loading...
Home » » Staf Taman Nasional Gunung Palung Raih Sponsor Dari Harvard University

Staf Taman Nasional Gunung Palung Raih Sponsor Dari Harvard University

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-09-14

Kawasan konservasi di Taman Nasional merupakan tempat studi yang menarik tentang aneka lingkungan hidup
Jakarta (WartaMerdeka) – Salah satu pegawai/aparatur sipil negara Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berada di Ketapang, Kalimantan Barat, meraih prestasi, dimana penelitiannya mendapat dukungan Aston Award for Student Research 2020 dari Arnold Arboretum Harvard University, Amerika Serikat.

Ia adalah Endro Setiawan, dimana proposal penelitiannya berjudul “The Distribution and Abundance of Native and Invasive Orangutan Food Resources Across a Disturbance Gradient”, lolos seleksi dan berhak mendapat dana penelitian senilai $4.000 USD. Endro adalah orang Indonesia kedua dan Staf Balai Taman Nasional (TN) pertama yang berhasil mendapatkan Ashton Award setelah mengalahkan ribuan pesaing dari berbagai negara.
“Penelitian ini tentang tumbuhan Bellucia pentamera serta interaksinya dengan Orangutan dan vertebrata lain. Masih sangat sedikit sekali penelitian yang membahas tentang hal ini. Saya dulu belajar tumbuhan berawal dari kegelisahan saya yang merasa sebagai orang bekerja di Tanagupa sudah seharusnya saya lebih tahu apa saja yang ada di dalam kawasan. Saya belajar dengan Dr. Campbell O. Webb yang merupakan peneliti dari Harvard. Lapangan adalah tempat saya belajar” kisah Endro saat presentasi proposalnya di Jakarta (10/9).
Ashton Award for Student Research merupakan penghargaan untuk penelitian mahasiswa pascasarjana dan sarjana lanjutan dalam mendukung penelitian di bidang biologi hutan tropis di Asia maupun negara lain. Dalam satu tahun, hanya ada 2 orang yang berhak mendapatkan penghargaan ini.
Endro Setiawan merupakan Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) di Balai Tanagupa yang bekerja sejak 2000 dan sedang menempuh pendidikan Magister Biologi di Universitas Nasional (UNAS), Jakarta. Atas prestasinya, Endro diundang Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK untuk mempresentasikan penelitiannya di Jakarta, didampingi Kepala Balai TANAGUPA dan Ketua Prodi Magister Biologi UNAS (10/9).
Dalam paparannya, Endro menyampaikan Tanagupa memiliki Stasiun Riset Cabang Panti yang merupakan ladang tempat belajar, karena banyak sekali peneliti terutama dari Harvard University, Michigan University dan Boston University. Terkait dengan prestasi salah satu mahasiswanya, UNAS menyampaikan rasa bangga  dan selamat kepada Endro.
“Saya pertama kali ke Cabang Panti melihat Mas Endro Setiawan ini aktif sekali dan banyak tahu tentang apa yang ada di kawasannya. Saya beberapa kali ke TN lain sangat berbeda dengan Mas Endro Setiawan dari sisi pengetahuan tentang tumbuhan, hewan dan lain sebagainya. Cita-cita saya dari dulu sangat ingin sekali ada orang Indonesia yang bekerja di TN bisa sekolah di UNAS. UNAS berkolaborasi dengan banyak universitas. Endro Setiawan ini adalah staf TN pertama yang berhasil mendapatkan Ashton Award,” puji Tatang Mitra Setia, Ketua Prodi Magister Biologi UNAS.
Kepala Balai Tanagupa, M. Ari Wibawanto menambahkan, “saya berharap dedikasi yang dilakukan Endro Setiawan ini dapat ditiru oleh PEH lain yang ada di TN seluruh Indonesia, terutama di Tanagupa. Semoga dengan semakin meningkatnya kualitas SDM dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan TN yang ada di seluruh Indonesia.”
Sedangkan Dirjen KSDAE-KLHK Wiratno mengakui saat ini kecerdasan dan intelektualitas staf TN sudah berkembang. Ini merupakan aplikasi dari membangun organisasi pembelajar yang merupakan salah satu dari 10 cara baru mengelola kawasan konservasi.
“Apa yang dilakukan Endro Setiawan menunjukkan spirit konservasi. Saya berharap penelitian ini nanti bisa dilanjutkan sampai S3 dan ini merupakan bukti bahwa SDM konservasi kita luar biasa. Endro Setiawan adalah salah satu contoh generasi muda konservasi yang mengajarkan kita bahwa lapangan adalah tempat eksplorasi yang tanpa batas. Gunung Palung adalah salah satu contoh karena memiliki Stasiun Riset Cabang Panti yang sangat terkenal dan ini akan memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan ke depan,” ungkap Wiratno (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia