-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Rawat Taman Nasional Komodo, Wisatawan Wajib Disiplin

2022-07-16 | 00.51 WIB Last Updated 2022-07-19T03:51:28Z
Perlu pemeliharaan khusus untuk satwa Komodo
Jakarta (WartaMerdeka) – Kementerian Pariwisata dan  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) menjadi Rp3.750.000 dimaksudkan untuk kepentingan biaya konservasi nilai jasa ekosistem lingkungan di kawasan tersebut.

Dalam Weekly Press Briefing di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf, Jakarta (11/7), diutarakan Sandiaga biaya sebesar tersebut merupakan total keseluruhan dari biaya konservasi nilai jasa ekosistem selama satu tahun yang diperoleh melalui kajian dari para ahli.

Nilai jasa ekosistem merupakan sumber daya alam yang menunjang keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, seperti air, oksigen, sumber makanan, dan mencakup pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh wisatawan.

Selain itu, biaya ini juga sudah termasuk dengan tiket masuk kawasan TNK dan pemberian suvenir buatan masyarakat sekitar Pulau Komodo bagi wisatawan yang datang. "Ini merupakan suatu keinginan bagi tugas dan tanggung jawab kita masing-masing untuk menjaga kelestarian dari apa yang dititipkan kepada kita untuk nanti jutaan dan puluhan juta tahun ke depan karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan karunia kekayaan alam yang perlu kita jaga bersama," jelas Sandiaga.

Kebijakan ini akan bisa menarik lebih banyak wisatawan menghargai upaya konservasi dan ikut membangun destinasi lain di Nusa Tenggara Timur/NTT sebagai destinasi wisata unggulan. "Jadi menurut saya kita akan fokus kepada pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan dan tentunya akan memberikan manfaat bukan hanya dari sisi ekonominya saja, tapi juga dari sisi pelestarian lingkungan dan segala aspek," tambahnya.

Sandiaga juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya Balai Taman Nasional Komodo yang selalu berupaya untuk mengkonservasi keberlangsungan lingkungan di kawasan Taman Nasional Komodo.  

TNK adalah salahsatu destinasi pariwisata super prioritas Indonesia
Kepala Balai TNK Lukita Awang Nistyantara menambahkan, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pemprov NTT dalam melakukan kajian yang berkesimpulan bahwa penting untuk membatasi kunjungan wisatawan ke kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya ke Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi sebanyak masimal 200 ribu orang pertahun agar kelestarian komodo tetap terjaga.

"Pembatasan wisatawan (bertujuan) agar komodo tetap lestari ke depannya," ujar Lukita. Sedangkan Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi di Taman Nasional Komodo, Carolina Noge menyebut, biaya konservasi ini nantinya akan digunakan sebagai program-program konservasi, yaitu penguatan kelembagaan dengan memperbanyak kajian-kajian ilmiah dan pelatihan untuk masyarakat sekitar, pengamanan dan pengawasan di wilayah konservasi, pemberdayaan wisata alam seperti digitalisasi manajemen pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat (dh).

Iklan

×
Berita Terbaru Update