loading...
Home » » Indonesia Bakal Miliki Food Estate Kompetitif Di Kalteng

Indonesia Bakal Miliki Food Estate Kompetitif Di Kalteng

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-10-10

Kalimantan Tengah menjadi percotohan food estate dengan beragam komoditi pertanian 

Pulang Pisau/Kalteng
 (WartaMerdeka) –  Program Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng), akan diisi selain padi rawa, beragam komoditi mulai dari hortikultira, peternakan, hingga perikanan. Dengan mengoptimalkan luas lahan 30 Ribu Hektar, integrasi beragam produk tersebut dipercaya membuat petani semakin sejahtera.

Perekonomian Kalteng juga dijamin semakin cerah seiring digulirkannya program Food Estate. Lokasinya berada di Belanti Siam, Pandih Batu, dan Pulang Pusau, yang diluncurkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Memiliki luas potensial 164,6 Ribu Hektar, Food Estate mengembangkan pendekatan pertanian dari Hulu-Hilir. Untuk luas fungsional sekitar 85,45 Ribu Hektar, lalu 79,1 Ribu Hektar adalah luas fungsional.

"Dari awal program ini sangat bagus secara ekonomi. Ada banyak manfaat ekonomi yang didapat petani dan masyarakat dalam pengelolaan satu kawasan Food Estate. Semua potensi ini dikembangkan secara komprehensif dan terukur," ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  (8/10).

Mengembangkan komoditi padi, program Food Estate mengalokasikan luas lahan 10 Ribu Hektar. Rencana tanam hingga akhir 2020 diperkirakan menghasilkan luas lahan 8.708 Hektar. Untuk zonasi Kapuas, ditanami hingga 13.999 Hektar dengan luas potensial 30 Ribu Hektar. Untuk komoditi padi akan mampu memberikan pendapatan Rp2 Juta/Bulan/Orang. Kapasitas produksinya dinaikan menjadi 6 Ton/Hektar dengan durasi panen 3 kali setahun.

"Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional," terang Syahrul lagi.

Diintegrasikan dengan komoditas lain, Food Estate Kalteng mengembangkan budidaya Itik. Spesies yang dikembangkan ada 2, yaitu Itik Alabimaster-2 Agrinak dan Itik Mojomaster-1 Agrinak. Itik Alabimaster-1 memiliki kemampuan produksi telur 128 Butir dengan berat 0,8 gram pada 6 bulan awal. Bila berumur setahun, produksinya menjadi 287 Butir/Ekor. Itik jenis ini mulai bertelur pada usia 177 Hari.

Profil kompetitif juga dimiliki Itik Mojomaster-1 yang mulai bertelur pada usia 120 Hari. Pada usia 6 bulan, Itik Mojomaster-1 menghasilkan telur 120 Butir/Ekor. Jumlahnya melonjak jadi 238 Butir/Ekor saat masuki usia 1 tahun. Berat telurnya mencapai 60,2 Gram/Butir. Saat berusia 1 tahun, Itik rata-rata dijual dengan harga Rp90 Ribu/Ekor. Itik dijual untuk dikonsumsi dagingnya.

Selain Itik, Food Estate juga mengembangkan produk perikanan, yaitu Lele (Clasias Gariepinus) dan Ikan Kapar Belmeah (Belontia Haseti). Ikan-ikan ini dipelihara pada karamba dengan ukuran 3x3x1,5 Metet. Total ada 168 karamba yang sedang dikembangkan di irigasi sekunder. Dalam 1 karamba menghasilkan 500 ekor Lele besar.

Kompetitif dikembangkan, budidaya Lele beri banyak manfaat. Nilai ekonominya pun dihasilkan dari berat panen Lele sekitar 200 Gram/Ekor, dengan harga jual hingga Rp20 Ribu/Kg dengan siklus panen 3 kali dalam setahun. Selain ekonomi, Lele juga memiliki kandungan gizi yang bagus. Ada Energi 240 Kkal, 17,57 Gram Protein, Lemak 14,53 Gram, hingga 13,6 Gram Asam Lemak Omega 3. Di Food Estate bakal ada budi daya Jeruk Siam Pontianak. Jeruk ini mampu menghasilkan 75-200 Kg/Pohon/Tahun. Umur panen idealnya berada pada 1,5 hingga 2 Tahun (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia