loading...
Home » , » Bantuan Alat Kesehatan Dari Yayasan Taiwan Mulai Dibagikan

Bantuan Alat Kesehatan Dari Yayasan Taiwan Mulai Dibagikan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-28

Bantuan alkes dari Kamboja yang tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta
Jakarta (WartaMerdeka) – Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi/Marves pada mulai melakukan distribusi pembagian bantuan alat kesehatan/alkes dari Yayasan Taiwan di fasilitas pergudangan BNPB di Jakarta (27/4). Pendistribusian dilakukan Kemenko Marves diwakii Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Purbaya Yudhi Sadewa. “Semoga bantuan ini bisa memberi manfaat semaksimal mungkin dan digunakan pihak yang memang membutuhkannya," ujar Purbaya. 

Adapun daerah yang menerima bantuan seperti: Jawa Timur menerima 50.000 masker medikal hijau, 3.000 pelindung wajah dan hampir 34.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri/APD senilai total lebih dari 3,5 miliar rupiah. Kotamadya Bogor menerima 10.000 masker medikal hijau 600 pelindung wajah dan 6.500 set berbagai tipe APD total senilai 380 juta rupiah. Sukabumi terima 10.000 masker medikal hijau 625 pelindung wajah 4.000 set berbagai tipe Alat Pelindung Diri senilai 333 juta rupiah.

Lalu BNPB menerima 20.000 masker medikal hijau, 2.000 pelindung wajah, dan 13.000 set berbagai tipe APD senilai 1 miliar lebih. PB IDI menerima 30.000 masker medikal hijau, 25.000  pelindung wajah 13.000  set berbagai tipe APD senilai lebih dari 971 juta. PBNU menerima 10.000  masker medikal hijau lebih dari 93 juta. Kawasan wisata Danau Toba juga menerima bantuan APD dengan nilai sekitar 300 juta.

Seperti diketahui, Kemenko Marves dengan bantuan penuh dari TNI AU pekan lalu telah menyelesaikan tugasnya menjemput bantuan berupa aneka Alkes dari sebuah Yayasan Taiwan, ke pabriknya di Phnom Penh, Kamboja. Pada Jumat dini hari (24/4), TNI AU dengan pesawat Hercules C130 beserta 13 awaknya terbang ke lokasi perusahaan Medtech dimana alkes di produksi di Kamboja. Misi ini dipimpin Letkol Pnb Teddy Saputra, Kaopslat Wing Udara 1 Lanud Halim Perdanakusuma, yang sudah berkualifikasi sebagai instruktur. Setelah transit sesaat di Bandar Udara Ranai di Natuna, pesawat melanjutkan penerbangan ke Phnom Penh, Kamboja.

Yayasan sosial Ishihara dari Taiwan bertahap beri bantuan alkes ke Indonesia. Salah satunya diambil dari Kamboja
Di Phnom Penh, misi disambut Dubes Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng dan GM dari Medtech Bapak Larry Kao. Proses pengiriman bantuan seberat hampir 11 ton ini berjalan mulus dan efisien. Setelah berhenti selama kurang lebih tiga jam, pesawat yang membawa bantuan ini, terbang kembali ke Indonesia dengan transit dan bermalam di Ranai sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Misi ini berhasil mendarat pada pukul 07.45 di pangkalan udara Halim Perdanakusuma (25/4).

Letkol Teddy menuturkan, “semoga alkes dan APD yang telah sampai di Jakarta ini bisa sampai kepada yang benar-benar membutuhkan karena Indonesia hingga saat ini masih kekurangan alkes untuk melawan Covid-19. Kami berharap masih ada terobosan lagi untuk memenuhi kebutuhan alkes tersebut.” Semua awak pesawat Hercules TNI AU setibanya di Jakarta menjalani karantina mandiri sebagai prosedur wajib setelah bepergian dari luar negeri.

Sementara Ketua Yayasan Ishihara, Sean Ishihara mengatakan, “ketika pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia, saya percaya cara terbaik mendukung Indonesia adalah melindungi pekerja medis. Karena itu saya memutuskan untuk membantu dengan alat pelindung medis berkualitas terbaik ke Indonesia. Saya memanfaatkan jaringan medis global kami yang cukup luas, untuk menemukan peralatan medis yang tersedia. Tentunya bukan suatu yang mudah, karena saat ini hampir seluruh negara dunia membutuhkan pasokan APD. Jadi ini suatu kehormatan bagi kami untuk melakukan sesuatu bagi Indonesia," ujarnya yang telah menjalin hubungan dengan Indonesia lebih dari 20 tahun.

Yayasan ini secara keseluruhan mengirimkan 15 set ventilator, 140.000 set APD, 20.000 alat pelindung wajah dan masker medis sebanyak 300.000 buah yang dipesan dari beberapa negara yaitu Kamboja, Filipina  dan Taiwan sendiri. Menurut Yayasan tersebut, bantuan medis yang dikirimkan dalam tiga gelombang tersebut adalah produk-produk dengan kualitas terbaik (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia