loading...
Home » » Pekan Lingkungan Hidup Indonesia-Jepang Resmi Dibuka

Pekan Lingkungan Hidup Indonesia-Jepang Resmi Dibuka

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-01-15

Indonesia-Jepang sepakat berbagi pengalaman soal merawat lingkungan
Jakarta (WartaMerdeka) – Dialog Kebijakan Lingkungan Hidup Indonesia-Jepang yang ketiga, dilaksanakan secara virtual pada 13 Januari 2021, di tengah status darurat Covid-19. Dialog ini juga menandai dimulainya Pekan Lingkungan Hidup Indonesia-Jepang 2021 (IJEW 2021) secara resmi, digelar secara daring oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang (MoEJ).

“Karena pentingnya agenda ini, kami menganggap perlu untuk terus mengadakan Dialog Kebijakan, sekaligus memulai pembaruan Nota Kerja Sama, meski di tengah pandemi,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

Kedua negara sama-sama menghadapi banyak tantangan lingkungan, dan memiliki pengalaman berbeda dalam penanganannya. Oleh karena itu, sangat bermanfaat untuk bertukar pengalaman, dan melakukan kegiatan bersama di lapangan.

Dialog Kebijakan Lingkungan Hidup Indonesia-Jepang yang ketiga ini, merupakan lanjutan dua pertemuan sebelumnya yang diadakan di Indonesia pada 2014 dan 2018. Sedangkan untuk Jepang, IJEW 2021 merupakan pekan lingkungan hidup yang keempat, setelah penyelenggaraan di Myanmar, Vietnam, dan Thailand dalam tiga tahun berturut-turut sebelumnya.

“Policy Dialogue dan IJEW 2021 akan meningkatkan kerjasama bilateral Jepang-Indonesia. Selain itu, kedua agenda ini akan berkontribusi pada komunitas regional dan global, di ASEAN dan G20, ” papar Menteri Lingkungan Hidup Jepang Koizumi Shinjiro.

Dialog bilateral ini juga diisi sejumlah remaja dan anak-anak dari kedua negara menyampaikan pesan mereka tentang pentingnya pengendalian penggunaan merkuri. Siswa dari SMA Minamata melakukan presentasi tentang apa yang mereka pelajari dari pembelajaran merkuri. Sementara siswa sekolah dasar Azsyuradari, dari daerah Pertambangan Emas Kecil Artisanal (PESK) di Gorontalo Sulawesi, berbagi kesadarannya tentang bahaya merkuri dan bagaimana dia akan menanggapinya.

“Saya berjanji untuk meminta ayah saya agar tidak menggunakan merkuri lagi, dan teman-teman saya untuk tidak bermain di situs PESK,” tekadnya. Sedangkan temannya, Alif Lampakaya, meminta agar Pemerintah membantunya menggapai masa depan yang sehat, sejahtera, dan tanpa merkuri.

Siti dan Koizumi sangat tersentuh dengan kesaksian mereka. Siti mengundang mereka, baik dari Minamata, Jepang maupun Gorontalo, Sulawesi untuk menghadiri konferensi merkuri internasional November 2021 mendatang di Bali, yaitu Konferensi Keempat Para Pihak Konvensi Minamata (COP-4 Konvensi Minamata). Dan Koizumi menekankan pentingnya tindakan generasi muda untuk mengatasi masalah lingkungan seperti pengelolaan merkuri.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia