loading...
Home » » RI-Uni Eropa Fokus Pengembangan Sektor Kelautan

RI-Uni Eropa Fokus Pengembangan Sektor Kelautan

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-24

Berbagai isu tentang usaha kelautan jadi bahasan penting Indonesia-Uni Eropa
Jakarta (WartaMerdeka) – Indonesia memiliki berbagai potensi kelautan yang dapat dimanfaatkan bagi sektor pangan dan kesehatan, hingga memberikan pemasukan yang tinggi bagi ekonomi masyarakat. Tetapi, laut juga memiliki berbagai tantangan dalam pengelolaannya. Perubahan iklim yang ekstrem memicu emisi karbon bagi bumi.

Untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), dari Kedeputian Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi, gelar Indonesia-EU 3rd High Level Dialogue on Fisheries and Maritime Issues secara virtual melalui video conference di Jakarta (23/9).
"Isu kelautan harus menjadi perhatian bersama bagi Indonesia dan Uni Eropa. Laut Indonesia memberikan sumber pangan skala global, menyokong perekonomian dan melindungi kesehatan manusia," ujar Asisten Deputi Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Marves Basilio Dias Araujo mewakili Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi.
Dalam dialog ini dibahas tentang berbagai tantangan lingkungan, geopolitik, aktivitas terlarang, dan penangkapan ikan ilegal menjadi tantangan yang menanti di depan mata. Forum dialog kerja sama ini diharapkan mampu membuka berbagai peluang bagi Indonesia dan Uni Eropa untuk bekerjasama menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Pertemuan ini diharapkan mampu menjadikan Indonesia lebih siap dalam mengatasi tantangan di lautan, Membuka lebih banyak akses produk perikanan berkelanjutan Indonesia ke pasar Uni Eropa, dan kerjasama konkrit lainnya," jelas Basilio. Empat topik dibahas, yaitu pengembangan kebijakan tata kelola perikanan dan kelautan masing-masing, isu regional, global dan bisnis lainnya, dipresentasikan oleh kedua pihak, Indonesia dan Uni Eropa.
"Isu regional yang dibahas meliputi Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) – Annual Expextation dan Indian Ocean Tuna Commission (IOTC). Sedangkan isu global berfokus pada kelautan dan perubahan iklim, Biological Diversity of Areas Beyond National Jurisdiction (BBNJ), World Trade Organization (WTO), serta Illegal Unreported and Unregulated (IUU) fishing", ulas Plt. Asisten Deputi Hukum dan Perjanjian Maritim, Nixson F.L.P. Silalahi.
Sedangkan isu bisnis lainnya, Indonesia fokus pada Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA), membahas tentang perluasan akses pasar barang, jasa dan investasi. Isu ini memiliki hambatan dalam level ambisi yang berbeda antara Indonesia dan Uni Eropa, serta belum adanya komitmen Uni Eropa menghadapi isu-isu baru pada perundingan CEPA sebelumnya.
"EU tidak terlalu ambisius untuk chapter Trade and Sustainable Development (TSD) dimana isu terkait perikanan dan maritim dibahas, karena komitmen EU cenderung  bersifat normatif, mengikuti template komitmen internasional yang sudah ada sebelumnya," terang Nixson. Oleh karenanya, forum ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan tersebut, sehingga tercipta kerja sama yang baik bagi kedua belah pihak.
Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan Duta Besar Indonesia untuk Belgia, perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dan Perwakilan Uni Eropa (ma).
Foto: abri

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia