loading...
Home » » Potensi Ubi Kayu Banjarnegara Dikembangkan Secara Korporasi

Potensi Ubi Kayu Banjarnegara Dikembangkan Secara Korporasi

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-06-25

Ubi kayu bisa jadi pangan alternatif di masa pandemi dan kedepannya yang bisa terus dikembangkan 
Banjarnegara (WartaMerdeka) – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, fokus mendorong pengembangan diversifikasi komoditas ubi kayu melalui sistem korporasi. Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono hadir bersama Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan, Amirudin Pohan dalam Pengembangan Ubi Kayu dan Peluang Pengembangan dalam Korporasi, dilaksanakan di Pandopo Kabupaten Banjarnegara (23/6).

Budhi dihadapan para petani singkong mengajak pengembangan dan perluasan ubi kayu melalui program korporasi yang dijalankan Kementan. Dengan luas wilayah 106.970 hektar, sebagian besar merupakan lahan yang sangat berpotensi untuk pengembangan ubi kayu. “Dengan adanya program dari Kementerian Pertanian, memberikan harapan baru bagi petani singkong di Banjarnegara. Saya percaya dengan harga yang menguntungkan petani akan kembali menanam singkong,” tutur Budhi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara Totok Setya Winarna menambahkan, di 2015 tanaman ubi kayu sedang jaya-jayanya karena harga singkong mencapai Rp. 2.000 perkilo. Sementara pada 2017- 2018 menurun hingga Rp. 300 perkilo. "Alhamdulillah tahun 2019 - 2020 meningkat menjadi Rp. 1.200 perkilo,” ujar Totok.
Sementara itu, total luas baku lahan singkong Banjarnegara 13 ribu hektar, sedangkan untuk tanam singkong tahun ini mencapai 6.000 hektar. Adapun varietas Lokal lanting adalah varietas unggulan atau primadona yang produktivitasnya mecapai 40 ton perhektar di Banjarnegara. "Puncak panen diperkirakan pada bulan Juni - Juli 2021," jelas Totok.
Menurut Direktur Aneka Kacang dan Umbi Amirudin Pohan, pengembangan ubi kayu dalam bentuk Korporasi menjadi salah satu program digaungkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sebagai upaya diversifikasi pangan di tengah Pandemi Covid 19. Beberapa jenis komoditas pangan lokal menjadi andalan untuk dikembangkan saat ini seperti ubi kayu, ubijalar, dan lainnya.
"Singkong atau ubi kayu ini patut diberikan perhatian lebih karena memiliki prospek yang bagus. Ubi kayu ini gampang budidayanya, tidak memerlukan lahan yang spesifik dan bahkan bisa ditanam di pekarangan rumah. Mari kita mulai manfaatkan lahan yang ada salah satunya ya dengan nanam ubi kayu ini," paparnya.
Oleh karena itu, Pohan mendorong petani lokal untuk bisa meningkatkan produktivitas ubikayu, salah satunya dengan pemilihan varietas tersebut dan pemupukan. Jika rata-rata provitas ubikayu di Banjarnegara 20-30 ton per hektar maka bisa ditingkatkan lagi. “Sesuai arahan Bapak Mentan SYL bahwa pangan lokal menjadi pangan alternatif yang harus mulai diberi perhatian khusus. Manfaatkan lahan yang ada, bangun pangan lokal mulai dari skala rumah tangga supaya ketahanan pangan bisa terjaga,” ajak Pohan (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia