Mahasiswa Fakultas Kedoteran UI Dibekali “Bela Negara” Oleh Lantamal III

Jakarta (WartaMerdeka) - Komandan Satuan Patroli Kolonel Laut (P) Salim mewakili Danlantamal III beri pembekalan kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI (Universitas Indonesia) tentang wawasan kebangsaan dan bela negara, guna menghadapi potensi ancaman dan tantangan situasi bangsa yang berkembang. Acara berlangsung di ruang auditorium rumpun ilmu kesehatan UI,  Jalan Prof DR.Ir Somantri Brojonegoro, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat (13/11).

Salah satu bahasan adalah perang modern/modern warfare, dimana bukan hanya pada dimensi militer saja, melainkan mengalami perluasan, seperti perang ideologi, politik, ekonomi, budaya, otak, teknologi dan psikologi.  Oleh karenanya, model pertahanan negara yang dikenal dengan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishanrata/Total Defense) masih relevan untuk mendukung proses dalam meningkatkan semangat bela negara.

 Seperti situasi yang berkembang saat ini, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengaruh era globalisasi yang kuat, masyarakat yang semakin kritis dan mudah dipengaruhi, kejahatan terorisme, narkoba, medsos, sex bebas dan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) serta kehidupan politik dalam negeri, menjadi “ancaman” yang perlu diwaspadai.

Guna menghadapi situasi tersebut perlu adanya kesadaraan “bela Negara” dengan pengertian tekad, sikap dan tindakan warga negara yang dijiwai kecintaanya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Juga menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara dan rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dalam membela negara (bp). | Foto: Dispen Lantamal III  | Sumber : Dari berbagai sumber
Share:

Presiden Jokowi: “Ide Brilian Butuh Eksekusi Cerdas”

Jakarta (WartaMerdeka) – Presiden Jokowi membuka Festival kreatif tahunan, IdeaFest bertema ‘Becoming a MILLENIAL Leader in The Age of Innovation’, di Jakarta Convention Centre (26/10). Saya harus ngomong apa adanya, saya terkaget-kaget dengan banyaknya ‘lompatan-lompatan’ yang semuanya dikelola kaum milenial. Saya meyakini, yang menggerakkan Indonesia ke depan adalah saudara-saudara semuanya. Teknologi dari Indonesia yang mengintervensi negara-negara lain, itu yang saya inginkan,” puji Presiden.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, “IdeaFest adalah forum yang berbicara mengenai inovasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, berpikir out of the box, dan menyusun strategi ide. Saya tau dan saya merasakan bahwa di hadapan saya ini adalah kaum pemuda yang akan menggerakkan itu menjadi sebuah kenyataan.”

IdeaFest 2018 mempertemukan berbagai insan kreatif lintas industri skala nasional dan internasional. Berkolaborasi dengan TheNextDev, Astra, Bank DBS Indonesia, dan Blibli.com, ratusan profil kreatif akan berbagi inspirasi dengan #GenerasiC yang hadir. Gelaran IdeaFest 2018 akan semakin meriah dengan hadirnya Spice-Up! Boot Camp, Awarding Night, hingga konsep IdeaExperience yang meliputi O2O Market, LyfeFest, Art Space, dan berbagai program kreatif menarik lainnya.

“Sepanjang persiapan IdeaFest 2018, saya melihat antusiasme luar biasa dari kedua belah pihak, baik dari pembicara maupun #GenerasiC yang hadir. Sebab konsep ‘C’ benar-benar terasa dengan kehadiran berbagai nama besar lintas bidang ilmu. Kehadiran IdeaFest setiap tahunnya selalu mendukung revolusi dan membuka kesempatan serta peluang bagi #GenerasiC di Indonesia dan dunia,” ucap Ben Subiakto Co-Chariman Ideafest 2018 (fm). Foto: Istimewa | Sumber : JIM (Jaringan Indonesia Mandiri)
Share:

Sapto Satrio Mulyo, Caleg DPR RI Dapil Kabupaten Bogor, berjuang dengan Kearifan Lokal

Visi Misi harus Membumi
Bogor, (WartaMerdeka) - Sapto Satrio Mulyo, demikian nama Lengkap dari Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor. Pria bersahaja ini mengatakan bahwa tekadnya menjadi caleg DPR RI dengan Visi dan Misi yang sederhana namun membumi, dan akan berjuang mengedepankan kearifan lokal, katanya pada Depokini, Jumat (28/9/2018).

"Visi dan Misi harus Membumi, di sampaikan dengan bahasa yang mudah di mengerti, tidak mengawang awang dan tentunya mengedepankan kearifan lokal" terang Sapto sungguh sungguh.

Caleg yang bersahaja ini sangat terlihat memiliki tekad untuk membangun Kabupaten Bogor dengan Kembali ke Kearifan Lokal, hal ini merupakan Visi dan Misi yang ia ingin terapkan di wilayah Kabupaten Bogor, karena menurutnya dengan Kembali ke Kearifan Lokal, SDA Kabupaten Bogor akan dapat bermanfaat bagi Masyarakatnya secara Optimal dan Berkesinambungan.

"Saya gemes melihat pembangunan yang merusak Lingkungan, baik Lingkungan SDA maupun Lingkungan Pola Bergaul Masyarakatnya, yang pada akhirnya melihat SDA sebagai Nilai Ekonomi yang bisa di-Eksploitasi begitu saja, tanpa melihat dampak jangka panjangnya", katanya serius.


Partai Nasdem 
Nomor 5
Lalu lanjutnya lagi, 
"Dengan ber-Kearifan Lokal, masyarakat tidak menjadi masyarakat yang serakah, karena mereka akan belajar bagaimana berinteraksi dengan alam sekitar secara langsung yang pada akhirnya, masyarakat akan mengetahui segala variabel yang membuat dirinya 'Berkecukupan atau Berkelebihan', disitulah kita kembali ke nillai-nilai Leluhur Nusantara. Ini merupakan Restorasi nilai-nilai interaksi Bangsa Indonesia sehari-hari pada dahulu kala" paparnya.

Visi dan Misi yang di usung Sapto sejalan dengan jargon Partai Nasdem yang selalu mengangkat tema "Restorasi Indonesia

"pilihan berjuang bersama Nasdem  karena Partai Nasdem sejalan dengan Visi dan  Misi saya, sehingga saya tidak susah-susah untuk menerapkan ide-ide saya untuk memajukan Masyarakat Indonesia, dan  khususnya masyarakat Kabupaten Bogor sebagai basic konstituen saya," terang Sapto terkait pilihannya berjuang bersama Partai Naadem," jelasnya dengan semangat

Inilah Visi dan Misi yang di usung Sapto Satrio Mulyo, Caleg DPR RI Partai Nasdem, Dapil Jawa Barat V - Kabupaten Bogor,  nomor urut 8 :

VISI 
Menciptakan Bogor Sehat (Sejahtera Aman Tentram).

MISI
Mengelola Potensi SDA yang ada di Kabupaten Bogor, dengan cara Kembali ke Kearifan Lokal, sehingga SDA dapat terus dimanfaatkan secara Optimal, tetapi tidak Mengeksploitasinya, sehingga tidak merusak Lingkungan Hidup itu sendiri.

"kepada masyarakat Kabupaten Bogor, saya, Sapto Satrio Mulyo, mohon doa dan dukungan suaranya, untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang Sehat, Aman dan Tentram," pungkasnya mengkampanyekan dirinya.
Share:

Ulos Diusulkan ke UNESCO sebagai World Intangible Cultural Heritage

Jakarta (WartaMerdeka) - Menteri Pariwisata Arief Yahya mendukung Ulos, kain khas masyarakat Batak, Sumatera Utara (Sumut) untuk diusulkan ke UNESCO World Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Dunia Tak Benda agar mendapat pengakuan dunia.

“Kemenpar siap memberikan dukungan untuk memperjuangkan Ulos sebagai UNESCO World Intangible Cultural Heritage ke markas besar UNESCO di Paris bersama dengan Dubes RI di Paris Hotmangaradja Pandjaitan,” kata Menpar Arief Yahya ketika menghadiri Pameran Ulos, Hangoluan dan Tondi di Museum Tekstil Jakarta (19/09). Hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.


Pameran Ulos Hangoluan & Tondi berlangsung 20 September hingga 7 Oktober 2018, diselenggarakan oleh Kerri Na Basaria bersama Tobatenun di bawah Yayasan DEL. Sebanyak 50 helai Ulos langka rata-rata berusia di atas 50 tahun koleksi pribadi Devi Pandjaitan Boru Simatupang disajikan dalam pameran tersebut.


Menpar Arief Yahya menjelaskan, Kemendikbud pada 17 Oktober 2014 telah menetapkan kain Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional dan 2016 lalu sudah mulai disusun _dossier_-nya tetapi hingga hari ini belum diusulkan secara resmi ke UNESCO. “Untuk melanjutkan perlu dilakukan koordinasi bersama antara Kemendikbud dengan kabupaten dan Kemenpar siap _support_,” ajak Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga meminta bantuan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) untuk menyediakan rumah kreasi sebagai inkubasi pengrajin Ulos seperti IKKON, program yang digagas Kepala Bekraf Triawan Munaf, sekaligus menjadi bagian dalam pelestarian dan pengembangan kain Ulos menuju World Intangible Cultural Heritage (ay/ab). Foto: Dok. Kemenpar | Jaringan TI
Share:

IIBF 2018 Berhasil Menarik Lebih Dua Ribu Pengunjung

Jakarta (WartaMerdeka) - Pameran buku berkelas dunia, Indonesia International Book Fair/IIBF yang berlangsung lima hari (12-16/9) memang tak pernah sepi pengunjung. Lebih 2000an pengunjung memadati Plenary Hall dan Ruang Cenderawasih Jakarta Convention Centre, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga masyarakat dari mancanegara.

Tercatat 24 judul buku Indonesia dibeli hak cipta terjemahannya oleh penerbit asing di IIBF 2018 yang diikuti 96 peserta dari dalam dan luar negeri. agian merupakan buku seri. Sejumlah buku Indonesia yang dibeli asing itu diantaranya tiga judul buku Zikrul Hakim oleh Pustaka Nasional Singapura dan 13 judul lainnya oleh penerbit Malaysia; satu judul buku Kesaint Blanc oleh Damla Turki; satu judul buku Gramedia oleh Vuidea Korea; serta satu judul buku Pustaka Obor oleh ITBM Malaysia.

Zona Kalap yang diikuti oleh sekitar 500 penerbit dengan 7000 judul buku menjadi salah satu magnet yang menyedot jumlah pengunjung paling banyak. Tak ketinggalan ada lomba anak-anak yang berdongeng dengan bahasa Indonesia dan Inggris, lomba sains, memperlihatkan kecerdasan anak Indonesia dari berbagai daerah (mab). Foto: abri | Jaringan TI

Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar