loading...
Home » » Pesona 'Sembalun Seven Wonders' Jadi Ikon Pariwisata Indonesia

Pesona 'Sembalun Seven Wonders' Jadi Ikon Pariwisata Indonesia

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-05-08

Gunung Rinjani sudah diakui UNESCO sebagai geopark, sehingga menambah promosi Sembalun
Sembalun/Lombok Timur
 (WartaMerdeka) – "Kalau kita lihat Sembalun itu unik alamnya. Kalau secara geologi sendiri, kaldera-kaldera yang membentuk bukit di Seven Summit itu berdasarkan sejarahnya bentukan dari gunung purba. Menjadikan suguhan pemandangan alam yang indah," kata Yuseta Wanisaritani, perwakilan dari Female Geotourism Guide, saat diskusi dengan Menparekraf Sandiaga Uno, di Nusantara Hotel, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat/NTB (6/5).

Pelaku pariwisata di kawasan Gunung Rinjani, Lombok Timur, menginginkan agar "Sembalun Seven Wonders" dibantu lebih banyak publikasi menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia. Khususnya dalam wisata minat khusus pendakian (sport tourism) sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.

"Sembalun Seven Summits" merupakan branding pertama kali dicetuskan oleh Komite Sembalun Seven Summits (S7S) pada 25 Oktober 2020, ditujukan bagi wisatawan yang suka berpetualang. Yakni mendaki tujuh puncak di kawasan Gunung Rinjani. Yakni Bukit Raon Ritif (1.500 Mdpl), Bukit Pergasingan (1.806 Mdpl), Bukit Anak Dara (1.923 Mdpl), Bukit Kondo (1.937 Mdpl), Bukit Lembah atau Gedong (2.200 Mdpl), Bukit Sempana (2.329 Mdpl), dan Gunung Rinjani (3.726 Mdpl).

"Kita mau (wisatawan) nggak sekadar untuk berswafoto saja, tapi ada tujuannya. Bisa olahraga, mendaki gunung, mereka bisa menikmati alam yang indah dan unik. Kita mau wisatawan-wisatawan itu stay-nya lama," jelas Yuset, akrab disapa Tata ini.  

Tata juga sangat berharap bantuan Kemenparekraf dalam mendukung penguatan SDM pariwisata di Lombok Timur. "Kalau pendampingan sangat kami butuhkan. Contohnya (untuk) pemandu pendaki. Di sini banyak yang belum tersertifikasi secara profesi. Jadi kita mau ada standardisasi melalui pendampingan dan pelatihan dan berlanjut ke sertifikasi profesi karena itu penting sebagai bentuk pelayanan bagi wisatawan (mancanegara),"tambah Tata.
Menparekraf Sandiaga Uno dialog dengan pegiat pendaki di Sembalun, Lombok Timur 
Sebagai catatan, berdasarkan data Taman Nasional Gunung Rinjani, jumlah kunjungan wisatawan dari 2016 hingga 2020 sebesar 266.648 orang. Dari jumlah tersebut, untuk pendakian, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 101.854 orang dan wisatawan nusantara (wisnus) 114.022 orang. Sedangkan kunjungan non-pendakian, untuk wisman sebanyak 1.003 orang dan wisnus 49.769 orang.

Sandiaga menekankan, pihaknya akan totalitas atau all out mendukung pengembangan pariwisata di Lombok Timur, dan NTB umumnya. "Dialog ini akhirnya bisa mengidentifkasi beberapa titik temu, pariwisata di Lombok Timur ini khususnya yang berbasis alam dan budaya harus menjadi satu sinergi yang berkaitan dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan," sahut Menparekraf.

"Kita punya Sembalun Seven Summit yang rencananya akan kita genjot menjadi bagian dari sport tourism ke depan. Juga pendampingan UMKM, termasuk fasilitasi untuk mendapatkan sertfikasi BPOM," sambung Sandiaga.

"Geopark (Rinjani) sudah tersertifikasi UNESCO tahun 2018. Kita harus sama-sama memastikan keberlangsungan dari Geopark ini. Apalagi akan ada perhelatan besar Superbike dan MotoGP yang harus dapat memberikan multiplier effect ke berbagai lapisan masyarakat," ungkap Sandiaga (ma/vh).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia