loading...
Home » » Kekayaan Alam Papua dan Papua Barat Jadikannya Ekowisata Kelas Dunia

Kekayaan Alam Papua dan Papua Barat Jadikannya Ekowisata Kelas Dunia

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-02-28

Wamenparekraf Angela saat dijamu dengan cara adat di Papua Barat
Sorong (WartaMerdeka) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri "Forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua" di Sorong, Papua Barat (27/2) mengatakan, keanekaragaman yang dimiliki Papua dan Papua Barat harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan memperhatikan aspek kelestariannya. Salah satu upaya yang bisa ditempuh adalah memastikan pengembangannya dilakukan dengan investasi hijau/berkelanjutan.

“Sebagai rumah dari setengah biodiversitas negeri, pengembangan ekowisata di Papua dan Papua Barat dapat membawa dampak positif, diantaranya peningkatan kehidupan masyarakat setempat, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru,” ucap Angela.

Lebih lanjut dikatakan, kekayaan dan keindahan alam di Papua dan Papua Barat harus sama-sama dijaga oleh semua stakeholder, baik pemerintah pusat, swasta, kelompok adat, kelompok agama, kelompok pemuda hingga masyarakat.

“Provinsi Papua dan Papua Barat memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu destinasi ekowisata terbaik dunia. Komitmen dan sinergi dari pemerintah pusat, daerah, beserta sektor swasta dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mewujudkannya,” ajak Angela.


Pesona alam Papua dan Papua Barat bakal jadi dayatarik tinggi bagi wisatawan dunia
Dalam Forum Tingkat Tinggi Investasi Hijau tersebut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal.


Pertemuan ini bertujuan menjajaki potensi investasi hijau yang bisa mencapai USD 200 juta (setara 2,8 triliun rupiah) dan berdampak pada kesejahteraan 60.000 keluarga di Papua dan Papua Barat. Model investasi hijau ini mengikuti prinsip pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cikal bakal lahirnya solusi inovatif bagi perlindungan hutan dan pengembangan rantai niiai potensiai di Papua dan Papua Barat (ma/ag).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia