loading...
Home » » Industri MICE di Lombok Segera Bangkit Dengan Protokol CHSE

Industri MICE di Lombok Segera Bangkit Dengan Protokol CHSE

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-10-03

Secara bertahap industri MICE di Lombok bangkit pascapandemi
Lombok (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) gelar sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) bagi pelaku industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Lombok.

Kegiatan sosialisasi ini memasuki tahap kedua, dilaksanakan secara bersamaan di tiga kota yang menjadi destinasi wisata MICE, antara lain Surabaya, Manado, dan Lombok. Koordinator Promosi dan Pendukung Wisata, Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Titik Wahyuni, saat menyampaikan secara luring dan daring di Hotel Novotel Lombok Resort and Villas (2/10) berucap,  panduan protokol kesehatan wisata MICE menjadi faktor yang sangat penting. Mengingat, aktivitas industri MICE sudah mulai aktif kembali.
“Oleh karena itu, Kemenparekraf menginisiasi kegiatan sosialisasi ini supaya para pelaku industri dan stakeholders terkait MICE dapat memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan yang telah disusun dalam panduan. Sehingga, wisatawan MICE yang akan ke Indonesia percaya dan tak segan untuk melakukan perjalanan wisata dengan aman dan nyaman,” terang Titik.
Menurutnya, panduan protokol kesehatan ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan wisata MICE yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Turunan panduan operasional ini berasal dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
“Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat memacu kreativitas pelaku industri MICE yang lebih baik dari sebelumnya, mengakselerasi kembalinya pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang memiliki value proposition,”tambah Titik.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Mohammad Faozal, beri apresiasi kepada Kemenparekraf dan seluruh stakeholders yang terlibat dalam sosialisasi panduan protokol kesehatan berbasis CHSE. “Kehadiran protokol kesehatan pada kegiatan wisata MICE diharapkan bisa mendorong industri MICE agar dapat beroperasi kembali dan tetap produktif namun tetap aman dari Covid-19,” terang Faozal.
Faozal mengatakan, “sudah 120 sertifikasi yang telah kami berikan kepada pelaku usaha di bidang pariwisata. Namun perlu diingat bahwa sertifikasi ini tidak permanen, bisa dicabut sewaktu-waktu apabila pelaku usaha tidak konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan,” tegas Faozal.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan beberapa narasumber yang memaparkan materi terkait panduan CHSE di wisata MICE, antara lain Widyaiswara Ahli Madya Kemenparekraf Heri Hermawan, Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jakarta Febriana Wiriadi, Direktur Eksekutif DPP Asperapi Wini Kartini Yoniton, dan Senior Praktisi Industri MICE Adjat Sudradjat (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia