-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Satupena Kupas Sejarah dan Prospek Literasi Minangkabau

2022-10-06 | 07.55 WIB Last Updated 2022-10-06T00:55:15Z

Jakarta (WartaMerdeka) – Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, akan mengadakan diskusi bertema “Literasi Minangkabau: Dulu, Sekarang dan Akan Datang.” Sumatra Barat sejak dulu dikenal dengan budaya Minangkabau yang sangat kental dan terpelihara dengan baik.

Obrolan Hati Pena #58 digelar  di Jakarta pada Kamis, 6 Oktober 2022, pukul 19.00-21.00 WIB, dengan pembicara dua budayawan Minang, Khairul Jasmi, Pemred Harian Singgalang dan Hasril Chaniago, penulis biografi dan sejarah yang amat produktif. 

Diskusidipandu oleh Armaidi Tanjung dan Elza Peldi Taher.

Menurut panitia webinar, di bumi Minang telah lahir begitu banyak tokoh pemimpin kebangsaan, dengan rekam jejak kepeloporannya yang luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia, bahkan dunia. 

Sebut saja: Proklamator kemerdekaan RI Bung Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir dan KH Agus Salim. Tokoh-tokoh ini banyak memberi warna bagi kemerdekaan Indonesia.

Minangkabau juga banyak melahirkan sastrawan besar: Abdul Muis, Marah Rusli, Hamka. Tak terbilang penulis Indonesia dari Sumatra Barat yang mewarnai sastra Indonesia sampai kini. Buku bukunya kini tetap dibaca dan diburu. 

Begitu banyaknya sastrawan besar datang dari Sumatra barat, sehingga ada yang mengatakan bahwa Sumbar adalah ibu kandung Sastra Indonesia.

Pertanyaannya sekarang, apakah tradisi intelektual Minang yang hebat itu hanya tinggal nostalgia, dengan kebesaran masa lampau, atau justru bergerak maju ke depan? 

Jika memang tinggal nostalgia, seperti yang dikatakan banyak orang, apa yang menyebabkan tradisi intelektual Minang tinggal nostalgia saja?

Webinar ini bisa diikuti di link zoom: https:// s.id/hatipena58. Juga melalui livestreaming, Youtube Channel: Hati Pena TV. Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena. Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan (dh),

Iklan

×
Berita Terbaru Update