Home » » Panen Raya Bawang Merah Bakal Mencapai Lebih 67 Ribu Ton

Panen Raya Bawang Merah Bakal Mencapai Lebih 67 Ribu Ton

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-05-04

Meski sedikit mundur jadwal panen rayanya, namun kebutuhan bawang merah masih bisa terlayani
Jakarta (WartaMerdeka) – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati menyatakan panen raya di Brebes mundur, karena awal musim hujan baru dimulai Desember lalu. “Jadi ya memang sudah jadwalnya petani tanam padi dulu, baru sesudahnya tanam bawang merah. Mulai tanam raya juga baru Maret kemarin. Kalau tanam di musim hujan gitu biaya produksinya otomatis lebih mahal. Belum lagi ancaman serangan penyakit dan potensi kebanjiran di beberapa lokasi,” kata Yuli.

Yulia mengakui pasokan ke Jakarta memang relatif berkurang, namun panen raya akan terjadi beberapa hari menjelang Lebaran. “Setidaknya ada 1.600 hektar yang siap dipanen Mei ini. InshaAllah kalau untuk pasokan menjelang lebaran aman bahkan sampai setelah lebaran nanti karena panen berlangsung terus susul menyusul,” jelas Yulia.

Abdul Rosyid, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak saat dihubungi mengatakan sebagian besar pertanaman di wilayahnya akan mulai panen pada pekan kedua bulan Mei. “Umur tanaman disini rata-rata 30-40 hari, jadi ya kemungkinan mulai panen raya nanti minggu ke-2 bulan Mei,” ucap Rosyid.
Kementan terus pantau panen raya bawang merah agar bisa penuhi kebutuhan nasional
Prediksinya, tidak kurang dari 700 hektar akan dipanen di daerahnya."Kalau biasanya per hari kami kirim keluar Demak kurang lebih 10 truk berkapasitas 7 ton per truk, saat panen raya nanti bisa lah sampai 15 truk," akunya. Rosyid menyebut para petani di daerahnya tidak merasa terganggu aktivitasnya meski ada pandemi Covid-19 ini. “Aktivitas disini normal saja, seperti sedang tidak ada wabah saja. Tapi kami tetap patuh aturan kok, pakai masker dan jaga jarak saat di lahan,” tambahnya.

Mengutip data Early Warning System (EWS) dari Ditjen Hortikultura menunjukkan panen bawang merah pada Mei di 18 sentra utama diperkirakan seluas 8.958 hektar, dengan produksi mencapai lebih 67 ribu ton. Sementara kebutuhan wilayah Jabodetabek pada Mei ditaksir sebanyak 14.549 ton. Dari angka tersebut produksi bawang merah diyakini mencukupi.

Saat ini Kementerian Pertanian/Kementan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan 11 bahan pangan pokok, salah satunya bawang merah. Di beberapa tempat dijumpai kenaikan harga, akibat panen raya yang mundur. Meski demikian, Prihasto Setyanto Direktur Jendral Hortikultura Kementan yakin pasokan dan harga bawang merah secara nasional, berangsur normal seiring panen raya di beberapa sentra dalam waktu dekat.

“Memang terjadi pergeseran musim tanam akibat anomali iklim. Akibatnya jadwal panen raya juga sedikit bergeser," ujarnya. Bahkan pihaknya akan membantu bila diperlukan subsidi ongkos kirim, dan operasi pasar bila terjadi harga tidak wajar di pasaran (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia