loading...
Home » , » Uniknya Budidaya Lebah Madu di Kesatuan Pengelolaan Hutan Kediri

Uniknya Budidaya Lebah Madu di Kesatuan Pengelolaan Hutan Kediri

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-04-02

Usaha madu KPH Kediri berkembang pesat dan sejahterakan masyarakat sekitar
Kediri/Jatim (WartaMerdeka) - Terletak di lereng Gunung Wilis pada ketinggian sekitar 567,20 meter di atas permukaan laut, Desa Joho, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri memiliki udara sejuk dan segar. Wilayahnya berbatasan dengan hutan lindung yang dikelola Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kediri. Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani, baik di lahan sendiri maupun pesanggem di hutan dan juga sebagai peternak lebah madu. Dalam kegiatannya yang dekat dengan hutan, dibentuklah Kelompok Tani Hutan (KTH) Joho Lestari pada 15 Juni 2015, diketuai oleh Komari.

KTH Joho Lestari mulanya bergerak di bidang pengelolaan hutan rakyat, dimana luasnya sekitar 27 Hektare (Ha), dengan jenis tanaman jati, mahoni, sengon, durian, cengkeh, dan petai. Kawasan hutan yang berbatasan dengan desa adalah hutan lindung dengan jenis tanaman pinus dan kaliandra. Melihat potensi wilayah untuk pengembangan lebah madu, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kehutanan fasilitasi kelompok budidaya lebah madu berupa setup lebah dan honey extractor.

KTH Joho Lestari memiliki jumlah anggota 55 orang, dimana 21 orang diantaranya sebagai peternak lebah madu. Kegiatan beternak lebah madu jenis Apis melifera ini harus dikerjakan dengan tekun, sabar, dan siap meninggalkan rumah. Karena lebah ini tidak bisa menetap di satu tempat. Namun harus digembalakan (angon) ke tempat dimana tanaman sedang berbunga.

Desa Joho sendiri, di kawasan hutan lindung Kelir, terdapat jenis tanaman kaliandra yang melimpah sebagai pakan lebah. Tak hanya para peternak lokal dari Kediri saja yang memanfaatkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Kelir, namun juga masyarakat dari luar kota seperti Banyuwangi, Pasuruan, Jombang, dan kota lain di sekitarnya. Musim bunga kaliandra biasa dimulai pada Maret akhir sampai April. Selanjutnya peternak lebah bisa berpindah di Pasuruan atau Pati untuk musim bunga randu, begitu seterusnya mengikuti musim bunga.

Dari jumlah peternak lebah di KTH Joho Lestari, ada sekitat 1600 setup lebah. Dalam setahun, para peternak lebah madu bisa memanen madu dari jenis bunga tanaman yang berbeda-beda sampai 5 jenis tanaman, mulai madu kaliandra, randu, karet, mangga dan rambutan sehingga masing-masing madu memiliki warna, bau, kekentalan dan harga yang berbeda. Omset kelompok ini lebih dari Rp 70 juta pertahun. Dan sudah banyak instansi, kelompok tani maupun masyarakat yang datang dengan study banding maupun melakukan pelatihan di KTH Joho Lestari.

Para peternak lebah di Desa Joho juga sebagai pedagang karena banyak yang menjual langsung hasil madunya ke konsumen, dengan memiliki merk dagang sendiri. Jika hasil panen madu melimpah, bisa dijual curah ke pedagang lainnya dan sisanya dikemas dalam bentuk botol beberapa ukuran, disegel, kemudian diberi label. Pada umumnya para peternak lebah ini menjual hasil madunya di etalase depan rumah dan menjualnya secara online. Tidak ada persaingan yang tidak sehat, karena mereka memiliki pelanggannya masing-masing.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK, Helmi Basalamah dalam keterangan tertulisnya (1/4) menyebut, atas kemajuannya, pada 2018 KTH Joho Lestari ditetapkan menjadi Wanawiyata Widyakarya. “Wanawiyata Widyakarya adalah model usaha bidang kehutanan atau lingkungan hidup yang dimiliki dan dikelola oleh kelompok masyarakat atau perorangan dengan swadaya dan ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai percontohan, tempat pelatihan dan magang bagi masyarakat lainnya", jelas Helmi.

Kelompok yang ditetapkan Wanawiyata Widyakarya adalah KTH yang mempunyai usaha bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang berhasil, menjadi percontohan/pembelajaran/praktek/studi banding bagi masyarakat, memiliki sumber daya manusia sebagai fasilitator dan narasumber, juga sarana pertemuan serta pemondokan di rumah penduduk.

Wanawiyata Widyakarya atau dikenal dengan Lembaga Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya (LP2UKS), dibentuk untuk meningkatkan kapasitas masyarakat mengembangkan usaha di bidang kehutanan/lingkungan hidup. "LP2UKS juga berperan meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola kegiatan pelatihan dan magang. Dengan demikian, berkembang pula kegiatan usaha masyarakat di bidang kehutanan dan lingkungan hidup," terang Helmi.

Sebagai LP2UKS, KTH Joho Lestari telah menjadi tempat pembelajaran bagi siswa SMK dan mahasiswa di Jawa Timur, antara lain SMK Wali Songo Mojokerto, Universitas Negeri Surabaya serta Universitas Nusantara PGRI Kediri. Hal-hal yang dapat dipelajari di kelompok Joho Lestari adalah budidaya lebah Apis Mellifera, pembuatan setup, pemanenan bee pollen dan royal jelly, mengenal kualitas madu serta analisa usaha Madu.

Untuk pemasaran, KTH Joho lestari telah bermitra dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Kediri, sehingga promosinya lebih luas. Sedangkan untuk pengembangan teknologi budidaya lebah madu, KTH Joho Lestari telah bermitra dengan Asosiasi Perlebahan Kediri (lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia