loading...
Home » » Penebangan Ilegal Di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Dihentikan

Penebangan Ilegal Di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Dihentikan

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-06-13

Pelaku penebangan illegal bisa diancam pidana 10 tahun atau denda maksimal Rp 10 miliar
Riau
 (WartaMerdeka) – Tim Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Ditjen Gakkum KLHK bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau KLHK dan TNI menghentikan aktivitas penebangan ilegal di dalam kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling, Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau(10/6).

 

Tim mengamankan dua pelaku berinisial RB (41) dan RC (23), serta barang bukti berupa 15 batang kayu bulat dan buldoser.Saat ditangkap, RB sedang menjalankan buldoser dibantu RC sebagai kernet untuk membuka jalan. Buldoser juga digunakan untuk menarik kayu bulat dengan kawat sling. Para pelaku diamankan di Kantor Seksi Wilayah II Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera.

 

Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum KLHK mengatakan, operasi ini adalah upaya penyelamatan habitat harimau sumatera. Karena SM Bukit Rimbang Bukit Baling, salah satu kawasan konservasi di Provinsi Riau. Menurut Sustyo, penggunaan alat berat untuk mengangkut kayu tebangan ilegal menunjukkan kegiatan itu ada pemodalnya.

 

“Saat ini penyidik sedang mendalami siapa saja pemodalnya,” jelas Sustyo. Rasio Ridho Sani, Dirjen Gakkum KLHK menambahkan, pelaku khususnya pemodal kejahatan ilegal loging yang mendapatkan keuntungan dengan merusak kawasan konservasi dan mengancam kehidupan masyarakat – harus ditindak tegas. “Mereka harus dihukum seberat-beratnya, agar jera. Kami tidak akan berhenti menindak pelaku kejahatan terhadap sumber daya alam,” tegas Rasio.

 

Para pelaku penebangan ilegal melanggar Pasal 83 Ayat 1 Huruf a Jo. Pasal 85 Ayat 1 UU No 18/ 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan dendan paling banyak Rp 10 miliar (lw).

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia