loading...
Home » » Stok Pangan Nasional Asal Hewan Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Stok Pangan Nasional Asal Hewan Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Posted by WARTA MERDEKA on 2019-12-23

Kementerian Pertanian nyatakan aman stok pangan asal hewan di masa libur nataru
Jakarta (WartaMerdeka) - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memastikan stok pangan asal hewan seperti daging, telur ayam ras dan daging sapi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dalam kondisi aman. Dengan demikian, kebutuhan pangan hewani tersebut tercukupi sehingga tak terjadi gejolak harga.

Hal tersebut disampaikan saat jumpa pers bersama Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Syamsul Maa’rif, mewakili Ditjen PKH, di Kantor Pusat Kementan (23/12).
Berdasarkan data Ditjen PKH sesuai laporan realisasi produksi secara online dari pelaku usaha perunggasan, potensi produksi 2019, serta data konsumsi daging ayam ras sesuai hasil Kajian Konsumsi Bahan Pokok (Bapok) BPS 2017 sebesar 12,13 kg/kapita/tahun, diperkirakan kebutuhan daging ayam di 2019 sebesar 3.251.745 ton. Sedangkan ketersediaan daging ayam adalah 3.488.709 ton.

Untuk stok telur ayam ras, berdasarkan hasil kajian Tim Analisa dan Asistensi Supply-Demand Ditjen PKH 2019 serta data konsumsi telur sesuai hasil Kajian Konsumsi BPS 2017 sebesar 17,69 kg/kapita/tahun, diperkirakan ketersediaan telur ayam ras di Indonesia sebesar 4.753.382 ton, dan angka kebutuhan sebessar 4.742.240 ton. Hal ini berarti masih ada neraca surplus sebesar 11.143 ton atau 929 ton per bulan.

Dan ketersediaan daging sapi, pada 2019 ini kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 686.271 ton dengan asumsi konsumsi sebesar 2,56 kg/kapita/tahun. Adapun ketersediaan daging sapi berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 404.590 ton yang dihasilkan dari 2.02 juta ekor sapi yang dipotong. Dari data tersebut, sambung Syamsul, masih diperlukan tambahan sebanyak 281.681 ton yang dipenuhi melalui impor, yakni impor sapi bakalan setara 99.980 ton, impor daging sapi 92.000 ton, dan daging kerbau 100.000 ton. Dari impor tersebut ada buffer stock sebanyak 10.299 Ton.

"Adapun khusus untuk Desember 2019 ini, masih ada stok 75.735,76 ton yang terdiri dari stok daging sapi lokal, sapi bakalan di feedlotter, daging dan jeroan di gudang importir, stok daging kerbau di Bulog, dan stok daging sapi tambahan di Berdikari. Dengan kebutuhan daging sebesar 56.538 Ton, maka pada Desember 2019 ini masih ada surplus sebesar 19.197,76 ton," paparnya.

Kebutuhan daging ayam dan telur ayam ras sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri, bahkan masih ada surplus. Namun untuk stok daging sapi masih memerlukan dukungan dari luar. Terkait daging, Syamsul yakin dengan program pengembangan sapi dari pemerintah saat ini, swasembada daging sapi dapat tercapai pada 2026. Untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi nasional, pemerintah berkomitmen terus percepat peningkatan populasi dan produktivitas sapi dengan Program Sikomandan (Sapi-Kerbau Komoditas Andalan Negeri) yang segera diluncurkan.

"Pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata niaga ternak dan daging sapi melalui penguatan kelembagaan peternak sapi lokal dalam pemasaran melalui koperasi peternak, pemanfaatan kapal ternak, serta pembangunan holding ground untuk kelancaran distribusi sapi dan daging sapi," jelasnya (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia