loading...
Home » » Antisipasi Puncak Karhutla, KLHK Siapkan Strategi

Antisipasi Puncak Karhutla, KLHK Siapkan Strategi

Posted by WARTA MERDEKA on 2021-08-01

Pihak Kementerian-Lembaga terkait sudah mengetahui pola terjadinya karhutla setiap tahun
Jakarta (WartaMerdeka) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya secara virtual (30/7) memimpin langsung rapat teknis membahas prakiraan cuaca dan teknik modifikasi cuaca serta kesiapan patroli desa antisipasi puncak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam rapat ini, dihadiri  seluruh pihak terkait seperti BMKG, BNPB, TNI, POLRI, BPPT, serta ahli klimatologi dari IPB University.

Siti menekankan, sebagai upaya pencegahan, dirinya meminta semua pihak mengikuti pantauan titik panas yang muncul di wilayah rawan karhutla. Selain itu juga, Patroli Terpadu dengan melibatkan masyarakat juga perlu diperkuat sebagai sistem pertahanan untuk mengendalikan karhutla sedini mungkin.

Patroli Terpadu telah dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, dan kini telah tercipta sebanyak 185 posko desa dengan jangkauan hingga 555 desa di sekitar posko. Perlunya juga penguatan kapasitas pada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), yang kini telah ditambah dengan kelompok paralegal. Harapannya, selain mendukung upaya pencegahan karhutla di tingkat paling tapak, kelompok MPA-Paralegal ini dapat menciptakan kegiatan yang bermanfaat ekonomi, sehingga masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Total jumlah MPA-Paralegal di seluruh Indonesia sebanyak 12 kelompok pada 2020 dan tengah diusulkan penambahannya pada 2021 sebanyak 28 kelompok. Sehingga pada akhir tahun ini, diharapkan dapat terbentuk sebanyak 40 kelompok MPA-Paralegal.

Upaya lain pencegahan dengan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menciptakan hujan buatan di wilayah rawan karhutla. Upaya TMC di Provinsi Riau, pada fase pertama 10 Maret- 5 April 2021, secara umum, meningkatkan curah hujan sekitar 33–64 % terhadap curah hujan alamnya. Penambahan curah hujan di lokasi penyemaian awan adalah sekitar 194.3 Juta m3. Sedangkan pada fase kedua, secara umum persentase penambahan curah hujan periode di Provinsi Riau pada Juli 2021 adalah sebesar 2% terhadap curah hujan alamnya.

“TMC ini telah kita intensifkan beberapa tahun terakhir dan akhirnya menjadi sesuatu yang sangat berguna untuk kita,” papar Siti. Kemudian, terpisah dari semua hal disebutkan di atas, upaya lainnya adalah penegakan hukum, POLRI telah mengembangkan sistem terkait dengan pidana. KLHK juga memiliki pola penegakan hukum yaitu dengan memberikan peringatan kepada perusahaan pemilik kebun sawit dan sebagainya apabila muncul titik panas di lokasi usahanya.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati menyampaikan prediksi iklim dan cuaca di 2021, dengan  kesimpulan, indeks ENSO Juli 2021 menunjukkan kondisi Netral dan diprakirakan Netral hingga awal 2022.

Hujan buatan terus disiapkan antisipasi musim kemarau
Kemudian, pada sekitar Agustus hingga Oktober 2021, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masuk dalam kategori Rendah, sedangkan November hingga Januari 2022 kategori Menengah-Tinggi. Jadi, BMKG merekomendasikan untuk mewaspadai potensi karhutla kategori menengah hingga tinggi pada Agustus 2021 di wilayah pulau Sumatera bagian tengah dan sebagian NTB dan NTT.

Selain itu, BMKG memprediksi puncak musim kemarau pada beberapa wilayah rawan karhutla antara lain Sumatera bagian selatan dan sebagian besar pulau Kalimantan berada pada bulan Agustus dan September.

Terimakasih sudah membaca & membagikan link WARTA MERDEKA

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta Merdeka Indonesia