tersebut dengan sistem penanganan amunisinya. Kanon sejenis diproduksi untuk IFV Pizarro, Spanyol dan Ulan, Austria, dengan kemampuan penembakan rata-rata 700 butir peluru per menit dengan jarak tembak sampai tiga kilometer.

Amunisi yang dapat ditembakan antara lain 30mm APFSDS-T (armour-piercing fin-stabilised discarding sabot - tracer) dengan kecepatan laras 1,385m/detik. Amunisi di produksi oleh RWM Schweiz AG (sebelumnya bernama Oerlikon Contraves Pyrotec) Switzerland dan banyak digunakan oleh Angkatan Bersenjata Swis dan Austria. Amunisi ini tidak menggunakan proyektil depleted uranium penetrator dan non-toxic.

Kanon MK 30-2 juga dapat menembakan amunisi jenis FAPIDS-T (frangible armour-piercing incendiary discarding sabot - tracer) untuk menghadapi target keras maupun lunak (lapis baja maupun tidak). Amunisi terbarunya adalah 30mm air burst munition (ABM) buatan RWM Schweiz AG khusus diuji coba untuk digunakan pada Puma.

Amunisi ABM (panjang 173mm, diameter 30mm) memiliki pengatur waktu elektronik, ejection charge 135 cylinder-shaped tungsten alloy bars atau proyektil. Pengatur waktu elektronik diprogram dengan inductive coupling melalui device yang diinstal pada laras kanon. Pengatur waktu akan menginisiasi ejection charge yang akan melepas dan disperses proyektil tungsten sebelum membentur target.

Eurospike menawarkan misil anti-tank versi fire-and-forget Spike-LR untuk mempersenjati Puma.  Desember 2008 ditanda tangani kontrak antara Kementrian Pertahanan Jerman dengan pihak PSM untuk pengintegrasian sistem misil Spike pada kendaraan Puma. 

Perlindungan Diri.
Agustus 2006, EADS Defence Electronics mendapat kontrak  pemasokan MUSS Multifunctional Self-Protection System untuk Ranpur Puma. MUSS terdiri dari pemberi peringatan ancaman misil dengan sensor ultraviolet (berdasar dari EADS MILDS airborne missile warner), laser warner, central computer dan electronic/pyrotechnic countermeasures. MUSS dapat menangani empat ancaman secara simultan dan efektif azimuth 360° azimuth serta elevasi 70°.

Mesin Puma
Mesin yang digunakan pada Puma adalah diesel MTU seri 892, berkemampuan 892 kW yang menghasilkan power-to-weight ratio 25.4kW/t. Running gear dengan decoupled menjadikan kendaraan memiliki kebisingan dan vibrasi yang rendah. Krauss Maffei Wegmann bertanggung jawab atas pembuatan sistem suspensi hydropneumatic. Sementara untuk rantai dipasok oleh perusahaan Diehl.

Tipe Puma 
Ranpurlapba diproduksi dengan tambahan tiga level proteksi untuk mendukung kebutuhan operasionalnya. Versinya antara lain dengan bobot 29.4t, 31.45t dan 43t.Versi dasar level 1, dengan bobot 29.4t, memberikan proteksi terhadap ranjau explosively formed projectile (EFP), proyektil artileri dari atas dan proteksi keseluruhan dari amunisi Kinetic Eenergy 14.5mm serta RPG-7. Bagian depan dan sisi kendaraan dipasangi pelindung tingkat tinggi untuk menghadapi ancaman penembakan amunisi kinetic energy kaliber 30mm.Level A telah dipilih sebagai dasar proteksi lapis baja untuk IFV Puma di AD Jerman. Secara resmi Puma masuk dalam jajaran Angkatan Bersenjata Jerman pada Juni 2015.

Level A memberikan proteksi menyeluruh terhadap amunisi senapan mesin kaliber 14.5mm dan fragmentasi artileri. Kanon kaliber 30mm pada bagian depan dan sisi kendaraan. Serta bagian depan terlindung atas amunisi hollow charge. Kendaraan ini juga kebal terhadap ledakan 10kg ranjau EFP. Puma dengan proteksi level A memiliki bobot tempur 31,45 ton dan dapat diangkut dengan pesawat angkut berat A400M.

Modul lapisan baja tambahan juga dapat dipasang pada badan dan kubah kendaraan ini untuk mencapai tingkat perlindungan level C. Bobot kendaraan dengan proteksi level C ini sekitar 43 ton.  Untuk transportasi udara IFV Puma dengan proteksi level C memerlukan empat pesawat A400M, tiga untuk tiga Puma dan satu A400M untuk mengangkut modul lapisan baja tambahannya. 

Harga per unit        ~$7 juta per unit

Spesifikasi
Bobot                              31.5 ton, 43 ton bonot maksimum dengan add-on armor
Panjang                   7.4 m
Lebar                              3.7 m (up armored)
Tinggi                              3-6 m
Awak                              3 + 6
Lapisan baja                   modular AMAP composite armour
Senjata utama.               30 mm MK30-2/ABM autocannon/400 butir munisi
Senjata pendukung.       5.56 mm HK MG4 senapan mesin/2,000 butir munisi 
                                        Spike LR anti-tank guided missile;
                                        6-shot 76 mm grenade launcher
Mesin                              MTU V10 892 diesel. 800 kilowatts (1,100 hp) at 4,250 r/min[2]
Rasio Daya/Bobot        25.4 kW/ton
Suspensi                   hydropneumatic
Jarak operasional          600 km
Kecepatan                     70km/jam

Masa depan
IFV Marder telah beropasi bersama Angkatan Darat Jerman dalam waktu lama, dan untuk menggantikannya tidak ada tawaran spesifikasi lebih baik dari pada yang diajukan untuk membuat Puma, dan akuisisi untuk IFV baru harus diambil oleh komisi anggaran Bundestag. Penyerahan 350 unit Puma diharapkan selesai pada 2020 untuk mengganti IFV Marder yang telah dioperasikan selama lebih dari 40 tahun.

Diperhitungkan juga kemampuan untuk menghancurkan ancaman serangan dengan ATGM dan RPG dari pihak lawan, atau untuk lapisan baja active/reactive dimasa yang akan datang. Di sisi kanan kubahnya juga dipasang ATGM yang terhubung dengan sistem interface dengan kendali persenjataan (ah/ab) | Foto: istimewa | Sumber