loading...
Home » » INACA Sarankan Digitalisasi Cek Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara

INACA Sarankan Digitalisasi Cek Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-08-30

Pemeriksaan surat kesehatan selama pandemi masih manual, sehingga menimbulkan antrian panjang di bandara/airport
Tangerang (WartaMerdeka) – Kian meningkatnya jumlah penumpang pesawat selama ini, di mana kampanye Safe Travel Campaign dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sejak awak Agustus ini, membuatnya ingin terus melakukannya sampai akhir tahun.

Guna mempermudah masyarakat terbang lagi, INACA mendorong diterapkannya digitalisasi pemeriksaan kesehatan di bandara oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menjelaskan, pemeriksaan dokumen kesehatan calon penumpang oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) merupakan tugas dari Kemenkes.
Petugas KKP berwenang menentukan seorang calon penumpang dapat masuk ke dalam pesawat untuk ikut terbang atau tidak, setelah memeriksa dokumen berupa surat keterangan/hasil laboratorium rapid test. Jika calon penumpang dinyatakan non reaktif, maka ia diizinkan untuk terbang. Sebaliknya, jika reaktif maka jangan harap bisa masuk ke pesawat.
"Tapi proses pemeriksaan dokumen kesehatan ini panjang, karena masih dilakukan secara manual oleh KKP," ujar Denon saat membuka pelaksanaan Safe Travel Campaign seri keempat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sebelum terbang ke Denpasar, Bali menggunakan pesawat AirAsia Indonesia (28/8)..
Tak heran, jika pada jam-jam tertentu di bandara terlihat antrean penumpang mengular panjang demi mendapatkan stempel izin terbang dari petugas KKP. "Karena dikerjakannya masih manual, di cek satu per satu, makanya antre lama. Kami ingin KKP mengganti metode pemeriksaan secara digital, seperti yang sudah diterapkan pada Indonesia Health Alert Card (eHAC)," terang pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Whitesky Aviation.
Ia berpendapat, apabila petugas KKP bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat, maka akan bertambah jumlah masyarakat yang antusias untuk terbang lagi. Karena terbukti terbang di masa New Normal sangat mudah dan tidak perlu antre panjang. Hal tersebut, menurutnya, berdampak positif bagi perekonomian Indonesia yang merosot akibat pandemi Covid-19..
"Jangan sampai karena proses pemeriksaan manual yang panjang, jadi menghambat pertumbuhan penumpang dan pergerakan pesawat yang sedang masuk fase pemulihan," sambungnya. Denon berharap, dengan persyaratan menggunakan moda transportasi udara kian mudah, sehingga jumlah penumpang pesawat terus meningkat.
"Safe Travel Campaign ingin mengembalikan rasa percaya diri masyarakat untuk bepergian dan berlibur lagi. Terutama ke 10 destinasi wisata utama di Indonesia yang ditetapkan pemerintah," ungkap Denon.(dh).
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia