-->

Notification

×

Indeks Berita

BPOLBF Kawal Penerapan Prokes Ketat Bagi Wisatawan Ke Labuan Bajo

2022-02-21 | 23.17 WIB Last Updated 2022-02-21T16:17:37Z
Berbagai fasilitas modern dan ramah lingkungan di Labuan Bajo
Labuan Bajo/NTT
  (WartaMerdeka) – “Status penularan Covid-19 saat ini di Manggarai Barat tergolong cukup rendah dengan kasus sebagian besar berasal dari pendatang,” ucap Shana Fatina Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur/NTT, beberapa hari lalu.

BPOLBF memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat berbasis CHSE (Cleanliness, health, safety, and environmental sustainability) untuk pelihara keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke destinasi super prioritas Labuan Bajo. Shana mengatakan, dengan perkembangan kondisi yang ada saat ini, pihaknya menjamin kawasan wisata Labuan Bajo aman dikunjungi.

Tercatat sampai 12 Februari 2022 pukul 18.00 WITA, dari total jumlah pemeriksaan terhadap 666 orang, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 26 orang dan negatif sebanyak 640 orang sehingga pada saat ini positivity rate di Manggarai Barat sebesar 3,9%. Sejak ditemukan kasus pertama pada 30 April 2020, total kasus konfirmasi positif Covid-19 sampai 12 Februari 2022 sebanyak 5.309 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran di sekitar lokasi wisata, BPOLBF menerapkan protokol kesehatan CHSE di Labuan Bajo secara ketat dalam berbagai hal. Sejumlah prosedur pun harus diikuti oleh pengunjung di antaranya wajib menunjukkan hasil negatif PCR/Antigen test bagi pengunjung dari luar Labuan Bajo pada kedatangan di pelabuhan dan bandara (mengisi eHac).

“Kami juga menyediakan peralatan, perlengkapan kebersihan, dan kesehatan (masker, sarung tangan, termometer, kotak obat). Dan selalu memastikan penerapan 3M termasuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada karyawan dan pengunjung,” terang Shana.

Hal itu juga ditunjang dengan berbagai upaya lain di antaranya melakukan disinfektan area public secara berkala dan memastikan penerapan  pengaturan kapasitas pengunjung untuk memastikan tidak ada kerumunan.

Di sisi lain, BPOLBF juga menyediakan pelayanan reservasi melalui telepon, media sosial, serta pembayaran non-tunai untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik. “Tidak kalah penting kami menyediakan asuransi kesehatan dan/atau kecelakaan bagi pengunjung,” tambahnya.

Dari sisi pengelolaan sampah, BPOLBF mendukung ekonomi sirkular dengan memastikan pengolahan sampah dan limbah cair restoran/rumah makan dilakukan secara tuntas, sehat, dan ramah lingkungan sehingga dapat tetap menjaga lingkungan serta tidak menyebabkan sumber penyebaran baru Covid-19, termasuk penanganan sampah kresek menggunakan mesin pyrolisis

Sementara di kesempatan terpisah, Director of Sales and Marketing Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ika Dunn juga mengakui, angka terinfeksi Covid19  di Labuan Bajo tergolong rendah namun warga masyarakat dàn  stakeholder harus selalu  siaga mênekan angka penyebaran yang tidak diinginkan.

 

“Saat ini pemerintah daerah juga mengantisipasinya dengan menyiapkan antigen gratis kepada semua penumpang yang turun melalui Komodo Airport dan ini berlaku terhadap semua penumpang sehingga apabila ada yang positif maka akan di karantina di rumah sakit yang sudah disiapkan,” kisah Ika.

Menurut Ika, wisatawan yang hendak ke Labuan Bajo agar selalu taat prokes. Aktivitas wisata Bahari di Labuan Bajo maupun outdoornya sangatlah aman untuk dicoba. Pilihan hotel pun aman dan nyaman karena semuanya sudah menerima sertifikat CHSE. Terlebih, Labuan Bajo sudah bersiap sebagai side meeting event G20.

Meruorah Komodo sendiri, sebagai salah satu hotel bintang 5 di Labuan Bajo memang menjadi venue untuk side meeting G20.  Sebelumnya, hotel ini juga sudah menjadi venue beberapa international évent pra G20 (dh).

×
Berita Terbaru Update