Gerakan Masyarakat Bela Negara Rakyat Indonesia


FMBN embrio GMBNRI dalam kegiatan bersama Perempuan KEREN
Tangerang ( WartaMerdeka ) - Paska reformasi kita semua tahu, bahwa banyak sekali kekuatan politik yang tumbuh, bahkan tampak seporadis, oleh karenanya kami merasa terpanggil, dan merasa bertanggung jawab, serta dengan kesamaan pandangan yang berlandaskan UUD 1945 Pasal 30 ayat 1 tentang kewajiban dan hak tiap-tiap warga negara untuk Bela Negara.

Berangkat dari pemikiran tersebut di atas, maka kami yang dimotori oleh Tafwit Syam, Satrio dan Urip Santoso pada tahun 2013 membentuk perkumpulan FORUM MASYARAKAT BELA NEGARA, dengan maksud untuk turut aktif dan kreatif dalam membantu Pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat, serta bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang berwawasan luas, cerdas, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga Bangsa Indonesia menjadi Bangsa yang Maju dan Modern

Sejalan waktu, selain kegiatan Sosial Kemasyarakatan dan pendampingan, di tahun 2014 FMBN menjadi Organ Relawan yang dikoordinir Setnas Jokowi Calon Presiden – JK Wakil Presiden 2014-2019 untuk "Indonesia Hebatdengan daerah kampanye Tangerang Raya. Jokowi berhasil memenangkan pemilihan dan menjadi Presiden RI untuk periode 2014-2019. 

Ditahun 2018 FMBN kembali menjadi Organ Relawan no Reg. 104 dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres Jokowi-Cawapres Maruf Amin 2019-2024. FMBN fokus kampanye di Banten dengan skala prioritas kampanye di Tangerang Raya

Hari pencoblosan 17 April telah berjalan Kondusif dengan antusias warga memilih sekitar 80%. Sampai dengan saat ini (3-5-2019) Real Count KPU 60% (+/-), 

Jokowi 55,94   % dan Prabowo 44,06 % Selamat untuk Ir H Joko Widodo kembali menjadi Presiden RI dan KH Maruf Amin sebagai Wakil Presiden RI periode 2019-2024, untuk Indonesia Maju.

Seusai kampanye, FMBN sebagai Organ Relawan TKN Jokowi – Maruf Amin, kembali aktif membantu Pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat, sesuai Program Kerjanya.

Selanjutnya sesuai peraturan dan perundangan, FMBN berganti nama menjadi GMBNRI,  yang tertera pada Akta Notaris No 41 Notaris Nita Rohmah SH, M.KN dan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU : 0004647.AH.01.07 Tahun 2019 Tentang Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan :

GERAKAN MASYARAKAT BELA NEGARA RAKYAT INDONESIA (GMBNRI) sekretariat Dewan Pimpinan Pusat di Kota Tangerang, Pengawas Umum Eman Suherman, Pengawas Surya Kusumanegara SE, MM, Ketua Umum Tafwit Syam, Ketua Eva Elita, Sekum Satrio Dj MBA, Sekretaris Dra. Diah N dan Bendahara Urip Santoso.

"Perkumpulan GERAKAN MASYARAKAT BELA NEGARA RAKYAT INDONESIA selanjutnya berkegiatan dengan program kerja mendukung Nawacita kedua yaitu Meneruskan Jalan Perubahan Untuk Indonesia Maju : Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong", demikian jelas Satrio Dj MBA  (Sekretaris Umum GMBNRI) kepada awak media di kantor pusat GMBNRI. (EW) | Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Mendorong Destinasi Pariwisata yang Berkelanjutan

Ekowisata yang Berkelanjutan
Jakarta ( WartaMerdeka ) - Menghadapi persaingan industri wisata dunia yang berkelanjutan, sejalan dengan kriteria Global Sustainable Tourism Council/GSTC, sebagai prioritas dunia dan agenda global dari United Nations World Tourism Organization/UNWTO. Dengan menekankan pada empat hal: Ekonomi, Lingkungan, Sosial-Budaya dan Manajemen, juga sejalan dengan kebijakan Menteri Pariwisata No 14/2016 tentang Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. “Salah satu penerapan Permen itu ada yang namanya Indonesia Sustainable Tourism Award/ISTA. Jadi sifatnya masih award, siapa yang mau mendaftar untuk peroleh award,” jelas Mahawan.


Pariwisata berkelanjutan jadi tolok ukur kemajuan Wisata Daerah
“Karena kompleknya untuk mengukur sebuah destinasi sudah tergolong berkelanjutan (sustainable) atau belum, sehingga yang dinilai baru progresnya, capaiannya menuju empat kriteria berkelanjutan,” papar Mahawan. Oleh karenanya, lalu Kemenpar membentuk Monitoring Centre Sustainable Tourism (MCST) menggandeng berbagai perguruan tinggi di daerah guna mengamati program destinasi pariwisata berkelanjutan secara ilmiah.

Saat ini Indonesia sudah memiliki 12 MCST di sejumlah kampus guna memonitor 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan destinasi lainnya. “Di seluruh dunia ada 25 MCST yang telah diakui UNWTO, dan 5 diantaranya di Indonesia. Diharapkan, 7 lainnya segera diakui secara international,” papar Mahawan. Jika ke 12 MCST beroperasi secara maksimal, tentunya dapat mencakup kegiatan lebih luas di sejumlah destinasi wisata, sehingga akan dapat mengawal program Pariwisata Berlanjutan secara optimal.


Dengan pariwisata berkelanjutan, aspek kesejahteraan masyarakat dan pemeliharaan lingkungan lebih mengemuka. “Masyarakat harus meningkat kesejahteraanya dengan konsep ini,” ungkap Mahawan yang juga Ketua Umum APIK (Ahli Perubahan Iklim Kehutanan Indonesia). Karena kalau tidak meningkat, justru menjadi pertanyaan besar. Misalnya, di salah satu wilayah wisata, ada lahan masyarakat direbut paksa oleh perusahaan tertentu. (SSM). | Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Konser Musik Malaka di NTT Tingkatkan Geliat “Cross Border Tourism”


Potensi wisata di perbatasan NTT dimeriahkan konser musik
Malaka/Nusa Tenggara Timur ( WartaMerdeka ) - Konser Musik Malaka digelar di Lapangan Misi Paroki, Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya menjaring wisatawan mancanegara/wisman dari Timor Leste. Kepala Bidang Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Hendry Noviardi di Malaka mengatakan, Konser Musik Malaka 2019 diharapkan menjadi atraksi wisata tersendiri di daerah perbatasan (crossborder tourism) dari Timor Leste.

Sebagai ikon daya tarik, penyanyi asal Timor Leste Maria Vitoria alias Marvi menjadi bintang utama. Konser yang didukung penuh Kemenpr itu terbukti sukses menghibur para penonton yang sudah memadati sejak sore hari. “Maria sangat energik dan sangat interaktif kepada penonton. Tidak salah kami mengundangnya untuk menarik penonton asal Timor Leste. Sebelum Maria, tarian kolosal seperti tebe, bidu, dan likurai jadi daya tarik lain,” ungkap Hendry.

Konser Musik Malaka digelar pada 24-25 April dengan target utama mendatangkan 1.000 wisatawan asal Timor Leste selama konser berlangsung. Penampilan Marvi, sukses membawakan 8 lagu, diantaranya lagu “Tua-tua Keladi” yang dipopulerkan Anggun C. Sasmi.

Meskipun terbata-bata berbahasa Indonesia, Tetapi juara ajang pencarian bakat The Voice Portugal itu sangat lincah membawakan beberapa lagu berbahasa Indonesia hingga lagu dangdut. Pada penghujung penampilan, tembang lawas dari Queen ‘Bohemian Rapsody’ juga sukses dibawakannya (pn/ma).| Foto: Dok. Kemenpar .|  Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Pariwisata Garut Bergeliat Setelah Diaktifkannya Kembali Jalur Kereta

Konektifitas jalur kereta bantu kembangkan wisata di Garut
Garut ( WartaMerdeka ) - “Siapa yang berani meragukan keindahan Garut. Ini destinasi yang luar biasa. Garut memiliki nature dan culture yang sangat luar biasa. Juga dilengkapi dengan wisata sejarah, ada juga wisata religi. Garut sangat besar potensinya,” puji Menteri Pariwisata Arief Yahya di Cibatu, Garut, Jawa Barat (26/4).

Arief Yahya tak sendirian. Mereka rombongan naik kereta dari Bandung ke Cibatu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meresmikan jalur kereta baru ke Garut. Ikut pula dalam perjalanan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) serta debitur dan Pendamping Pembiayaan Ultra Mikro terkait pengembangan industri pariwisata untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Konektivitas yang dibangun Pemerintah memungkinkan kelancaran pergerakan barang dan manusia sehingga terdapat kemudahan akses dunia luar ke daerah wisata dan sebaliknya,” jelas Arief Yahya. Intinya, sektor kemajuan pariwisata berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat di daerah karena banyak wisatawan dalam dan luar negeri akan datang. Saat ini pemerintah telah persiapkan berbagai program seperti akses Wifi gratis, wisata kesehatan, dan program UMKM Jawa Barat di daerah wisata Situ Bagendit.

Pemerintah memang memandang sektor pariwisata sebagai sektor strategis dalam pengentasan kemiskinan. Sektor ini sangat terkait dengan lainnya yang bersifat padat karya serta melibatkan usaha masyarakat berskala mikro dalam jumlah masif. Melalui Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), misalnya, masyarakat diberi program pembiayaan, pelatihan, pendampingan kepada pengusaha Ultra Mikro di daerah wisata. UMi merupakan program pembiayaan masyarakat usaha mikro di lapisan terbawah yang tidak memiliki akses perbankan. Jumlah plafon pembiayaan ini paling banyak Rp10 juta pernasabah (ay/ma). | Foto: abri | Jaringan Indonesia Mandiri
Share:

Menpar Raih Prestasi Tinggi di Kabinet Kerja

Buah Manis yang dipetik dari Kerja keras Menpar Arief Yahya
Jakarta ( WartaMerdeka ) - Menteri Pariwisata Arief Yahya dinobatkan sebagai menteri yang berprestasi tinggi di Kabinet Kerja 2014-2019 dalam ajang Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja. Acara pemberian penghargaan berlangsung di Suhana Hall, The Energy Building Jakarta (24/4). Ada 4 menteri lainnya peroleh penghargaan serupa yakni Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Menteri Keuangan Sri Mulayani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Kaya Sumadi, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Perhelatan ini diselenggarakan Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) kepada Menpar Arief Yahya atas prestasinya majukan pariwisata nasional empat tahun terakhir. Ketua LKN Samsul Hadi menyebut, penetapan prestasi tinggi untuk Arief Yahya mempertimbangkan beberapa indikator di antaranya terus naiknya PDB sektor pariwisata dari tahun ke tahun dan kian besarnya pariwisata menciptakan banyak kesempatan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal.

Selain itu hingga September 2018 terlihat pencapaian prestasi Destinasi Pariwisata Prioritas melampui target. “Prestasi lainnya adalah daya saing pariwisata Indonesia terus membaik selama 4 tahun terakhir dan tentu saja memberikan kontribusi positif pada penerimaan devisa negara yang mendorong kualitas investasi menjadi lebih baik,” ungkap Samsul Hadi.

Sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari US$ $12,2 miliar, menjadi US$ 13,6 miliar di 2016, dan meningkat menjadi US$15 miliar pada 2017. Lalu 2018 perolehan devisa pariwisata diproyeksikan sebesar US$ 17,6 miliar dengan perhitungan capaian 16,2 juta wisman dikalikan aspa (avarage spending per-arrival) atau rata-rata pengeluaran per kunjungan sebesar US$ 1.100/wisman. “Perolehan devisa pariwisata tahun ini akan menempatkan posisi pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar, mengalahkan atau sejajar dengan devisa crude palm oil (CPO) sebesar US$ 16 miliar berada di urutan teratas,” ucap Arief Yahya optimis (ma/pn). Foto: Dok. Kemenpar | Jaringan Indonesia Mandiri
Share: