-->

Notification

×

Indeks Berita

Iklan

Pantauan BMKG Libur Nataru Diguyur Hujan

2022-12-21 | 23.44 WIB Last Updated 2022-12-21T16:44:08Z
Sebagaian masyarakat harus waspadai curah hujan tinggi
Jakarta (WartaMerdeka) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat selama periode Natal dan Tahun Baru/nataru) 2023.

Beberapa wilayah dengan “potensi siaga” perlu diwaspadai pada periode 21 - 23 Desember 2022 adalah: Sebagian wilayah Aceh, Sebagian wilayah Sumatera Utara, Sebagian wilayah Riau, Sebagian wilayah Jawa Barat, Sebagian wilayah Jawa Tengah, Sebagian wilayah Jawa Timur, Sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, Sebagian wilayah Kalimantan Barat, Sebagian wilayah Kalimantan Timur, Sebagian wilayah Kalimantan Utara dan Sebagian wilayah Maluku.

Khusus padal 24 Desember 2022, dari prakiraan berbasis dampak BMKG menyebut terdapat wilayah dengan potensi siaga yang perlu diwaspadai yaitu sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Sedangkan potensi hujan dengan intensitas signifikan selama periode 25 Desember 2022 - 01 Januari 2023 perlu diwaspadai di beberapa wilayah, yakni Potensi HUJAN LEBAT hingga SANGAT LEBAT di:
1) Banten
2) Jawa Barat
3) Jawa Tengah
4) Yogyakarta
5) Jawa Timur
6) Bali
7) NTB
8) NTT
9) Sulawesi Selatan
10) Sulawesi Tenggara
11) Maluku

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami HUJAN SEDANG hingga LEBAT di wilayah :
1) Aceh
2) Lampung
3) Sumatera Selatan
4) DKI Jakarta
5) Kalimantan Tengah
6) Kalimantan Selatan
7) Maluku Utara
8) Papua Barat
9) Papua
BMKG terus memberi informasi kepada masyarakat
Kepala BMKG Dwikorita mengatakan saat jumpa pers di kantornya Jakarta (20/12), peningkatan curah hujan selama periode Nataru diakibatkan sejumlah dinamika atmosfer. Diantaranya, peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

"Terpantaunya beberapa aktivitas gelombang atmosfer, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur," papar Dwikorita (dh).

Foto: Istimewa

Iklan

×
Berita Terbaru Update