loading...
Home » » Program Bekerja Dan Sekolah Dari Bali Jadi Peluang Hidupkan Pariwisata

Program Bekerja Dan Sekolah Dari Bali Jadi Peluang Hidupkan Pariwisata

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-02-13

Keindahan Bali dapat dimanfaatkan untuk berkreasi dan belajar bagi wisatawan
Bali
 (WartaMerdeka) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengajak industri untuk berinovasi menangkap peluang pasar wisatawan nusantara (wisnus) yang ingin kegiatan seperti bersekolah atau bekerja dari destinasi wisata, khususnya di Bali.

Bekerja dan belajar di Bali, menjadi sebuah terobosan sekaligus contoh bagi destinasi wisata lainnya untuk mengajak wisnus datang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19.

Sandiaga di sela aktivitasnya berkantor di Bali menyempatkan hadir pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali, di Taman Dedari Restaurant, Ubud (11/2). Menparekraf hadir secara fisik untuk mendengar langsung kendala, masukan, serta harapan dari para pelaku usaha hotel dan restoran.

"Salah satu garda terdepan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah PHRI. PHRI adalah mitra pemerintah dalam mempertahankan lapangan kerja yang jumlahnya jutaan dan menangkap berbagai peluang untuk bangkit kembali," jelas Sandiaga.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariadi Sukamdani
"Pasarnya ada. PHRI Pusat sudah melakukan kerja sama dengan airlines dan pihak kami, kalau sudah ada izin dari Pemprov Bali akan kita langsung eksekusi dalam promosi. Kalau bisa dieksekusi bulan Maret," harap Sandiaga.

Pemerintah akan berupaya maksimal untuk mendukung berbagai program yang akan dijalankan industri. Termasuk menargetkan lebih banyak lagi pelaku usaha hotel dan restoran mendapatkan sertifikasi CHSE secara gratis.

Ketua PHRI Pusat Hariyadi Soekamdani menyampaikan, program bekerja atau bersekolah dari destinasi, khususnya di Bali memang menjadi salah satu program unggulan yang segera dijalankan.

"Jadi konsepnya bukan liburan, tapi berkegiatan seperti bekerja atau bersekolah dari destinasi. Mereka berkegiatan tapi dengan mendapatkan suasana lingkungan yang berbeda," terang Hariyadi.

PHRI Pusat, tambahnya, telah menjalin kerja sama dengan pihak airlines, dalam hal ini AirAsia yang akan mendukung dari segi transportasi. Dengan harga yang kompetitif, ia yakin konsep ini bisa menjadi salah satu program jangka pendek yang bisa dijalankan industri.

"Tinggal sekarang teman-teman di Bali untuk menangkap peluang ini. Kalau kita bisa menyajikan harga yang kompetitif, tentu ini peluang yang besar. Jumlahnya mungkin bisa mencapai 20 ribu bahkan lebih (wisatawan). Potensi pasar ini tentunya bisa dikembangkan ke destinasi lain ke depannya selain Bali," papar Hariyadi.

Sementara Ketua PHRI DPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), sangat berharap berbagai program dari Pemerintah untuk membangkitkan industri parekraf di Bali segera berjalan. Termasuk program-program seperti pinjaman lunak, dana hibah pariwisata yang akan ditingkatkan, sertifikasi CHSE gratis, prioritas vaksinasi, dan lainnya.

"Arahan juga suntikan semangat dari Menparekraf, saya kira ini menjadi sinar di kegelapan bagi pariwisata Bali untuk menemukan harapan kita bersama. Mudah-mudahan apa yang disampaikan tadi bisa dieksekusi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya sehingga geliat ekonomi di Bali, terjadi transaksi ekonomi di Bali," ungkap Cok Ace yang juga Wakil Gubernur Bali (vh/dh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia