loading...
Home » » Australia Sangat Berminat Kembangkan Ekonomi Hijau Di Indonesia

Australia Sangat Berminat Kembangkan Ekonomi Hijau Di Indonesia

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-03

Indonesia dan Australia bersepakat mengembangan ekonomi hijau di Kalimantan dan Papua    
Jakarta (WartaMerdeka) – "Sebagai dua negara dengan potensi mineral dan energi terbarukan yang cukup besar, Indonesia dan Australia dapat berkolaborasi dan menjadi pemain utama energi terbarukan dan industri hijau terutama di kawasan ini," ujar Menko Maritim dan Investasi/Marves Luhut B. Panjaitan, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Investasi Hydropower dan Industri Hijau untuk Provinsi Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, di Jakarta (2/9).  


Rapat koordinasi ini dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BKPM Bahlil Dahalia, perwakilan dari Menteri ESDM, perwakilan dari Menteri Luar Negeri, perwakilan Menteri Perindustrian, perwakilan Gubernur Papua, perwakilan Gubernur Kalimantan Timur dan perwakilan Gubernur Kalimantan Tengah.     
Luhut mengatakan Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan yang jelas tentang energi terbarukan dan pengembangan industri ramah lingkungan. "Kami sedang mempersiapkan kerangka peraturannya, kebijakannya, dan insentif fiskal untuk memfasilitasi investasi di sektor yang berkembang dan menjanjikan ini. Karenanya kami perlu mengetahui peta jalan dan rencana pengembangan yang akan dilakukan secara komprehensif," tambah Luhut.      
Luhut menyampaikan, pihaknya telah mengetahui rekam jejak FMG (Fortescue Metals Group) yang berkualifikasi baik. Diharapkan rencana investasi dan pelaksanaannya di Indonesia berjalan dengan prinsip saling menghormati, berkelanjutan, pembangunan ekonomi yang diiringi pembangunan di bidang sosial serta menjaga kelestarian lingkungan.  
"Kerja sama antara Indonesia dan FMG  ini juga telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk  pihak Pemda. Sehingga proyek ini dapat segera dimulai. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan rapat secara rutin antara FMG dan Deputi Purbaya untuk memonitor kemajuan dari proyek ini secara berkala," terang Luhut.     
Pendiri FMG, Andrew Forrest, memaparkan FMG akan membantu mengembangkan teknologi baru nol karbon dan membangun industri dari hulu ke hilir di Indonesia. Menurutnya, pembangunan industri hijau di Indonesia akan melalui beberapa tahap. Yang pertama, adalah proses produksi energi terbarukan. Mereka mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber tenaga air sebesar 60 GW  dan 20 GW sumber panas bumi. Selanjutnya, energi terbarukan yang telah diproduksi tersebut melalui tahap transmisi, yang menghasilkan berbagai macam produk hijau seperti baja, metal, hingga bentuk energi lainnya juga pupuk. Produk ini kemudian akan diangkut ke pelabuhan, untuk kemudian dipasarkan.     
"Dalam prosesnya, FMG berkomitmen untuk membantu pemberdayaan ekonomi  dan sumber daya manusia di Indonesia dengan membuka kesempatan pekerjaan dan pelatihan bagi warga setempat, sehingga berdampak pada diversifikasi dan peningkatan keterampilan. Seperti yang sudah kami lakukan di banyak tempat termasuk di Australia," terang Andrew Forrest.     
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, menimpali, siap membantu FMG dalam perizinan asalkan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara Gubernur Isran Noor memastikan kembali, "saya ingin menanyakan sekali lagi kepada Anda, apakah Anda serius? Jika iya, besok pun kami siap membantu," jelasnya.        
Mr. Forrest menyatakan keseriusannya dengan menargetkan dalam 10 tahun proyek ini bisa diselesaikan. Ia mengaku telah berkeliling ke banyak negara dan Indonesia adalah salah satu dari beberapa negara yang dipilihnya untuk mengembangkan energi hijau. Mr. Forrest dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Australia, juga seorang tokoh filantropi (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia