Home » » Kemenhub Dukung Sarana Transportasi Di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Kemenhub Dukung Sarana Transportasi Di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-02-07

Wisata Yogya kian semarak dengan kehadiran bandara baru Yogyakarta International Airport
Jakarta (WartaMerdeka) - Kementerian Perhubungn/Kemenhub jelaskan rencana pembangunan infrastruktur transportasi mendukung aksesibilitas di 5 destinasi pariwisata Super Prioritas yang ditargetkan selesai 2020 ini. Rencana tersebut disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi beserja jajarannya pada Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta (5/2).

Kemenhub alokasikan dana sebesar Rp. 2,9 triliun untuk infrastuktur dan pelayanan transportasi di 5 destinasi pariwisata super prioritas, seperti arahan Presiden Joko Widodo, yang menyebut pembangunan dan pengembangan infrastrukturnya mesti tuntas di 2020, dan selanjutnya 2021 akan difokuskan pada destinasi pariwisata lainnya.

Adapun alokasi rinci ke 5 destinasi yakni: Danau Toba, Kemenhub telah anggarkan sebesar Rp. 1,03 triliun pembangunan infrastruktur di sektor darat, udara dan perkeretaapian. Danau Toba di topang 2 bandara internasional yaitu Silangit dan Kualanamu serta 1 bandara domestik yaitu Sibisa, rencananya akan dilakukan perpanjangan runway menjadi 2.000 m.

Untuk pelayanan angkutan antarmodanya telah disiapkan pelayanan bus disubsidi Pemerintah antara lain melayani: Silangit menuju Ajibata, Tarutung dan Dolok Sanggul. Pada pelabuhan penyeberangan juga disiapkan angkutan antarmoda yaitu Shuttle Ajibata, Balige dan Parapat, serta Loop Pulau Samosir dan Shuttle Huta Ginjang. Dan dermaga penyeberangan di 9 pelabuhan ditargetkan selesai 2020, yaitu: Pelabuhan Ajibata, Ambarita, Tigaras, Simanindo, Tongging, Marbun Toruan, Balige, Muara, dan Sipinggan.

“Pembangunan sarana juga dilakukan untuk destinasi Danau Toba, yaitu kapal ro-ro 200 GT dan prototipe bus air ro-ro yang ditargetkan selesai 2020. Sedangkan yang telah ada sejak 2019 yaitu 2 kapal ro-ro 300 GT,” ucap Menhub.

Untuk moda perkeretaapian, sedang dalam proses penyusunan dokumen perencanaan untuk pembangunan Jalur KA Pematang Siantar – Simalungun/Parapat dengan rencana mulai konstruksi di 2022. Untuk peningkatan kapasitas jalur eksisting 2019-2020 dilakukan peningkatan jalur KA Araskabu – Tebing Tinggi – Siantar.

Pelabuhan Marina Labuan Bajo di 2020 akan rampung
Selanjutnya, Destinasi Borobudur, tahun ini Kemenhub alokasi anggaran sebesar Rp. 1,2 triliun untuk pembangunan sektor darat dan perkeretaapian. Saat Borobudur dapat diakses melalui Bandara Adi Sutjipto dan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulonprogo. Selain itu dapat juga diakses melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo, melalui jalur darat.

“Untuk akses dari dan ke YIA, telah disiapkan transportasi antarmoda sebanyak 4 trayek khusus untuk bandara dari total 13 trayek yang dilayani, selain itu dapat juga menggunakan kereta api khusus menuju ke Yogyakarta Internasional Airport,” kata Menhub.

Berikutnya Destinasi Mandalika, tahun ini dialokasikan sebesar Rp. 40 milyar untuk sektor darat dan laut, dengan pintu masuk melalui penerbangan yaitu Bandara Internasional Lombok. Transportasi dari dan ke bandara telah disiapkan angkutan antarmoda yang di subsidi oleh Pemerintah untuk menuju bandara dan juga dari Pusat Kota menuju Mandalika. Kemenhub juga sedang melakukan perencanaan dan persiapan untuk 2 rute menuju Mandalika via Praya dan Via Bandara Internasional Lombok. Di sektor transportasi laut, akan dilakukan kegiatan untuk rehab Pelabuhan Pamenang dan lanjutan pengembangan Pelabuhan Gili Trawangan di 2020.

Pada 5 November 2019, Dermaga Gilimas (dikelola PT. Pelindo III) untuk cruise, untuk pertama kalinya telah disandari kapal pesiar Sun Princess dengan membawa 1.988 penumpang dan 862 kru.
“Seluruh pembangunan infrastruktur di Mandalika selain untuk pengembangan pariwisata, juga untuk persiapan pelaksanaan MotoGP tahun 2021 di Mandalika,” tambahnya.

Destinasi berikutnya adalah Labuan Bajo, dimana pada 2020 dianggarkan sebesar Rp. 435 milyar untuk sektor darat, laut dan udara, antara lain perpanjangan runway Bandara Komodo menjadi 2.450 meter dengan alokasi anggaran APBN. Sedangkan untuk perpanjangan menjadi 2.750 meter, perluasan apron, terminal penumpang, pembangunan terminal kargo, pembangunan helipad serta pembangunan fasilitas sisi darat lainnya pembiayaannya melalui skema pendanaan KPBU. Untuk pelayanan transportasi antarmoda, aksesibilitas bandara disiapkan rute Loop Bandara Komodo - Labuan Bajo.

Dukungan lain adalah pembangunan Terminal Multiporpuse Labuan Bajo yang dibangun khusus untuk barang, sehingga pelabuhan Labuan Bajo eksisting akan fokus dikembangkan khusus pelayanan penumpang dalam rangka mendukung pariwisata. Selain itu PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) mendukung pariwisata Labuan Bajo melalui pembangunan Kawasan Labuan Bajo Marina. Pada 2020 akan dibangun Kapal Bottom Glass Katamaran 2 unit dengan anggaran sebesar Rp. 30 Milyar.

Destinasi terakhir adalah Likupang, dimana tahun ini dialokasikan Rp. 146 milyar, berupa dukungan untuk sektor darat, perkeretaapian, laut dan udara. Dengan pintu masuk penerbangan melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado dimana pengembangan di 2020 adalah perluasan terminal penumpang dan perpanjangan runway menjadi 2.800 m. Kemenhub akan membangun Pelabuhan Penyeberangan Likupang dengan konsep baru dan modern, dengan anggaran Rp. 30 miliar. Begitu juga dengan Pelabuhan Laut Likupang yang akan dibangun berkonsep modern namun tetap beruansa kedaerahan dengan rencana anggaran Rp. 50 milyar dibangun secara MYC 2020-2021. Untuk Destinasi Likupang juga dibangun Kapal Bottom Glass dengan anggaran Rp. 30 Milyar untuk kapal Bottom Glass Trimaran 2 unit.

Dalam kesimpulan rapat, Komisi V DPR menyatakan dukungan kepada Pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas transportasi di 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). DPR meminta pemerintah meningkatkan koordinasi dengan Pemda dan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar pada proses pembangunan untuk gairahkqn ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, DPR juga meminta Pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastuktur dan fasilitas transportsai di 5 KSPN tersebut diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran dan dioperasikan secara professional sesuai standar pelayanan, dalam rangka meningkatkan penerimaan devisa, pendapatan daerah, pengembangan wilayah, peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan usaha (ma).

Foto: Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia