loading...
Home » » Masyarakat Papua Harus Berani Evaluasi Kritis Penerapan Otsus

Masyarakat Papua Harus Berani Evaluasi Kritis Penerapan Otsus

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-01-03

Tokoh agama yang juga Pendeta di Papua, Albert Yoku
Jayapura/Papua
 (WartaMerdeka) – “Menurut saya Otsus (Otonomi Khusus) perlu di evaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert Yoku, yang juga Tokoh Agama Papua, saat dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua”, bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi, diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare (1/1).

Jadi, tambah Albert, pelaksanaan otsus mesti di evaluasi menyeluruh, agar dapat mensejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat. Evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur, sehingga dapat mengukur capaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.

Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan. Berbeda halnya dengan misi keagamaan, dimana umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.

“Kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat Otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.

Pendeta Albert menyebut, dengan skema Otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi. “Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” terangnya.

Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola Otsus, ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua. “Kalau seperti sekarang kita berikan Otsus ke Papua, kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah, kemudian Provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.

Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan, perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya. “Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi Gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” ungkapnya.

Karena, hadirnya Otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik. “Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau di evaluasi sangat penting,” saran Pendeta Albert (dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia