-->

Notification

×

Indeks Berita

Ikan Arwana Super Red dan Banggai Cardinal Jadi Maskot Di Nusatic 2019

2019-12-03 | 19.19 WIB Last Updated 2020-09-04T04:25:52Z
Potensi ikan hias Indonesia sangat besar dan diakui dunia
Tangerang (WartaMerdeka) - Pameran dan Kontes Ikan Hias Indonesia Nusantara Aquatic/NUSATIC ke-4 (4th Indonesia Ornamental Fish & Aquatic Plant Show) yang tahun ini disinergikan dengan Trubus Agro Expo 2019, yang digelar Kemenko Maritim dan Investasi, baru saja ditutup sejak 29 November-1 Desember 2019.

Pameran ini telah menetapkan Maskot Ikan Hias yang sudah ditentukan melalui Forum Grup Discussion/FGD dengan kementerian dan lembaga serta pihak terkait yaitu Ikan Arwana Super Red (Sceleropages formosus) sebagai maskot ikan air tawar dan Banggai Cardinal (Pterapogon kauderni) untuk ikan air laut.


Berbagai komunitas pecinta ikan hias banyak yang hadir baik dari dalam da luar negeri di Nusatic. Potensi lainnya terlihat dari tren produksi ikan hias yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2018 produksi ikan hias sekitar 1,8 miliar ekor dan diharapkan menjadi 2,34 miliar ekor pada 2024. “Semua potensi tersebut harus digarap dengan serius, sehingga tidak hanya memberikan devisa bagi negara serta penyerapan tenaga kerja, tetapi juga sumber ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelas Asdep Sumber Daya Hayati Kemenko Maritim dan Investasi Suparman.
Lebih dari 10 negara sahabat ikut semarakkan Nusatic 2019
Ketua Nusatic 2019, Sugiharto, mengharapkan kepada pemerintah agar bisa mengeluarkan peraturan, seperti izin khusus bagi ikan hias. “Kita berharap kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru bisa memperhatikannya, sehingga perlu ada registrasi yang baik, perlu ada pendataan antara eksportir dengan para pembudidaya, semisal berapa yang akan diberikan izin khusus supaya bisa ekspor. Tapi kita tidak perlu impor lagi, karena kita banyak ikan hias silangan Indonesia asli yang tidak ada di dunia lain,” ucapnya.


Terkait dengan gelaran Nusatic 2019, Sugiharto memandang agar acara semacam ini harus tetap eksis dan berkembang setiap tahunnya, karena menurutnya, perhatian dunia internasional terhadap ikan hias nusantara sudah mulai meningkat.


“Dsrj Tiongkok, mereka penyelenggara Aqurama, event sejenis Nusatic, ingin berpartisipasi dalam even Nusatic 2020, mereka terkejut dengan kekayaan ikan hias kita. Di luar sana banyak pameran ikan hias, tetapi isinya didominasi pompa air, pakan dan lainnya. Tetapi di Indonesia yang ditonjolkan dan yang menang adalah ikannya. Bahkan ada pengakuan dari Mr. Sean Willis, President Ornamental Fish Internasional, bahwa Indonesia harus menjadi pusat ikan hias dunia,” ungkap Sugiharto.


Adapun, Nusatic dan Trubus Agro Expo 2019 diikuti oleh sekitar 400 stand pameran dengan total sekitar 4.500 ekor ikan hias, 650 tanaman, 200 aquascape dari 7 negara. Dihadiri sekitar 100.000 pengunjung serta 12 Kedutaan Besar Negara Sahabat, seperti Tunisia, Suriname, Yaman, Korea Utara, Mozambik, Iran, Kazakhstan, Sudan, Somalia, Lybia, Panama dan Guenea Bissue (dh).
×
Berita Terbaru Update