loading...
Home » » Kemenko Marves Kawal Arus Tol Laut Di Nusa Tenggara Timur

Kemenko Marves Kawal Arus Tol Laut Di Nusa Tenggara Timur

Posted by WARTA MERDEKA on 2020-11-26

Pemerintah segera permudah akses tol laut agar kebutuhan masyarakat di berbagai daerah terpenuhi

Kupang
 (WartaMerdeka) – Guna menyiapkan sistem Hub-Spoke Tol Laut dan muatan balik termasuk daging sapi beku di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melalui Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi, gencar memantau ke lapangan, khususnya ke Kota dan Kabupaten Kupang.

Koordinasi dilakukan antar Pemerintah Provinsi NTT bersama Kementerian/Lembaga terkait, dengan penyelenggaraan pelayan publik tol laut, diantaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Sekretariat Kabinet, Bappenas, Pelindo III, dan  PT Pelni.

“Kegiatan ini juga melibatkan beberapa pelaku bisnis yang memiliki minat dan kepentingan terhadap penyelenggaraan tol laut di Provinsi NTT. Kunjungan lapangan dilakukan ke lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Noelbaki dan Ruminansia serta Pelabuhan Tenau sebagai pelabuhan singgah tol laut,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Djoko Hartoyo (25/11).

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyampaikan, provinsinya meskipun memiliki sumberdaya alam yang kaya tetapi tergolong termiskin nomor tiga di Indonesia. Karena NTT sangat bergantung dengan daerah lain. Padahal, pada masa sebelumnya, NTT memiliki hubungan logistik secara langsung yang cukup maju dengan negara lain, dibuktikan dengan pabrik kulit dan pabrik es pertama di Indonesia Timur didirikan di NTT.

“Untuk telur saja NTT masih mendatangkan dari daerah lainnya terutama pada perayaan hari besar keagamaan. Disamping itu kebutuhan pakan ternak dengan total harga sekitar 1,8 triliun rupiah juga masih dipasok dari Pulau Jawa. Interkoneksi antar pulau masih menjadi kendala dan menjadi penyebab biaya logistik yang tinggi,” aku Viktor.

Oleh karenanya, Viktor menambahkan, “kami sangat mengharap kehadiran tol laut akan membantu banyak dalam menurunkan biaya logsitik dan meningkatkan perdagangan komoditas unggulan dari NTT seperti garam, ternak, produk hortikultura, dan lain-lain. Khusus untuk rencana pengiriman daging beku sapi, perlu dikelola dengan baik menyangkut preferensi konsumsi masyarakat NTT berbeda dengan di wilayah lain. Di tempat lain suka kepala-usus-buntut sapi, sementara masyarakat NTT tidak menyukainya,” jelasnya.

Gubernur NTT mengharapkan, pelayanan publik tol laut perlu ditingkatkan dalam skema perencanaan logistik terintegrasi, Hub-Spoke dapat dihubungkan dengan baik, terjadwal. Selain itu, bahan-bahan yang dapat diangkut layanan tol laut tidak terbatas seperti yang disebutkan dalam Permendag 53/2020, tetapi dapat diperluas sesuai kebutuhan masyarakat NTT.

Dirjen Perhubungan Laut diwakili oleh Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Antoni Arif Priadi memaparkan, penetapan Hub-Spoke untuk penyelenggaraan tol laut akan dimulai pada 2021. “Pengiriman daging sapi beku akan menjadi alternatif pengiriman kebutuhan daging sapi dari NTT ke wilayah lain di Indonesia. Akan banyak penghematan yang dapat dilakukan terutama dalam efisiensi pelaksanaan tol laut angkutan khusus ternak,” terang Antoni.

Djoko menambahkan, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan, sejak 2 bulan ini memimpin langsung untuk peningkatan/efisiensi program Tol Laut, serta menaruh perhatian besar terhadap kesuksesan penyelenggaraan pelayanan publik, agar dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan ruang kapal, meningkatkan perdagangan di daerah yang disinggahi layanan ini (ma).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia