loading...
Home » » Gelar Doktor Dirut Bank Kalsel Tawarkan Solusi Atasi Kemiskinan Di Banjarmasin

Gelar Doktor Dirut Bank Kalsel Tawarkan Solusi Atasi Kemiskinan Di Banjarmasin

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-21

Model komersial kemitraan dan charity yang agamis jadi alternatif solusi atas kemiskinan
Banjarmasin (WartaMerdeka) –  Di awal Agustus lalu, Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin meraih gelar Doktor setelah dinyatakan lulus dalam Ujian Akhir Disertasi Program Doktor Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Bannjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Agus berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Model Pembiayaan Pada Lingkungan Kumuh di Kota Banjarmasin".

Agus Syabarrudin dinyatakan lulus dengan predikat Cum LaudeIPK 3,98 dan berhak menyandang gelar Doktor sekaligus menjadikannya sebagai Dirut Bank Kalsel pertama yang memperoleh titel tersebut. Saat meraih gelarnya itu, Agus berhadapan dengan empat orang penguji, dipimpin langsung Rektor ULM, Prof. Dr. Sutarto Hadi, M.Sc., M.Si (Ketua Sidang / Penguji 1), Dr. Nasruddin, S.Pd., M.Si (Penguji 2), Dr. H. Ahmad Yunani, SE., M.Si (Penguji 3) dan Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari, AZ., MA (Penguji Tamu). Bertindak sebagai promotor yakni Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, SE., M.Si, co-promotor Prof. Ir. Udiansyah, MS., Ph.D., dan Dr. Ir. H. Hamdani, MS.
Disertasi Agus soroti kota Banjarmasin sebagai objek penelitiansebagai kota seribu sungai dengan lingkungan kumuh dibantaran sungai dan perkotaan, memiliki penduduk miskin terbanyak, secara persentase terbesar di Kalimantan Selatan dengan menyentuh angka 14,66%. Banjarmasin juga menunjukkan angka perkembangan pembiayaan/kredit tertinggi di Kalsel dengan mendominasi 34,96%.
Namun begitu, skema pembiayaan/kredit yang terimplementasikan belum menyentuh semua lapisan masyarakat di Banjarmasin. Ini yang kemudian menarik perhatian Agus untuk meneliti dan mengidentifikasi lebih lanjut serta memberikan suatu model pembiayaan baru dalam mendukung pemberdayaan masyarakat miskin di kota Banjarmasin. Caranya?
Agus menawarkan Model Pembiayaan Non Ursury (Rahmatan Lil'Alamin), yang diyakini dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan mengedepankan konsep komersial kemitraan dan charity. Selanjutnya, model tersebut diterjemahkan menjadi RLAFM1 (Rahmatan Lil'Alamin jFinancing Model 1), yakni pembiayaan komersial dengan kemitraan, dan RLAFM2 (Rahmatan Lil'Alamin Financing Model 2) yakni pembiayaan dengan charity.
Model ini tentunya bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dan para praktisi lembaga keuangan untuk dapat diaplikasikan dalam rangka mewujudkan kampanye Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Goals 1 (No Poverty), yakni upaya memberantas kemiskinan-no one left behind.
Dalam disertasinya, Agus merekomendasikan beberapa dalam mendukung kepentingan ekonomi masyarakat, antara lain, perlunya edukasi intensif kepada masyarakat dalam memberi pemahaman terkait tujuan finansial ekonomi rumah tangga, merubah sikap konsumerisme, dan meningkatkan keterampilan berwirausaha; perlunya ketegasan dan solusi dari pemangku kebijakan terhadap pemukiman kumuh ilegal; perbaikan kinerja layanan oleh institusi keuangan maupun perbaikan regulasi oleh pemangku kebijakan dalam mendukung inklusi keuangan dan menerapkan strategi pembiayaan ekonomi rumah tangga guna meningkatkan keberdayaannya dengan Non Ursury (bukan riba) melalui aspek kesetaraan dengan pola komersial kemitraan.
Saya bersyukur meski kita saat ini berada di situasi pandemi serta tingginya intensitas kerja yang dilakukan, namun tetap diberi kemudahan untuk menyelesaikan Program Doktor di Fakultas Pertanian ULM. Saya berterima kasih kepada para promotor dan penguji yang memberikan bimbingan dan arahan sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik, serta seluruh civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat," ucap Agus.
Menurut Agus, gelar doktornya juga bisa membuat Bank Kalsel melaju dan terus berkembang terutama, dalam berperan untuk pemberdayaan masyarakat di Kalsel.  “Saat ini masa jabatan saya baru berjalan 1 tahun, saya berharap gelar ini bisa mendorong saya dan perusahaan untuk bergerak lebih cepat. Sehingga, Bank Kalsel bisa bertransformasi menjadi Bank umum yang kuat, kompetitif dan memberikan kontribusi kepada perekonomian Kalimantan Selatan, ungkapnya (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia