Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Jakarta, (WartaMerdeka) - Presiden yang bakal memimpin Negara Indonesia atau NKRI, seyogyanya kita memilihnya tidak dengan emosi, tetapi dengan hati yang tenang dan pikiran yang logis.

Yang perlu diingat, kita pun bertanggung jawab kepada Founding Father kita dan juga Anak Cucu Kita. Sehingga memilih Presiden tidak serta merta karena kesenangan Kalah Menang, seperti kita ngeFans pada sebuah Persatuan Sepak Bola.

Presiden akan mengatur Bangsa ini selama Lima Tahun ke depan, jadi harus melihatnya dari segala aspek, antara lain : Rekam Jejaknya, Pengalamannya, Prosentase Omongan dengan Prilakunya.

Mari kita telaah satu persatu, biar kita tidak salah pilih.

1. Rekam Jejaknya
Dari sini kita diajak lebih cerdas mencari siapa sesungguhnya Calon Presiden yang akan kita pilih? Apakah dia orang yang benar-benar baik, atau Srigala berbulu Domba?
Bagaimana caranya? Sekarang melalui Dunia Maya kita dengan mudah mendapatkan berita-berita.... tapi khan banyaknya yang hoax, betul. Olehkarenanya hanya baca dan percayai Media-media yang sudah terbukti kebenarannya, bukan Media-media abal-abal, Contohnya seperti Kompas, Suara Pembaharuan (sayangnya sudah tidak ada), Detik, dll, yang keberadaan Media Tersebut jauh sebelum adanya Reformasi 98. Untuk TV ya, TVRI.

Bagaimana dengan Media yang lain? Jadikan sebagai penguat atau pelemah data yang Anda sudah dapatkan dari Media-media yang kredibel tersebut sebelumnya, sehingga Anda tahu, yang mana yang berpihak dan yang mana yang tidak berpihak. Pintarkan diri Anda sendiri.

2. Pengalamannya
Dari pengalaman seseorang dan fakta yang ada, Anda dapat melihatnya, apakah Capres tersebut kapabel untuk dijadikan seorang Pemimpin setingkat Presiden, atau baru layak menjadi Pemimpin setingkat Lingkungan Masyarakat saja.

3. Prosentase Omongan dengan Prilaku
Dari fakta yang Anda dapatkan, apakah orang tersebut (Capres yang bakal Anda pilih), sudah berbuat hal-hal yang positif untuk Bangsa ini yang berdasarkan Pancasila dan UUD'45, apakah sudah menjadi fakta konkrit, atau baru Janji-janji. Kalau baru janji-janji - lupakan Capres seperti ini.

Tidak kalah pentingnya, yang kita juga harus perhatikan adalah Prilaku Pendukungnya.

Prilaku Pendukung
Bagaimana dia mau jadi Presdiden kalau tidak bisa mengatur Pendukungnya menjadi Pendukung yang santun, karena jumlah pendukungnya jauh lebih sedikit dari Rakyat Indonesia yang kelak akan dipimpinnya. Kalau dia sudah tidak bisa mengatur para Pendukungnya, maka jelas dia tidak pantas apalagi cocok untuk jadi Presiden, lupakan Capres yang tidak bisa mengatur Pendukungnya, dengan segala alasannya.

Juga tidak boleh dilupakan. Pendukung yang memakai isu SARA, sudah pasti mereka akan menghancurkan NKRI kedepannya.

Karena kita sepakat dengan Kebhinekaan Bangsa ini, maka Prilakau Pendukung yang menggunakan isu SARA sudah jelas mereka akan menghancurkan NKRI dikemudian hari. Ingat, memilih Presiden, selain kita harus bertanggungjawab kepada Founding Father kita, juga kepada Anak Cucu kita.

Selamat Memilih Presiden yang Baik dan Benar.

Sapto Satrio Mulyo | Foto : Istimewa
Share:

Artikel Unggulan

Cara Memilih Presiden yang Baik dan Benar

Arsip